Perbankan Syariah


A.    Ekonomi dalam pandangan Islam

Kegiatan ekonomi dalam pandangan Islam bertujuan untuk:

  1. Memenuhi kebutuhan hidup seseorang secara cukup dan sederhana
  2. Memenuhi kebutuhan keluarga
  3. Memenuhi kebutuhan jangka panjang
  4. Menyediakan kebutuhan keluarga yang ditinggalkan
  5. Memberikan  bantuan sosial dan sumbangan menurut jalan Allah SWT

Dalam pencapaian tujuan tersebut, ajaran Islam memberikan panduan untuk menegakkan asas keadilan dan menghapus eksploitasi dalam transaksi bisnis. Asas ini melarang semua bentuk peningkatan kekayaan secara tidak adil, misalnya menerima keuntungan moneter dalam sebuah transaksi bisnis tanpa memberikan suatu imbalan yang adil. Riba dalam Islam tidak diperbolehkan.

Dalam aktifitas perbankan, penerapan ajaran Islam tersebut diwujudkan dengan pelaksanaan aktivitas perbankan berdasarkan prinsip syariah.

B.     Dasar Hukum

Undang-undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan  Atas Undang-undang nomor 7  1992  tentang  Perbankan pasal 1 ayat 3  huruf menetapkan bahwa  salah satu bentuk usaha bank adalah menyediakan pembiayaan dan atau melakukan kegiatan lain  berdasarkan prinsip syariah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Pokok-pokok yang ditetapkan memuat antara lain:

  1. Kegiatan usaha dan  produk-prduk bank  berdasarkan prinsip syariah
  2. Pembentukan dan tugas Dewan Pengawas Syariah
  3. Persyaratan bagi pembukaan kantor cabang  yang melakukan  kegiata usaha secara konvensional  untuk mekakukan kegiatan usaha  berdasarkan prinsip syariah

Secara umum dengan diundangkannya UU Nomor 10 Tahun 1998 tersebut, posisi bank bagi hasil ataupun bank atas daras prinsip syariah secara tegas telah diakui oleh undang-undang.

Bank umum yang melakukan usaha secara konvensional dapat juga melakukan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah melalui:

  1. Pendirian kantor cabang atau  kantor dibawah kantor cabang baru; atau
  2. Pengubahan kantor cabang atau kantor dibawah kantor cabang yang melakukan kegiatan usaha secara konvensional menjadi kantor  yang melakukan kegiatan berdasarkan prinsip syariah.

Bank Umum yang sejak awal unit kegitannya berdasarkan prinsip syariah tidak diperbolehkan melakukan kegiatan usaha secara konvensional. Bank Perkreditan Rakyat yang melaksanakan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syariah tidak diperkenankan melaksanakan kegiatan secara konvensional. Demikian juga BPR yang melakukan usaha secara konvensional tidak diperkenankan melakukan kegiatan berdasarkan prinsip syariah.

C.    Pengertian

Ditinjau dari segi imbalan atau jasa atas penggunaan dana, baik simpanan maupun pinjaman, bank dapat dibedakan menjadi:

  1. Bank Konvensional, yaitu bank yang dalam aktivitasnya, baik penghimpunan dana  maupun dalam rangka penyaluran dananya, memberikan dan mengenakan imbalan  berupa bunga atau sejumlah imbalan dalam persentase tertentu  dari dana untuk  suatu periode tertentu.
  2. Bank syariah, yaitu bank yang dalam aktivitasnya, baik dalam penghimpunan dana maupun dalam rangka penyaluran dananya memberikan dan mengenakan imbalan atas dasar prinsip syariah  yaitu jual beli dan  bagi hasil

Prinsip utama operasional bank yang berdasarkan prinsip syariah adalah hukum islam  yang bersumber dari Al Quran dan Al Hadis. Kegiatan operasional bank harus memperhatikan perintah dan larangan dalam Al Quran dan Sunnah Rasul Muhammad SAW. Larangan terutama berkaitan dengan riba. Perbedaan utama bank berdasarkan prinsip syariah dan bank konvensional pada dasarnya terletak pada sistem pemberian imbalan atau jasa dari dana. Bank syariah tidak menggunakan sistim bunga dalam menentukan imbalan atas dana yang digunakan atau dititipkan oleh suatu pihak.  Penentuan imbalan terhadap dana yang dipinjamkan maupun dana yang disimpan di bank berdasarkan  pada prinsip bagi hasil sesuai dengan hukum islam.

Sampai sampai dengan akhir tahun 1998 jumlah kantor bank syariah di Indonesia adalah sebanyak 78 kantor, yang terdiri dari 1 kantor bank umum dan 77 kantor BPR. Hingga awal tahun 2005, terdapat 3 bank umum syariah dan  1 unit usaha syariah.

Bank Umum Syariah:

  1. Bank Muamalat Indonesia (BMI)
  2. Bank Syariah Mandiri (BSM)
  3. Bank Syariah Indonesia (BSI)

Unit Usaha Syariah

  1. Bank IFI Syariah
  2. Bank Danamon Syariah
  3. BRI Syariah
  4. Bank Niaga Syariah
  5. Bank Permata  Syariah
  6. BNI Syariah
  7. Bank Riau Syariah
  8. Bank Jabar Syariah
  9. BPD Sumut Syariah
  10. BII Syariah
  11. BPD DKI Syariah
  12. BPD Lombok NTB
  13. BPD  Aceh Syariah
  14. BPD Kalsel Syariah
  15. HSBC Syariah
  16. BTN Syariah

Peta penyebaran bank berdasarkan prinsip syariah di Indonesia dewasa ini masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Pola pemilihan lokasi pendirian bank masih berpegang pada  pola pendirian bank konvensional, yaitu pertumbuhan ekonomi dan sentra perdagangan.

D.    Perbedaan Bank Konvensional dengan Bank Syariah

Perbedaan mendasar antara bank syariah dengan bank konvensional antara lain:

  1. Perbedaan falsafah

Bank syariah dalam pelaksanaannya tidak melaksanakan sistem bunga sedangkan bank konvensional justru sebaliknya. Hal ini yang mnjadi perbedaan yang sangat mendalam terhadap produk-produk yang dikembangkan oleh bank syariah. Untuk menghindari sistem bunga maka sistem yang dikembangkan adalah jual beli serta  serta kemitraan yang dilaksanakan dalam bentuk bagi hasil. Semua jenis transaksi dalam perniagaan melalui bank syariah diperbolehkan asalkan tidak mengandung unsur bunga.

