R-na3Setya's Blog

Just another WordPress.com weblog

Metode pembelajaran


Beberapa pertimbangan yang mesti dilakukan oleh pengajar dalam memilih metode pengjaran secara tepat dan akurat, pertimbangan tersebut mesti berdasarkan pada penetapan:

1. Tujuan pembelajaran

Penetapan tujuan pembelajaran merupakan syarat mutlak bagi guru dalam memilih metode yang akan digunakan di dalam menyajikan materi pengajaran. Tujuan pembelajaran merupakan sasaran yang hendak dicapai pada akhir pengajaran, serta kemampuan yang harus dimiliki siswa. Sasarab tersebut dapat terwujud dengan menggunakan metode-metode pembelajaran. Misalnya, seorang guru akuntansi menetapkan tujuan pembelajaran, agar siswa dapat menyusun sebuah laporan keuangan dengan baik dan benar. Dalam hal ini metode yang dapat membantu siswa mencapai tujuan adalah metode ceramah, guru menjelaskan, memberikan contoh, memberi latihan untuk dapat menyusun laporan keuangan yang baik dan benar.

2. Pengetahuan awal siswa

Pada awal sebelum masuk ke kelas memberi materi pengajaran kepada siswa, ada tugas guru yang tidak boleh dilupakan adalah untuk mengetahui pengetahuan awal siswa. Dengan mengetahui pengetahuan awal siswa, guru dapat menyusun strategi memilih metode pembelajaran yang tepat pada siswa-siswa. Metode yang dipergunakan , sangat tergantung juga pada pengetahuan awal siswa. Pengetahuan awal dapat berasal dari pokok bahasan yang akan kita ajarkan, jika siswa tidak memiliki prinsip, konsep, dan fakta atau memiliki pengalaman , maka kemungkinan besar belum dapat digunakna metode pembelajaran mandiri.

3. Bidang studi/pokok bahasan/aspek

Pada sekolah lanjutan tingkat pertama dan sekolah menengah, program studi diatur dalam tiga kelompok, yaitu:

  1. Program pendidikan umum. Yang dikelompokan dalam program pendidikan umum adalah Bidang Studi Pendidikan Agama, PKn, Penjaskes, dan Kesenian
  2. Program pendidikan akademik. Yang dikelompokan dalam program pendidikan akademik adalah  Bidang Studi Bahasa, Ilmu Pengetahuan Sosial, Ilmu Pengetahuan Alam dan Matemetika
  3. Program pendidikan ketrampilan. Program pendidikan akademik bidang studinya berkaitan dengan ketrampilan.

4. Alokasi waktu dan sarana penunjang

Waktu yang tersedia dalam pemberian materi pelajaran satu jam pelajaran 45 menit, maka metode yang dipergunakan telah dirancang sebelumnya , termasuk di dalamnya perangkat penunjang pembelajaran, perangkat pembelajaran dapat dipergunakan oleh guru secara berulang-ulang.

5. Jumlah siswa

Idealnya metode yang kita terapkan di dalam  kelas melalui pertimbangan jumlah siswa yang hadir, memang ada ratio guru dan siswa agar proses belajar mengajr berhasil terutama penbgelolaan kelas dan penyampaian materi. Untuk ukuran besar dan jumlah siswa yang banyak metode ceramah yang lebih efektif akan tetapi yang perlu kita ingat metode ceramah banyak kelemahan dibandingkan dengan metode yang lain. Sedangkan kelas yang kecil dapat diterapkan metode tutorial karena pemberian umpan balik dengan cepat dilakukan  dan perhatian kebutuhan individual lebih dapat dipenuhi

6. Pengalaman dan kewibawaan pengajar

Guru  yang baik adalah guru yang berpengalaman, kriteria guru berpengalaman dia telah mengajar selama lebih kurang 10 tahun, maka berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 38 kriteria untuk dapat diangkat menduduki9 jabatan menjadi kepala sekolah, bila telah mengajar minimal 3 tahun untuk kepala Taman Kanak-kanak dan Raudatul Anfal, 5 tahun untuk kepala SD, SMP, MTs, SMA, SMK dan MA. Demikian guru harus mengatahui seluk beluk persekolahan , starata pendidikan bukan menjadi jaminan utama dalam keberhasilan mengajar akan tetapi pengalam yang menentukan , misalnya guru peka dengan masalah, memecahkan masalah, memilih metode yang tepat, merumuskan tujuan intruksional, memotivasi siswa, mengelola siswa, mendapat umpan balik dalam proses belajar mengajar.