  1. Konsep pengelolaan dana nasabah

Dalam system bank syariah, dana nasabah dikelola dalam bentuk titipan maupun investasi. Cara penitipan dan investasi berbeda dengan deposito pada bank konvensional dimana deposito merupakan upaya membungakan uang. Konsep dana titipan berarti kapan saja nasabah membutuhkan, bank syariah harus dapat memenuhinya. Akibatnya dana titipan menjadi sangat liquid. Liquiditas yang tinggi ini membuat dana titipan kurang memenuhi syarat suatu investasi yang membutuhkan pengendapan dana. Sesuai dengan fungsi bank sebagai intermediary yaitu lembaga keuangan penyalur dana nasabah penyimpan kepada peminjam, dana nasabah yang terkumpul dengan cara titipan atau investasi tadi kemudian dimanfaatkan atau disalurkan ke dalam transaksi perniagaan yang diperbolehkan pada sistem syariah. Keuntungan dari dana nasabah yang disalurkan ke dalam berbagai usaha itulah yang akan dibagikan kepada nasabah. Jika hasil usaha semakin tinggi, semakin besar pula keuntungan yang dibagikan kepada nasabah.

  1. Kewajiban mengelola zakat

Bank syariah diwajibkan menjadi pengelola zakat yang dalam arti wajib membayar zakat, menghimpun, mengadministrasikannya dan menyalurkannya.

  1. Struktur organisasi

Di dalam struktur organisasi bank syariah diharuskan adanya Dewan Pegawas Syariah (DPS) yang bertugas mengawasi segala aktivitas bank agar selalu sesuai dengan prinsip syariah. DPS dibawahi oleh Dewan pengawas Nasional. Berdasarkan laporan dari DPS, DSN dapat memberikan teguran jika lembaga yang bersangkutan menyimpang. DSN juga dapat memberikan rekomendasi kepada lembaga yang memiliki  otoritas seperti BI dan Departemen Keuangan untuk memberikan sanksi.

Perbedaan antara bank syariah dan bank konvensional

No. Bank syariah Bank konvensional
1.2.

3.

4.

5.

6.

Berinvestasi pada usaha halalAtas dasar bagi hasil, margin keuntugan dan fee

Besaran dan bagi hasil berubah-ubah  tergantung kinerja usaha

Profit dan falah oriented

Pola hubungan kemitraan

Ada Dewan Pengawas Syariah

Bebas nilaiSistem bunga

Besarnya tetap

Profit oriented

Hubungan debitur-kreditur

Tidak ada lembaga sejenis

Table perbandingan sistem bagi hasil dengan sistem bunga

No. Sistem bunga Sistem bagi hasil
1. Penentuan suku bunga dibuat pada waktu akad dengan pedoman harus selalu untung  untuk pihak bank Penentuan besarnya resko bagi hasil dibuat pada waktu akad dengan berpedoman pada kemungkinan untung dan rugi.
2. Besarnya persentase didasarkan pada jumlah uang  (modal) yang dipinjam Besarnya risiko (nisbah) bagi hasil berdasarkan pada jumlah  keuntungan yang diperolah.
3. Tidak tergantung pada kinerja usaha. Jumlah pembayaran bunga tidak mengikat meskipun jumlah keuntungan berlipat ganda saat keadaan ekonomi sedang baik Tergantung kepada kinerja usaha. Jumlah pembagian bagi hasil meningkat sesuai dengan peningkatan jumlah pendapatan.
4. Eksistensi bunga diragukan  kehalalannya oleh semua agama termasuk Islam Tidak ada agama yang meragukan keabsahan bagi hasil.
5. Pembayaran bunga tetap seperti yang  dijanjikan tanpa pertimbangan proyek yang dijalankan oleh pihak nasabah untung atau rugi Bagi hasil tergantung kepada keuntungan proyek yang dijalankan. Jika proyek itu tidak mendapatkan keuntungan maka kerugian akan ditanggung bersama oleh kedua belah pihak.

 

  1. E.     Dewan Pengawas, Dewan Komisaris dan Direksi

Berdasarkan UU No. 10 tahun 1998 tetang Perubahan Atas UU No. 7 tahun 1992, dan SK Dir. BI Nomor 32/34/KEP/DIR tanggal 12 Mei 1999 Tentang Bank Berdasarkan Prinsip Syariah, kepengurusan bank syariah terdiri dari dewan komisaris, dewan direksi, disamping itu bank wajib memiliki Dewan Pengawas Syariah yang berkedudukan di kantor pusat bank. Dewan Pengawas Syariah adalah dewan yang bersifat independen yang dibentuk oleh Dewan Syariah Nasional dan ditempatkan pada bank yang  melakukan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah, dengan tugas yang diatur  oleh Dewan Syariah Nasional. Persyaratan anggota Dewan Pengawas Syariah diatur dan ditetapkan oleh Dewan Syariah Nasional. Dewan Pengawas Syariah berfungsi mengawasi kegiatan usaha bank agar sesuai dengan prinsip syariah. Dalam melaksaakan fungsinya, DPS  wajib mengikuti fatwa DSN.

Anggota dewan komisaris dan direksi wajib memenuhi persyaratan sebagi berikut:

  1.  Tidak termasuk dalam orang tercela di bidang perbankan  sesuai dengan yang ditetapkan BI.
  2. Memiliki kemampuan dalam menjalankan tugasnya.
  3. Menurut penilaian BI yang bersangkutan memiliki integritas yang baik. Integritas yan baik diartikan sebagai:
    1. Memiliki akhlak dan moral yang baik
    2. Mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku
    3. Memiliki komitmen yang tinggi terhadap pengembangan operasional bank yang sehat
    4. Dinilai layak dan wajar untuk menjadi anggota dewan komisaris dan direksi bank.

Bank yang sebagian sahamnya dimiliki oleh pihak asing dapat menempatkan warga Negara asing sebagai anggota dewan komisaris dan dewan direksi. Diantara anggota-anggota dewan komisaris dan dewan direksi bank, sekurang-kurangynya terdapat 1 anggota dewan komisaris dan 1 anggota dewan direksi berkewarnenegaraan Indonesia.

Jumlah anggota dewan komisaris sekurang-kurangnya 2 orang. Anggota dewan komisaris memiliki pengetahuan dan/atau pengalaman di bidang perbankan. Anggota dewan komisaris  hanya dapat merangkap jabatan:

  1. Sebagai anggota dewan komisaris sebanyak-banyaknya pada 1 bank lain atau BPR, atau
  2. Sebagai anggota dewan komisaris, direksi, atau pejabat eksekutif yang memerlukan tanggung jawab penuh sebanyak-banyaknya pada 2 perusahaan lain bukan bank atau bukan BPR. Pejabat eksekutif adalah pejabat yang mempunyai pengaruh terhadap kebijakan perusahaan dan bertanggungjawab langsung kepada direksi.

Mayoritas anggota dewan komisaris dilarang memiliki hubungan keluarga sampai dengan derajat kedua termasuk suami/istri, menantu, dan ipar dengan anggota dewan komisaris lain.

Direksi bank sekurang-kurangnya berjumlah 3 orang. Mayoritas dari anggota direksi wajib berpengalaman dalam operasional bank sekurang-kurangnya 1 tahun sebagai pejabat eksekutif pada bank. Anggota direksi yang belum berpengalaman wajib mengikuti pelatihan perbankan syariah.

Anggota direksi dilarang merangkap jabatan sebagai anggota dewan komisaris, direksi atau pejabat eksekutif pada lembaga perbankan, perusahaan atau lembaga lain.  Diantara anggota-anggota direksi dilarang secara sendiri-sendiri atau bersama-sama memiliki saham melebihi 25 % dari modal disetor pada suatu perusahaan lain.  Direksi bank juga dilarang memberikan kuasa kepada pihak lain yang mengakibatkan pengalihan tugas dan wewenang tanpa batas.

Calon anggota komisaris atau direksi wajib memperoleh persetujuan dari BI sebelum diangkat dan menduduki jabatannya. Permohonan untuk memperoleh persetujuan wajib disampaikan oleh direksi bank kepada direksi BI sebelum rapat umum pemegang saham atau rapat anggota yang mengesahkan pengangkatan dimaksud, disertai dengan dokumen yang diperlukan sesuai ketentuan. Persetujuan atau penolakan atas permohonan pengangkatan anggota dewan komisaris atau direksi diberikan selambat-lambatnya 15 hari sejak dokumen permohonan diterima secara lengkap. Dalam rangka memberikan persetujuan atau penolakan, BI melakukan:

  1. Penelitian atas kelengkapan dan kebenaran dokumen
  2. Wawancara terhadap calon anggota dewan komisaris atau direksi

Laporan pengangkatan anggota dewan komisaris atau direksi wajib disampaikan oleh direksi bak kepada BI selambat-lambatnya 10 hari setelah pengangkatan dimaksud disahkan oleh rapat umum pemegang saham atau rapat anggota sesuai dengan format  yang telah ditentukan, disertai dengan notulen rapat umum pemegang saham atau notulen rapat anggota.

  1. F.     Kegiatan Usaha Bank Syariah
    1. Prinsip Kegiatan Usaha

Berdasarkan Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia Nomor 32/34/KEP/DIR 12 Mei 1999 tentang Bank berdasarkan Prinsip Syariah, prinsip kegiatan usaha bank syariah adalah :

  1. Hiwalah

Akad pemindahan piutang nasabah (Muhil) kepada bank (Muhal ‘alaih) dari nasabah (Muhal).

  1. Ijarah

Akad sewa – menyewa barang antara bank (Muaajir) dengan penyewa (Mustajir). Setelah masa sewa berakhir barang sewaan dikembalikan kepada muaajir.

  1. Ijarah Wa Iqtina

Akad sewa – menyewa barang antara bank (Muaajir) dengan penyewa (Mustahir) yang diikuti janji bahwa pada saat yang ditentukan kepemilikan barang sewaan akan berpindah kepada mustajir.

  1. Istishna

Akad jual beli barang (Mashnu’) antara pemesan (Mustashni’) dengan penerima pesanan (Shani). Spesifikasi dan harga barang pesanan disepakati di awal akad dengan pembayaran dilakukan secara bertahap sesuai kesepakatan. Apabila bank bertindak sebagai Shani dan penunjukan dilakukan kepada pihak lain untuk membuat barang (Mashnu’) maka hal ini disebut Istishna’ Paralel.

  1. Kafalah

Akad pemberian jaminan (Makhful alaih) yang diberikan satu pihak kepada pihan lain di mana pemberi jaminan (Kafiil) bertanggungjawab atas pembayaran kembali suatu utang yang menjadi hak penerima jaminan (Makhful).

  1. Mudharabah

Akad antara pihak pemilik modal (Shahibul Maal) dengan pengelola (Mudharib) untuk memperoleh pendapatan atau keuntungan. Mudharabah dibagi menjadi :

  1.                                                         i.            Mudharabah Mutlaqah, mudharib diberi kekuasaan penuh untuk mengelola modal. Mudharib tidak dibatasi baik mengenai tempat, tujuan, maupun jenis usaha
  2.                                                       ii.            Mudharabah Muqayyadah, shahibul maal menetapkan syarat tertentu yang harus dipatuhi mudharib baik mengenai tempat, tujuan, maupun jenis usaha.
  3. Murabahah

Akad jual beli antara bank dengan nasabah. Bank memberi barang yang diperlukan nasabah yang bersangkutan sebesar harga pokok ditambah dengan keuntungan yang disepakati.

  1. Musyarakah

Akad kerja sama usaha patungan antara dua pihak atau lebih pemilik modal untuk membiayai suatu jenis usaha yang halal dan produktif.

  1. Qardh

Akad pinjaman dari bank (Muqridh) kepada pihak tertentu (Muqtaridh) yang wajib dikembalikan dengan jumlah yang sama sesuai pinjaman.

  1. Al Qadr ul Hasan

Akad pinjaman dari bank (Muqridh) kepada pihak tertentu (Muqtaridh) untuk tujuan sosial yang wajib dikembalikan dengan jumlah yang sama sesuai pinjaman.

  1. Al Rahn

Akad penyerahan barang harta (Marhun) dan nasabah (Rahn) kepada bank (Murtahin) sebagai jaminan sebagian atau seluruh utang.

  1. Salam

Akad jual beli barang pesanan (Muslam fiih) antara pembeli (Muslam) dengan penjual (Muslamialaih)

  1. Sharf

Akad jual beli valuta dengan valuta lainnya.

  1. Ujr

Imbalan yang diberikan atau yang diminta atas suatu pekerjaan yang dilakukan.

  1. Wadi’ah

Akad penitipan barang/uang antara pihak yang mempunyai barang / uang dengan pihak yang diberi kepercayaan dengan tujuan untuk menjaga keselamatan, keamanan, serta keutuhan barang/uang. Wadi’ah terdiri dari :

  1.                                                         i.            Wadi’ah Yad Amanah, akad penitipan barang / uang di mana pihak penerima tidak diperkenankan menggunakan barang / uang yang dititipkan dan tidak bertanggungjawab atas kerusakan / kehilangan barang titipan yang bukan diakibatkan perbuatan atau kelalaian penerima titipan.
  2.                                                       ii.            Wadi’ah Yad Dhamanah, akad penitipan barang / uang dimana pihak penerima titipan dapat memanfaatkan titipan tersebut, dan harus bertanggungjawab atas kerusakan / kehilangan.
  3. Wakalah

Akad pemberian kuasa (Muakkil) kepada penerima kuasa (Wakil) untuk melaksanakan suatu tugas (Tuakil) atas nama pemberi kuasa.