Disamping guru berpengalaman dia harus berwibawa, kewibawaan merupakan kelangkapan mutlak yang bersifat abstrak bagi guru karena dia berhadapan dan mengelola siswa yang berbeda latar belakang akademik dan social, ia sosok tokh yang disegani bukan ditakuti oleh anak-anak didiknya. Kewibawaan ada pada orang dewasa, ia perlu dijaga dan berkembang mengikuti kedewasaan, ia perlu dijaga dan dirawat, kewibawaan mudah luntur oeleh perbuatan-perbuatan yang tercela pada diri masing-masing kita. Kewibawan yang dimiliki guru terbagi dua, yaitu:

  1. Kewibawaan kasih sayang. Seperti yang dimiliki ayah dan ibu, ia menyayangi anak-anaknya tanpa pilih kasih dan berharap anak-anaknya tumbuh berkembang berguna bagi agaman, masyarakat, nusa dan bangsa.
  2. Kewibawaan jabatan. Seperti pemimpin yang dapat memmerintah, mengatur, menasehati siswa yang berguna bagi manajemen pembelajaran.

Metode-metode pembelajaran

Metode pembelajaran merupakan cara melakukan atau menyajikan, menguraikan,memberikan contoh dan memberi latihan isi pelajaran kepada siswa buntuk mencapi tujuan tertentu. Berikut ini akan diutarakan berbagai metode pembelajaran yang dimungkinkan diterapkan di dalam kelas, yaitu:

a. Metode ceramah (lecture)

Metode ceramah ini berbentuk penjelasan konsep, prinsip, fakta, pada akhir perkuliahan ditutup dengan tanya jawab antara dosen dan mahasisawa, namun demikian pada sekolah tingkat lanjutan metode ceramah dapat dipergunakan oleh guru, dan metode ini divariasi dengan metode lain.

Metode ceramah dapat dilakukan oleh guru, yaitu:

  1. Untuk memberikan pengarahan, petujuk di awal pembelajaran
  2. Waktu terbatas, sedangkan materi/informasi bayak yang akan disampaikan
  3. Lembaga pendidikan sedikit memiliki staf pengajar sedangkan jumlah siswa banyak.

Keterbatasan metode ceramah yaitu sebagai berkut:

  1. Keberhasilan siswa tidak terukur
  2. Perhatian dan motivasi siswa sulit diukur
  3. Peran serta siswa dalam pembelajaran rendah
  4. Materi kurang terfokus
  5. Pembicaraan sering melantur

b. Metode Demonstrasi dan Eksperimen

Pengguanaan metode demontrsi dapat diterapkan dengan syarat memiliki keahlian untuk mendemontasikan pengguanaan alat atau melaksanaan kegiatan tertentu seperti kegiatan yang sesungguhnya. Keahlian mendemontrasikan tersebut harus dimiliki oleh guru, setelah didemontrasikan, siswa diberi kesempatan melakuakn latihan ketrampilan seperti yang telah diperagakan oleh guru.

Metode demonstrasi dapat dilaksanakan dengan:

  1. Pada kegiatan pembelajarn bersifat formal, magang atau latihan kerja.
  2. Bila materi pelajaran berbentuk ketrampilan gerak, petunjuk sederhana untuk melakukan keterampilan dengan mengguankan bahasa asing dan prosedur melaksanakan suatu kegiatan.
  3. Manakala guru bermaksud menyederhanakan penyelesaian kegiatan yang panjang, baik yang menyangkut pelaksanaan suatu prosedur maupun dasar teorinya.
  4. Pengajar bermaksud menunjukan standar penampilan.
  5. Untuk menumbuhkan motivasi siswa twntang praktek yang kita laksanakan.
  6. Untuk mengurangi kesalahan, karena siswa memperoleh gambaran yang jelas dari hasil penganatannya.
  7. Beberpa masalah menimbulkan pertanyaan pada siswa dapat dijawab lebih teliti waktu proses demontrasi.
  8. Bila siswa turut aktif berekperimen, maka ia akan memperoleh penglaman praktek untuk mengembangkan kecapakan dan memperoleh pengakuan dan pengharapan dari lingkungan sosial.