  1. Kegiatan Usaha

Bank wajib menerapkan prinsip syariah untuk kegiatan usahanya, meliputi:

  1. Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan yang meliputi :
    1.                                                         i.            Giro berdasarkan prinsip wadi’ah
    2.                                                       ii.            Tabungan berdasarkan prinsip wadi’ah atau mudharabah
    3.                                                     iii.            Deposito berjangka berdasarkan prinsip mudharabah
    4.                                                     iv.            Bentuk lain berdasarkan prinsip wadi’ah atau mudhawabah
    5. Melakukan penyaluran dana melalui :
      1.                                                         i.            Transaksi jual beli berdasarkan prinsip murabahah, istishna’, ijarah, salam, dan jual beli lainnya.
      2.                                                       ii.            Pembiayaan bagi hasil berdasarkan prinsip murabahah, musyarakah, dan bagi hasil lainnya.
      3.                                                     iii.            Pembiayaan lainnya berdasarkan prinsip hiwalah, rahn, qardh, membeli, menjual dan / atau menjamin atas resiko sendiri surat – surat berharga pihak ketiga yang diterbitkan atas dasar transaksi nyata (underlying transaction) berdasarkan prinsip jual beli atau hiwalah.
      4.                                                     iv.            Membeli surat – surat berharga pemerintah dan / atau Bank Indonesia yang diterbitkan atas dasar prinsip syariah.
      5. Memberikan jasa – jasa :
        1.                                                         i.            Memindahkan uang untuk kepentingan sendiri dan / atau nasabah berdasarkan prinsip wakalah.
        2.                                                       ii.            Menerima pembayaran tagihan atas surat berharga yang diterbitkan dan melakukan perhitungan dengan atau antar pihak ketiga berdasarkan prinsip wakalah.
        3.                                                     iii.            Menyediakan tempat untuk menyimpan barang dan surat- surat berharga berdasarkan prinsip wadi’ah yad amanah.
        4.                                                     iv.            Melakukan kegiatan penitipan termasuk penatausahaannya untuk kepentingan pihak lain berdasarkan suatu kontrak dengan prinsip wakalah.
        5.                                                       v.            Melakukan penempatan dana dari nasabah kepada nasabaj lain dalam bentuk surat berharga yang tidak tercatat di bursa efek berdasarkan prinsip ujr.
        6.                                                     vi.            Memberikan fasilitan letter of credit (LC) berdasarkan prinsip wakalah, murabahah, mudharabah, musyarakah, dan wadi’ah, serta memberikan fasilitas garansi bank berdasarkan prinsip kafalah.
        7.                                                   vii.            Melakukan kegiatan usaha kartu debet berdasarkan prinsip ujr.
        8.                                                 viii.            Melakukan kegiatan wali amanat berdasarkan prinsip wakalah.
        9. Melakukan kegiatan lain seperti :
          1.                                                         i.            Melakukan kegiatan dalam valas berdasarkan prinsip sharf.
          2.                                                       ii.            Melakukan kegiatan penyertaan modal berdasarkan prinsip musharakah dan / atau mudharabah pada bank atau perusahaan lain yang melakukan kegiatan berdasarkan prinsip syariah.
          3.                                                     iii.            Melakukan kegiatan penyertaan modal sementara berdasarkan prinsip musyarakah dan / atau mudharabah untuk mengatasi akibat kegagalan pembiayaan dengan syarat harus menarik kembali penyertaannya.
          4.                                                     iv.            Bertindak sebagai pendiri dana pension dan pengurus dana pension berdasarkan prinsip syariah sesuai dengan ketentuan dalam perundang – undangan dana pension yang berlaku.
          5.                                                       v.            Bank dapat bertindak sebagai lembaga baitul mal yaitu menerima dana yang berasal dari zakat, infaq, shadaqah, waqaf, hibah atau dana sosial lainnya dan menyalurkannya kepada yang berhak dalam bentuk santunan dan / atau pinjaman kebajiakan (qardhul hasan).
  1. Melakukan kegiatan lain yang lazim dilakukan bank sepanjang disetujui oleh :

Dewan Syariah Nasional. Dalam hal ini bank akan melakukan kegiatan usaha yang belum difatwakan oleh Dewan Syariah Nasional, bank wajib meminta persetujuan Dewan Syariah Nasional sebelum melaksanakan kegiatan usaha tersebut.

Bank syariah dilarang melakukan kegiatan usaha perbankan secara konvensional dan juga tidak diperkenankan untuk mengubah kegiatan usaha menjadi bank konvensional.

  1. G.    Badan Hukum dan Pendiri
    1. Badan Hukum

Badan hukum suatu bank berdasarkan prinsip syariah dapat berupa PT, Koperasi, atau Perusahaan Daerah.

  1. Modal

Modal disetor untuk pensirian bank berdasarkan prinsip syariah ditetapkan sekurangnya tiga triliun rupiah. Modal disetor bagi bank yang berbentuk badan hukum koperasi adalah simpanan pokok, wajib, dan hibah.

  1. Pendirian

Bank berdasarkan prinsip syariah hanya dapat sisirikan dan melakukan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah dengan izin Direksi Bank Indonesia. Bank tersebut hanya dapat didirikan oleh :

  1. WNI dan / atau badan hukum Indonesia
  2. WNI dan / atau badan hukum Indonesia dengan WNA dan / atau badan hukum asing secara kemitraan.

Pemberian izin kegiatan usaha dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah persetujuan prinsip, yaitu persetujuan untuk melakukan persiapan pendirian bank. Permohonan untuk mendapatkan persetujuan prinsip diajukan sekurang – kurangnya oleh seorang calon pemilik kepada Direksi Bank Indonesia sesuai dengan format yang telah ditentukan dan wajib dilampiri dengan :

  1. Rancangan akta pendirian badan hukum, termasuk rancangan anggaran dasar yang sekurang – kurangnya memuat :
    1.                                                         i.            Nama dan tempat kedudukan
    2.                                                       ii.            Kegiatan usaha sebagai bank berdasarkan prinsip syariah
    3.                                                     iii.            Permodalan
    4.                                                     iv.            Kepemilikan
    5.                                                       v.            Wewenang, tanggungjawab dan masa jabatan dewan komisaris serta direksi
    6.                                                     vi.            Penempatan dan tugas – tugas Dewan Pengawas Syariah
    7. Data kepemilikan berupa :
      1.                                                         i.            Daftar calon pemegang saham berikut rincian besarnya masing – masing kepemilikan saham bagi bank yang berbentuk badan hukum PT / Perda.
      2.                                                       ii.            Daftar calon anggota berikut rincian jumlah simpanan pkok dan simpanan wajib serta daftar hibah bagi bank yang berbadan hukum Koperasi.
      3. Daftar calon anggota dewan komisaris dan anggota direksi, disertai dengan :
        1.                                                         i.            Fotokopi tanda pengenal dan riwayat hidup.
        2.                                                       ii.            Surat pernyataan pribadi (personal statement) yang menyatakan tidak pernah melakukan tindakan tercela di bidang perbankan, keuangan, dan usaha lainnya dan tidak pernah dihukum karena ternukti melakukan tindak pidana kejahatan.
        3.                                                     iii.            Surat keterangan atau bukti tertulis dari bank tempat bekerja sebelumnya mengenai pengalaman operasional di bidang perbankan syariah bagi calon direksi yang telah berpengalaman.
        4.                                                     iv.            Surat keterangan dari lembaga pelatihan mengenai pelatihan perbankan syariah yang pernah diikuti bagi calon direksi yang belum berpengalaman.
        5.                                                       v.            Surat keterangan dari lembaga pendidikan mengenai pendidikan perbankan yang pernah diikuti dan / atau bukti tertulis dari bank tempat bekerja sebelumnya mengenai pengalaman di bidang perbankan, bagi calon anggota dewan komisaris.
        6.                                                     vi.            Surat rekomendasi dari Dewan Syariah Nasional untuk calon anggota Dewan Pengawas Syariah.
        7. Rencana susunan organisasi
        8. Rencana kerja untuk tahun pertama yang sekurang – kurangnya memuat :
          1.                                                         i.            Hasil penelaahan mengenai peluang pasar dan potensi ekonomi.
          2.                                                       ii.            Rencana kegiatan usaha yang mencakup penghimpunan dan penyaluran dana serta langkah – langkah kegiatan yang akan dilakukan.
          3.                                                     iii.            Rencana kebutuhan pegawai.
          4.                                                     iv.            Proyeksi arus kas bulanan selama 12 bulan yang dimulai sejak bank melakukan kegiatan operasional serta proyeksi neraca dan perhitungan laba rugi.
          5. Bukti setoran modal sekurang – kurangnya 30% dari modal disetor minimum.
          6. Surat pernyataan dari calon pemegang saham bagi bank yang berbadan hukum PT / Perda atau dari calon anggota bagi bank yang berbadan hukum koperasi, bahwa setoran modal :
            1.                                                         i.            Tidak berasal dari pinjaman atau fasilitas pembiayaang dalam bentuk apapun dari bank dan / atau pihak lain di Indonesia.
            2.                                                       ii.            Tidak berasal dari sumber dana yang diharamkan menurut prinsip syariah termasuk dari dan untuk tujuan pencucian uang.
            3. Daftar calon pemegang saham atau daftar calon anggota :
              1.                                                         i.            Dalam hal perorangan wajib dilampiri dengan dokumen :

a)      Fotokopi tanda pengenal dan riwayat hidup.

b)      Surat pernyataan pribadi.

c)      Surat keterangan mengenai pengalaman operasional bagi yang telah berpengalaman.

  1.                                                       ii.            Dalam hal badan hukum wajib dilampiri dengan :

a)      Akta pendirian badan hukum.

b)      Dokumen dari seluruh dewan komisaris dan direksi badan hukum yang bersangkutan.

c)      Rekomendasi dari instansi berwenang di negara asal bagi badan hukum asing.

d)     Daftar pemegang saham.

e)      Laporan keuangan yang telah diaudit oleh akuntan publik.

Persetujuan dan penolakan atas permohonan persetujuan diberikan selambat – lambatnya 60 hari setelah dokumen permohonan diterima. Dalam rangka memberikan persetujuan atau penolakan, BI melakukan :

  1. Penelitian atas kelengkapan dan kebenaran dokumen.
  2. Analisis yang mencakup antara lain tingkat persaingan yang sehat antarbank, dan tingkat kejenuhan jumlah bank.
  3. Wawancara terhadap calon pemilik, dewan komisaris, dan direksi.

Tahap kedua adalah izin usaha, yaitu izin yang diberikan untuk melakukan kegiatan usaha bank setelah persiapan dilakukan. Permohonan untuk mendapatkan izin usaha direksi bank berdasarkan prinsip syariah kepada Direksi Bank Indonesia sesuai dengan format yang ditentukan dan wajib dilampiri dengan :

  1. Akta pendirian badan hukum, termasuk anggaran dasar yang telah disahkan oleh instansi yang berwenang.
  2. Data kepemilikan.
  3. Daftar susunan dewan komisaris dan direksi.
  4. Susunan organisasi serta sistem dan prosedur kerja.
  5. Bukti pelunasan modal disetor.
  6. Bukti kesiapan operasional.
  7. Surat pernyataan dari pemegang saham.
  8. Surat pernyataan tidak merangkap jabatan melebihi ketentuan bagi anggota dewan komisaris.
  9. Surat pernyataan tidak merangkap jabatan bagi anggota direksi.
  10. Surat pernyataan dari anggota dewan komisaris bahwa yang bersangkutan tidak mempunyai hubungan keluarga sesuai ketentuan.
  11. Surat pernyataan dari anggota direksi bahwa yang bersangkutan tidak mempunyai hubungan keluarga sesuai ketentuan.
  12. Surat pernyataan dari anggota direksi bahwa yang bersangkutan baik secara sendiri ataupun bersama tidak memiliki saham melebihi 25% dari modal disetor pada suatu perusahaan lain.
  1. H.    Kepemilikan Bank Syariah

Kepemilikan bank berdasarkan prinsip syariah oleh badan hukum Indonesia setinggi – tingginya sebesar modal sendiri bersih badan hukum yang bersangkutan. Modal sendiri bersih merupakan penjumlahan dari modal disetor, cadangan laba, dikurang penyertaan dan kerugian, bagi badan hukum PT/Perda, atau penjumlahan dari simpanan pokok, simpanan wajib, hibah, modal penyertaan, dana cadangan, dan SHU, dikurangi penyertaan dan kerugian, bagi badan hukum koperasi.

Sumber dana yang digunakan dilarang :

  1. Berasal dari pinjaman atau fasilitas pembiayaan dalam bentuk apapun dari bank dan / atau pihak lain di Indonesia.
  2. Berasal dari sumber yang diharamkan menurut prinsip syariah, termasuk dari dan untuk tujuan pencucian uang.