Batas-batas metode demontasi sebagai berikut:

  1. Merupakan metode yang tidak wajar bila alat yang didemontrasikan tidak dapat diamati dengan seksama oleh siswa.
  2. Akan menjadi kurang efektif bila tidak diikuti dengan sebuah aktivitas dimana para siswa sendiri dapat ikut bereksperimen dan menjadikan aktivitas itu pengalaman pribadi.
  3. Tidak semua hal dapat didemontrasikan di dalam kelompok.
  4. Terkadang bila suatu alat dibawa kedalam kelas kemudian dodemontrasikan, terjadi proses yang berlainan dengan proses dalam situasi nyata.
  5. Bila setipa orang diminta mendemontrasikan dapat menyita waktu yang lama dan membosnkan bagi peserta yang lain

c. Metode tanya jawab

Metode tanya jawab dapat dinilai sebagi metode yang tepat, apabila pelakswanaanya ditujukan untuk:

  1. Meninjau ulang pelajaran atau ceramah yang lalu. Agar siswa memusatkan lagi perhatian  pada jenis dan jumlah kemajuan yang telah dicapi sehingga mereka dapat melanjutkan pelajaranya.
  2. Menyelingi pembicaraan agar tetap mendapatkan perhatian siswa, atau dengan perkataan lain untuk mengikut sertakan mereka.
  3. Mengarahkan pengamatan dan pemikiran mereka.

Metode tanya jawab tidak wajar digunakan untuk:

  1. Menilai kemajuan peserta didik
  2. Mencari jawaban dari siwa, tetapi membatasi jawaban yang diterima
  3. Memberi giliran pada siswa tertentu.

Kebaiakan metode tanya jawab,yaitu:

  1. Tanya jawab dapat memperoleh sambutan yang lebih aktif bila dibandingkan dengan metode ceramah yang bersifat menolong
  2. Memberi kesempatan kepada siswa untuk mengemukakan pendapat sehingga nampak mana yang belum jelas atau belum dimengerti.
  3. Mengetahui perbedaan pendapat yang ada, yang dapat dibawa kea rah diskusi.

Sedangkan kelemahanya adalah tanya jawab bisa menimbulkan penyimpangan dari pokok persoalan.

d. Metode penampilan

Metode penampilan adalah berbentuk pelaksanaan praktik oleh siswa di bawah bimbingan dari dekat oleh pengajar.

Metode ini digunakan pengajar harus:

  1. Memberikan penjelasan yang cukup kepada siswa selama siswa berpraktek.
  2. Melakuakn tindakan pengamatan sebelum kegiatan praktik dimulai untuk keselamatan siswa yang digunakan

Metode penampilan ini tepat digunakan manakala:

  1. Pelajaran telah mencapi tigkat lanjuatan
  2. Kegiatan pembelajaran bersifat formal, latihan kerja,atau magang
  3. Siswa mendapat kemungkian untuk menerapkan apa yang dipelajarinya ke dalam situasi sesungguhnya
  4. Kondisi praktek sama dengan kondisi kerja
  5. Dapat disediakan bimbingan kepada siswa secara dekat selama praktik
  6. Kegiatan ini menjadi remedial bagi siswa

Keterbatasn penggunaan metode penampilan adalah:

  1. Membutuhkan waktu yang panjang, karena siswa harus mendapatkan kesempatan berpraktek sampai baik
  2. Membutuhkan fasilitas dan alat khusus yang mungkin mahal, sulit diperoleh dan dipelihara secara terus menerus.
  3. Membutuhkan pengajaran yang lebih banyak, karena setiap pengajaran hanya dapat membantu sejumlah kecil siswa.

e. Metode diskusi

Metode diskusi merupakan interaksi antara siswa dan siswa atau siswa dengan guru untuk menganalisis, memecahkan masalah, mengali atau memperdebatkan topic atau permasalah tertentu.