Yang dapat menjadi pemilik bank berdasarkan prinsip syariah adalah pihak yang :

  1. Tidak termasuk dalam daftar orang tercela di bidang perbankan sesuai dengan yang ditetapkan oleh BI.
  2. Menurut penilaian BI yang bersangkutan memiliki integritas yang baik.
  1. I.       Bank Muamalat
    1. Produk – produk Bank Muamalat
      1. Penyaluran Dana

1)      Pembiayaan atas dasar prinsip Murabahah.

Pembiayaan ini ada kemiripan dengan kredit modal kerja yang diberikan oleh bank konvensional. Tahap pembiayaan ini adalah :

  1.                                                            i.         Bank mengangkat nasabah sebagai agen.
  2.                                                          ii.         Nasabah melakukan pembelian barang atas nama bank.
  3.                                                        iii.         Bank menjual barang tersebut kepada nasabah dengan harga yang sama dengan harga beli ditambah tingkat keuntungan tertentu untuk bank.
  4.                                                        iv.         Pembayaran oleh nasabah setelah jatuh tempo.

2)      Pembiayaan atas dasar prinsip Bai Bithaman Ajil

Merupakan akad jual beli dengan harga sebesar harga pokok ditambah dengan tingkat keuntungan tertentu dan pembayarannya dilakukan atas dasar angsuran. Tahap pembiayaan ini adalah :

  1.                                                            i.         Bank mengangkat nasabah sebagai agen.
  2.                                                          ii.         Nasabah melakukan pembelian barang modal atas nama bank.
  3.                                                        iii.         Bank menjual barang tersebut kepada nasabah dengan harga yang sama dengan harga beli ditambah tingkat keuntungan tertentu bagi bank.
  4.                                                        iv.         Nasabah membayar dengan cara mengangsur sampai dengan lunas pada waktu yang telah diperjanjikan.

3)      Pembiayaan atas dasar prinsip Mudharabah

Pembiayaan ini bertujuan membina kerjasama antara pihak yang memiliki modal dana tetapi tidak memiliki modal kewirausahaan dalam suatu bidang usaha (bank) dengan pihak yang kekurangan modal dana tetapi memiliki modal kewirausahaan (nasabah).

4)      Pembiayaan atas dasar prinsip Musyarakah

Pembiayaan ini dilakukan oleh dua pemilik modal atau lebih untuk menjalankan suatu usaha proyek.

5)      Pembiayaan atas dasar prinsip Qardh ul Hasan

Pembiayaan ini ditujukan untuk menolong calon peminjam yang sedang terdesak memerlukan dana untuk tujuan konsumtif maupun produktif.

  1. Penghimpunan Dana

1)         Deposito atas dasar prinsip Mudharabah

Kesepakatan awal dibuat bukan atas bunga melainkan atas proporsi bagi hasil atas pengembangan dana deposito nasabah.

2)         Tabungan atas dasar prinsip Mudharabah

Kesepakatan awal dibuat bukan atas bunga melainkan atas proporsi bagi hasil atas pengembangan saldo rata – rata dana tabungan deposito nasabah.

3)         Giro atas dasar prinsip Wadiah

Kesepakatan awal dibuat bukan atas bunga melainkan atas proporsi bagi hasil atau bonus atas pengembangan saldo rata – rata dana tabungan deposito nasabah.

  1. J.      HASIL SURVEY BANK MUAMALAT
    1. 1.      Profil Singkat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk didirikan pada 24 Rabius Tsani 1412 H atau 1 Nopember 1991, diprakarsai oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Pemerintah Indonesia, dan memulai kegiatan operasinya pada 27 Syawwal 1412 H atau 1 Mei 1992. Dengan dukungan nyata dari eksponen Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) dan beberapa pengusaha Muslim, pendirian Bank Muamalat juga menerima dukungan masyarakat, terbukti dari komitmen pembelian saham Perseroan senilai Rp 84 miliar pada saat penandatanganan akta pendirian Perseroan. Selanjutnya, pada acara silaturahmi peringatan pendirian tersebut di Istana Bogor, diperoleh tambahan komitmen dari masyarakat Jawa Barat yang turut menanam modal senilai Rp 106 miliar.

  1. 2.      Kegiatan Usaha Bank Muamalat
    1. a.      TABUNGAN
    2.                                                            i.         Tabungan Muamalat

Tabungan syariah dalam mata uang rupiah yang akan meringankan transaksi keuangan Anda, memberikan akses yang mudah, serta manfaat yang luas.

Peruntukkan :

Perorangan usia 18 tahun ke atas

Fitur Unggulan :

  1. Gratis biaya administrasi untuk saldo rata-rata > Rp 2 juta
  2. Gratis tarik tunai di seluruh ATM Muamalat, ATM BCA/ Prima, ATM Bersama
  3. Fasilitas Debet di seluruh EDC merchant BCA/ Prima
  4. Dapat melakukan penyetoran di Kantor Pos (SOPP)
  5. Tanpa saldo minimum
  6. Fasilitas transaksi PhoneBanking 24 Jam hingga Rp 50 juta/ hari
  7. Gratis biaya penutupan rekening
  8. Transfer gratis antar rekening Bank Muamalat di semua layanan (kecuali di ATM BCA/ Prima, ATM Bersama)
  9. Limit tarik tunai di ATM hingga Rp 10 Juta/ hari

Fitur Umum :

  1. Berdasarkan prinsip syariah dengan akad mudharabah muthlaqah (bagi hasil)
  2. Biaya administrasi Rp 7.500 untuk saldo < Rp 2 juta
  3. Minimum setoran berikutnya : Rp 10.000

Manfaat :

  1. Mendapatkan kartu Shar-E
  2. Fasilitas MobileBanking dan PC Banking
  3. Mendapatkan bagi hasil bulanan
  4. Online di seluruh outlet Bank Muamalat
  5. Pilihan pembayaran zakat, infaq dan shodaqoh otomatis
  6. Pembayaran rekening
  7. Pembelian pulsa selular elektronik
  8. Aman dan terjamin

Syarat :

  1. WNI : KTP/SIM/Paspor yang masih berlaku
  2. WNA : Paspor/KIMS/KITAS
  3. Setoran pembukaan minimum : Rp 100.000
  1.                               ii.            Tabungan Pos

Tabungan Muamalat Pos, merupakan tabungan syariah dalam mata uang rupiah yang dikhususkan bagi Anda yang rutin bertransaksi di kantor pos.

Peruntukkan :

Perorangan usia 18 tahun ke atas

Fitur Unggulan :

  1. Gratis biaya administrasi
  2. Dapat melakukan penyetoran di Kantor Pos (SOPP)
  3. Gratis biaya penutupan rekening
  4. Transfer gratis antar rekening Bank Muamalat di semua layanan (kecuali di ATM BCA/ Prima, ATM Bersama)
  5. Limit tarik tunai hingga Rp 10 Juta/ hari

Fitur Umum :

  1. Berdasarkan prinsip syariah dengan akad mudharabah muthlaqah (bagi hasil)
  2. Penarikan tunai di seluruh ATM Muamalat, ATM BCA/ Prima, ATM Bersama
  3. Saldo perdana : Rp 40.000
  4. Minimum setoran berikutnya : Rp 10.000
  5. Biaya administrasi : Rp 2.000 (saldo rata-rata < Rp 100.000)

Manfaat :

  1. Mendapatkan kartu Shar-E Pos
  2. Fasilitas transaksi PhoneBanking 24 Jam
  3. Fasilitas MobileBanking dan PC Banking
  4. Fasilitas Kartu SHAR-e yang berfungsi sebagai kartu ATM & debit
  5. Mendapatkan bagi hasil bulanan
  6. Online di seluruh outlet Bank Muamalat
  7. Pilihan pembayaran zakat, infaq dan shodaqoh otomatis
  8. Pembayaran rekening telepon
  9. Pembelian pulsa selular elektronik
  10. Aman dan terjamin

Syarat :

  1. Warga Negara Indonesia
  2. KTP/SIM/Paspor yang masih berlaku
  3. Surat pengajuan dari organisasi atau perkumpulan selaku penanggungjawab
  4. Setoran pembukaan : Rp 50.000
  1.                             iii.            Tabungan Haji Arafah

Tabungan haji dalam mata uang rupiah yang dikhususkan bagi Anda masyarakat muslim Indonesia yang berencana menunaikan ibadah Haji

Peruntukkan :

Perorangan usia 18 tahun ke atas (secara individu atau kelompok)

Fitur Unggulan :

  1. Gratis asuransi jiwa
  2. Gratis biaya administrasi
  3. Gratis biaya penutupan rekening (jika setelah penyetoran porsi Haji)
  4. Gratis biaya penyetoran otomatis (autodebet) dari rekening Bank Muamalat lainnya
  5. Mendapatkan tabel perencanaan setoran

Fitur Umum :

  1. Berdasarkan prinsip syariah dengan akad wadiah (titipan)
  2. Minimum setoran berikutnya : Rp 50.000
  3. Biaya penutupan sebelum penyetoran porsi Haji : Rp 20.000
  4. Online dengan SISKOHAT Kementerian Agama
  5. Asuransi jiwa senilai selisih BPIH dengan saldo tabungan

Manfaat :

  1. Mendapatkan fasilitas tabel perencanaan setoran
  2. Layanan CallCenter 24 Jam
  3. Mendapatkan bonus
  4. Online di seluruh outlet Bank Muamalat
  5. Tersedia fasilitas Dana Talangan Porsi Haji hingga senilai Rp 24,5 juta
  6. Aman dan terjamin

Syarat :

  1. WNI : KTP/SIM/Paspor yang masih berlaku
  2. Setoran pembukaan minimum: Rp 250.000

Tabungan haji arafah plus

Tabungan haji dalam mata uang rupiah yang dikhususkan bagi Anda masyarakat muslim Indonesia yang berencana menunaikan ibadah Haji secara regular maupun plus.

Peruntukkan :

Perorangan usia 18 tahun ke atas (secara individu atau kelompok)

Fitur Unggulan :

  1. Gratis asuransi jiwa
  2. Gratis biaya administrasi untuk saldo > Rp 2,5 juta
  3. Gratis biaya penutupan rekening (jika setelah penyetoran porsi Haji)
  4. Gratis biaya penyetoran otomatis (autodebet) dari rekening Bank Muamalat lainnya

Fitur Umum :

  1. Berdasarkan prinsip syariah dengan akad mudharabah muthlaqah (bagi hasil)
  2. Minimum setoran berikutnya : Rp 100.000
  3. Biaya penutupan sebelum penyetoran porsi Haji : Rp 20.000
  4. Online dengan SISKOHAT Kementerian Agama
  5. Asuransi jiwa senilai selisih BPIH dengan saldo tabungan
  6. Asuransi kecelakaan dan darurat medis dengan premi terjangkau

Manfaat :

  1. Mendapatkan fasilitas tabel perencanaan setoran
  2. Layanan CallCenter 24 Jam
  3. Mendapatkan bagi hasil bulanan
  4. Online di seluruh outlet Bank Muamalat
  5. Tersedia fasilitas Dana Talangan Haji hingga senilai Rp 24,5 juta
  6. Aman dan terjamin

Syarat :

  1. WNI : KTP/SIM/Paspor yang masih berlaku
  2. Setoran pembukaan minimum : Rp 1.500.000

Tabungan muamalat umroh

Tabungan berencana dalam mata uang rupiah yang akan membantu Anda mewujudkan impian untuk berangkat beribadah Umroh.

Peruntukkan :

Perorangan usia 18 tahun ke atas

Fitur Unggulan :

  1. Gratis asuransi jiwa
  2. Bagi hasil yang optimal
  3. Gratis biaya administrasi
  4. Gratis biaya penutupan rekening (setelah mencapai target dana)
  5. Gratis biaya penyetoran otomatis (autodebet) dari rekening Bank Muamalat lainnya

Fitur Umum :

  1. Berdasarkan prinsip syariah dengan akad mudharabah muthlaqah (bagi hasil)
  2. Minimum setoran rutin (autodebet) : Rp 100.000
  3. Minimum setoran di luar rutin : Rp 100.000
  4. Biaya penutupan sebelum mencapai target dana : Rp 100.000
  5. Asuransi jiwa senilai Rp 20 juta

Manfaat :

  1. Mendapatkan fasilitas tabel perencanaan setoran
  2. Layanan CallCenter 24 Jam
  3. Mendapatkan bagi hasil bulanan
  4. Online di seluruh outlet Bank Muamalat
  5. Tersedia fasilitas Pembiayaan Umroh hingga plafond: Rp 35 juta
  6. Jaringan rekanan travel Umroh di seluruh Indonesia
  7. Aman dan terjamin

Syarat :

  1. WNI : KTP/SIM/Paspor yang masih berlaku
  2. Setoran pembukaan minimum : Rp 200.000

Tabunganku

Tabungan syariah dalam mata uang rupiah yang sangat terjangkau bagi Anda dan semua kalangan masyarakat serta bebas biaya administrasi.