Metode diskusi ini digunakan oleh guru, pelatih dan instruksi bila:

  1. Menyediakan bahan, topik, atau masalah yang akan didiskusikan
  2. Menyebutkan pokok-pokok masalah yang akan dibahas atau memberikan studi khusus kepada siswa sebelum menyelenggarakan diskusi.
  3. Menugaskan siswa untuk menjelaskan, menganalisis dan meringakas
  4. Membimbing diskusi, tidak meberi ceramah
  5.  Sabar terhadap kelompok yang lamban dalam mendiskusikannya
  6. Wasapada terhadap kelompok yang tampak kebingan atau berjalan dengan tidak menentu
  7. Melatih siswa dalam menghargai pendapat orang lain

Metode diskusi dapat digunakan bila

  1. Siswa berada ditahap menengah atau thap akhir proses belajar
  2. Pelajaran formal atau magang
  3. Perluasana pengetahuan yang telah dikuasai siswa
  4. Belajar mengidentifikasi dan memecahkan masalah serta mengambil keputusan
  5.  Membiasakan siswa berhadapan dengan berbagi pendekatan, interpretasi da kepribadian
  6. Menghadapi masalah secara  berkelompok
  7. Membiasakan siswa untuk beragumentasi dan berfikir rasional.

Keterbatasan metode diskusi:

  1. Menyita waktu lama dan jumlah siswa harus sedikit
  2. Mempersyaratkan siswa memiliki latar belakangan yang cukup tentang topic atau masalah yang didiskusikan
  3. Metode ini tidak tepat digunakan pada tahap awal proses belajar bila siswa baru diperkenalkan kepada bahan pembelajaran baru
  4. Apatis bagi siswa yang tidak terbiasa berbicara dalam forum

f. Metode  studi mandiri

Metode studi mandiri bebrbentuk pelaksanan tugan membaca atau penelitian oleh siswa tanpa bimbingan atau pengajaran khusus. Metode ini dilakuakan dengan cara:

  1. Memberikan daftar bacaan kepada siswa yang sesuai dengan kebutuhanya
  2. Menjelaskan hasil yang diharapkan dicapai oleh siswa pada akhir kegiatan studi mandiri
  3.  Mempersiapakan tes untuk menilai keberhasilan siswa

Metode ini tepat digunakan manakala:

  1. Pada tahap akhir proses belajar
  2. Dapat digunakan pada semua mata pelajaran
  3. Menunjang metode pembelajaran yang lain
  4. Meningkatkan kemampuan kerja siswa
  5. Mempersiapkan siswa untuk kenaikan tingkat atau jabatan
  6. Memberi kesempatan kepada siswa untuk memperdalam minatnya tanpa dicampuri siswa lain.

g. Metode pembelajaran terprogram

Metode pembelajaran terprogram menggunakn bahan pengajaran yang disiapkan secara khusus. Siswa mendapat kebebasan untuk belajar menurut kecepetan masing-masing.

Metode ini tatkala dipergunakan perlu memperhatikan:

  1. Siswa harus benar-benar memiliki seluruh bahan, alat-alat dan perlengkapan lain yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pelajaran tersebut.
  2. Siswa harus benar-benar tahu bahwa bahan itu bukan tes.
  3. Tersedia sumber yang dapat membantu siswa bila ia mengalami kesulitan.
  4. Secara periodic, siswa harus dicek kemapuanya untuk membuatnya benar-benar belajar

Metode ini tepat diterpkan bila:

  1. Kurang mendapat interaksi social
  2. Semua tahap belajar, dari permulaan sampai dengan proses akhir belajar siswa
  3. Pelajaran formal, belajar jarak jauh dan magang
  4. Mengatasi kesulitan perbedaan individual

Metode ini memiliki keterbatasan sebagai berikut:

  1. Bahan pelajaran yang telah dikumpulak dengan baik membuat setiap siswa melalui urutan kegiatan belajar
  2. Biaya pengembangan tinggi
  3. Siswa kurang dapat interaksi social

h. Metode latihan Bersama Teman

Metode latihan bersama teman memanfaatkan siwa yang telah lulus atau berhasil untuk melatih temanya dan ia bertindak sebagai pelatih, dan pembimbing seorang siswa yang lain.

Dalam melaksanaan metode ini perlu diperhatikan hal-hal sebagi berikut:

  1. Siswa memperhatikan seorang siswa yang telah mencapai tingkat lanjut dalam melaksanakan semua tugas dibawah bimbingan pelatih.
  2. Setelah mengenal tugas tersebut, siswa dilatih dalam ketrampilan melakuaknya
  3. Setelah lulus tes, ia menjadi pelatih untuk siswa berikutnya.