Peruntukkan :

Perorangan usia 18 tahun ke atas

Fitur Unggulan :

  1. Gratis biaya administrasi untuk semua saldo
  2. Syarat pembukaan yang sangat ringan
  3. Dapat disetor di semua outlet Bank Muamalat

Fitur Umum :

  1. Berdasarkan prinsip syariah dengan akad wadiah (titipan)
  2. Saldo minimum : Rp 20.000
  3. Minimum setoran berikutnya : Rp 20.000
  4. Minimum penarikan : Rp 100.000
  5. Biaya rekening tidak aktif : Rp 2.000/bulan
  6. Biaya penutupan : Rp 20.000
  7. Transaksi melalui teller hanya dapat dilakukan di kantor cabang pembuka

Manfaat :

  1. Layanan CallCenter 24 Jam
  2. Mendapatkan bonus
  3. Online di seluruh outlet Bank Muamalat
  4. Pilihan pembayaran zakat, infaq dan shodaqoh otomatis
  5. Aman dan terjamin

Syarat :

  1. WNI : KTP/SIM/Paspor yang masih berlaku
  2. Pelajar : Menggunakan KTP/SIM/Paspor orang tua dan kartu pelajar
  3. Nama rekening menggunakan QQ
  4. Setoran pembukaan minimum : Rp 20.000

Tabungan Ummat

Tabungan syariah dalam mata uang rupiah yang memudahkan bermacam transaksi keuangan Anda dan memberikan hasil investasi yang optimal.

Peruntukkan :

Perorangan usia 18 tahun ke atas dan Institusi yang memiliki legalitas badan

Fitur Unggulan :

  1. Gratis tarik tunai di seluruh ATM Muamalat, ATM BCA/ Prima, ATM Bersama
  2. Bagi hasil yang lebih tinggi
  3. Transfer gratis antar rekening Bank Muamalat di semua layanan (kecuali di ATM BCA/ Prima, ATM Bersama)
  4. Limit tarik tunai di ATM hingga Rp 10 Juta/ hari

Fitur Umum :

  1. Berdasarkan prinsip syariah dengan akad mudharabah muthlaqah (bagi hasil)
  2. Saldo minimum : Rp 250.000
  3. Minimum setoran berikutnya : Rp 10.000
  4. Biaya administrasi : Rp 7.500
  5. Biaya penutupan : Rp 15.000

Manfaat :

  1. Fasilitas transaksi PhoneBanking 24 Jam
  2. Fasilitas MobileBanking dan InternetBanking
  3. Fasilitas Kartu SHAR-e yang berfungsi sebagai kartu ATM & debit
  4. Online di seluruh outlet Bank Muamalat
  5. Pilihan pembayaran zakat, infaq dan shodaqoh otomatis
  6. Pembayaran rekening telepon
  7. Aman dan terjamin

Syarat :

  1. WNI : KTP/SIM/Paspor yang masih berlaku
  2. WNA : Paspor/KIMS/KITAS
  3. Setoran awal minimum : Rp 100.000

Bancaassurance

    1. fulPROTEK

Perlindungan sepenuhnya melalui investasi murni syariah Merupakan kartu multiguna bertabungan dan memiliki manfaat asuransi syariah yang dapat digunakan untuk penarikan tunai (bebas biaya) di semua ATM di Indonesia (ATM Muamalat, ATM Bersama, ATM BCA/PRIMA) dan ATM yang tergabung dalam jaringan Malaysian Electronic Payment System (MEPS), antara lain Maybank, Hong Leong Bank, Southern Bank dan Affin Bank. Selain itu dapat digunakan sebagai kartu debit di semua merchant Debit BCA/PRIMA dan sekaligus sangat memungkinkan sebagai kartu anggota dalam sebuah organisasi.

Kenapa fulPROTEK?

  Kartu Multiguna dengan berbagai macam manfaat.

  Mudah untuk dimiliki (diseluruh pelayanan Takaful dan Bank Muamalat).

 Harga terjangkau bagi lapisan masyarakat manapun, dengan berbagai pilihan manfaat asuransi

  Diinvestasikan hanya untuk usaha halal dengan bagi hasil kompetitif.

  Tarik tunai bebas biaya melalui ATM diseluruh Indonesia.

  Fasilitas debit di merchant debit BCA/PRIMA.

  Transfer antar bank melalui ATM Bersama dan ATM BCA/PRIMA.

Kartu fulPROTEK menawarkan berbagai kemudahan meliputi :

  Kartu Multiguna yang berfungsi sebagai kartu asuransi, ATM dan debit.

  Mudah dimiliki (diseluruh pelayanan Takaful dan Bank Muamalat).

  Tarik tunai bebas biaya di semua ATM di Indonesia (ATM Muamalat, ATM Bersama, ATM BCA/PRIMA) dan ATM yang tergabung dalam jaringan Malaysian Electronic Payment System (MEPS), antara lain Maybank, Hong Leong Bank, Affin Bank dan Southern Bank.

 Harga terjangkau bagi lapisan masyarakat manapun, dengan berbagai pilihan manfaat asuransi.

  Diinvestasikan hanya untuk usaha halal dengan bagi hasil kompetitif.

  Akses debit di semua merchant Debit BCA/PRIMA.

  Kemudahan pembayaran premi melalui automatic debit dan phonebanking.

  Saldo dapat ditambah setiap saat melalui kantor Bank Muamalat dan seluruh kantor pos online (SOPP) di Indonesia.

  Saldo investasi dapat diketahui setiap saat melalui :

  Phonebanking

  ATM

  SMS Banking

  Muamalat Mobile Banking

  Bagi hasil dari investasi

  Manfaat asuransi lengkap meliputi:

  Santunan meninggal dunia

  Cacat tetap total atau sebagian karena kecelakaan

  Penggantian biaya perawatan

  Pengobatan karena kecelakaan

  Simple Underwriting & Instant Cover.

  Bagi hasil dari surplus underwriting (jika ada).

  Proteksi berlaku seluruh dunia.

Ketentuan kepesertaan

  Sehat jasmani-rohani dan tidak sedang dalam perawatan/pengobatan dari dokter atau tenaga medis lainnya.

  Untuk individu, usia maksimal 55 tahun dan untuk kelompok, usia maksimal 60 tahun.

 Calon peserta wajib mengisi dan menandatangani Formulir Aplikasi fulPROTEK dengan benar, jujur dan tidak menyembunyikan data apapun yang berkaitan dengan kesehatan calon Peserta.

  Tidak diperlukan pemeriksaan medis.

 Dalam hal tertentu, TAKAFUL INDONESIA berhak untuk menolak permohonan kepesertaan seseorang.

  Kepesertaan asuransi berlaku secara otomatis dan dapat diperpanjang setiap tahun.

 Apabila saldo rekening fulPROTEK pada saat perpanjangan asuransi tidak cukup untuk membayar premi, maka diberikan toleransi selama 30 hari kalender untuk pembayaran premi. Apabila saldo mencukupi langsung di-debet untuk pembayaran premi. Apabila masih tidak mencukupi, asuransi berakhir.

 

 

    1. Syariah Mega Covers

Merupakan kartu