Metode ini dapat dilaksanakan bila:

  1. Semua tahap yang membutuhkan latihan satu per satu
  2. Latihan kerja, latihan formal dan magang

Metode ini memiliki kelemahan sebahi berikut:

  1. Terbatasnya siswa yang dapat dilatih dalam satu periode tertentu
  2. Kegiatan latihan harus senantiasa dikontrol secara langsung untuk memelihara kualitas

i. Metode simulasi

Metode simulasi ini menampilkan simbol-simbol atau peralatan yang menggantikan proses, kejadian, atau benda yang sebenarnya.

Penggunaan metode simulasi ini perlu memperhatikan beberapa hal sebagai berikut:

  1. Pada tahap permulaan proses belajar, diperlukan tingkat di bawah realitas.
  2. Pada tahap pertengahan proses belajar, diperlukan tingkat realitas yang memadai.
  3. Pada tahap akhir, diperlukan tingkat realitas yang tinggi.
  4. Siswa diharapkan dapat melakukan pekerjaan seperti seharusnya.

Metode ini dapat dilakuakn bila:

  1. Semua tahap belajar
  2. Pendidikan formal atau magang
  3. Memberikan kegiatan-kegiatan yang analogis
  4. Memungkinkan praktek dan umpan balik dengan resiko kecil
  5. Diprogramkan sebagai alat pelajaran mandiri

Metode ini memilih kelemahan sebagi berikut:

  1. Biaya pengembangannya tinggi dan perlu waktu lama
  2. Fasilitas dan alat-alat khusus yang dibutuhkan mungkin sulit diperoleh serta mahal harga dan pemeliharaanya
  3. Resiko siswa atau pengajar tinggi

j. Metode pemecahan masalah

Metode pemecahan masalah juga dikenal Metode Brainstorming, ia merupakan metode yang merangsang berfikir dan menggunakan wawasan tanpa melihat kualitas pendapat yang disampaikan oleh siswa.

Metode ini dapat dilaksanakan apabila ssiwa telah berada pada tingkat yang lebih tinggi dengan prestasi yang tinggi pula, tetapi metode ini perlu diwaspadai karena akan menimbulkan prustasi di kalangan siswa lantaran masing-masing mereka belum dapat menemui solusinya dari proses yang kita lakukan. Akan tetepi guru dapat mengambarkan bahwa yang diminta adalah buah berfikir dengan alasan-alasan rasional.

k. Metode studi kasus

Metode ini berbentuk penjelasan tentang masalah, kejadian atau situasi tertentu, kemudian siswa ditugasi mencari alternatif pemecahannya. Kemudian metode ini dapat juga digunakan untuk mengembangkan berfikir kritis dan menentukan solusi baru dari suatu topic yang dipecahkan.

Metode ini memiliki keterbatasan sebagi berikut:

  1. Mendapatkan kasus yang telah ditulis dengan baik sebagai hasil penelitian lapangan dan sesuai dengan lingkungan kehidupan siswa.
  2. Mengembangkan kasus sangat mahal.

l. Metode Insiden

Metode ini hampir sama dengan metode studi kasus, akan tetapi siswa dibekali dengan data dasar yang tidak lengkap tentang sutau kejadian atau peristiwa. Mereka harus mencari data tambahan untuk menyelesaikan tugas yang diberikan kepada mereka. Data tersebut sudah tersedia di sekolah da nada pada guru.

Metode ini memiliki keungguluan dibandingkan metode studi kasus, siswa belajar mnyelami permasalahan,  kemudian mereka berusaha untuk memecahkan masalah yaitu menumbuh kembangkan cara berfikir siswa sebagimana yang dikehendaki pada studi mandiri, siswa berfikir kritis, kreatif.

m. Metode praktikum

Metode praktikum diberikan kepada siswa setelah guru memberikan arahan, aba-aba, petunjuk untuk melaksanakanya. Kegiatan ini berbentuk praktik dengan mempergunakan alat, guru melatih siswa dalam pengunaan alat-alat yang telah diberikan kepadanya serta hasil yang dicapainya.

n. Metode Proyek

Metode proyek merupakan pemberian tugas kepada semua siswa untuk dikerjakan secara individual. Siswa dituntut untuk mengamati, membaca, mneliti. Kemudian siswa diminta membuat laporan dari tugas yang berbentuk makalah. Metode ini bertujuan membentuk analisis masing-masing siswa.

o. Metode bermain peran

Metode bermain peran adalah metode yang melibatkan interaksi antara dua siswa atu lebih tentang suatu topik atau situasi. Sisawa melakuakn peran masing-masing sesuai dengan tokoh yang dilakoni, mereka berinteraksi sesame untuk melakuakn peren terbuka. Metode ini menuntut guru untuk mencermati kekurangan dari peran yang diperagakan siswa.

p. Metode seminar

Metode ini merupakan kegiatan belajar sekelompok siswa untuk membahas topic, maslah tertentu. Setiap anggita kelompok seminar dituntut berperan aktif dan mereka dibebankan tanggung jawab untuk mendapat solusi dari topik. Guru berperan sebagai narasumber. Seminar merupakan pembahasan yang bersifat ilmiah, topic pembicaraan adalah hal-hal yang bertalian dengan kehidupan sehari-hari. Sebuah seminar adalah sebuah kegiatan pembahasan yang mencari pedoman masalah tertentu. Tidak jarang seminar melahirkan rekomendari dan resolusi.

q. Metode simposium

Metode simposium adalah metode yang memaparkan suatu seri pembicaraan dalam berbagai kelompok topik dalam bidang materi tertentu.materi tersebut disampaikan oleh ahli dalam bidangnya, setelah itu peserta dapat menyampaikan pertanyaan dan sebaginya kepada pembicara. Simposium hampir menyerupai panel. Tetapi simposium berbeda dengan panel di dalam cara pembahasan persoalan. Sifatnya lebih formal.

Bentuk lain pola symposium dapat dikelompokan pada sejumlah aspek disoroti tersendiri dan khusus tidak perlu dari berbagai sudut pandang.

l. Metode tutorial

Metode tutorial merupakan cara menyampaikan bahan pelajaran yang telah dikembangkan dalam bentuk modul untuk dipelajari siswa secara mandiri. Siswa  dapat berkonsultasi tentang maslah-masalah yang ditemuinya secara periodic

m. Metode deduktif

Metode deduktif merupakan pemberian penjelasan tentang prinsip-prinsip isi pelajaran, kemusdian dijelaskan dalam bentuk penerapan pada situasi tertentu. Metode ini menjelaskan hal-hal yang bersifat umum ke yang bersifat khusus. Guru menjelaskan teori yang ditemukan para ahli kemudian menjabarkan dalam kenyataan yang terjadi.

Metode ini tepat digunakan apabila:

  1. Siswa belum mengenal pengetahuan yang sedang dipelajari.
  2. Isi pelaraan meliputi terminologi, teknis dan bidang yang kurang membutuhkan proses berpikir kritis.
  3. Pengajaran mengenai pelajaran tersebut mempunyai persiapan yang baik dan pembicaraan yang baik.
  4. Waktu yang tersedia sedikit.

n. Metode induktif

Metode indutif dimulai denagn pemberian berbagi kasus, fakta, contoh atau sebab yang mencerminkan suatu konsep atau prinsip. Kemudian siswa dibimbing untuk berusaha eras mensitensiskan, menemukan atau menyimpulakn prinsip dasar dari pelajaran tersebut.

Metode ini dapat digunalan manakala:

  1. Siswa telah mengenal atau telah memiliki pengalaman yang berhubungan denagn mata pelajarn tersebut.
  2. Yang diajarkan berupa ketetampilan komunikasi antar pribadi, sikap, pemecahan dan penganbilan keputusan.
  3. Pengajar mempunyai ketrampilan fleksibel, termpil mengajukan pertanyaan dan sabar.
  4. Waktu yang tersedia cukup panjang.

o. Metode computer assisted learning

Metode ini digunakn untuk kegiatan belajar yang berstruktur, di mana computer deprogram dengan permaslahan-permaslahan. Siswa dimina untuk memecahkan maslah tersebut dengn mempergunakn computer dan seketika itu juga jawaban siswa diproses secara elektronik. CAL memberikan siswa untuk maju sesuai dengan kecepatan masing-masing. Metode ini dapt dipergunakn pada setiap tingkat pengetahuan dari yang sederhana sampai pada tingakt yang paling kompleks.

Kesulitan pengguanan metode ini:

  1. Pengembangan program CAL membuat biaya tinggi dan waktu yang lama.
  2. Pengadaan dan pemeliharaan alat yang mahal.

 

About these ads

18 November 2011 - Posted by | Uncategorized

Maaf, form komentar ditutup saat ini.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: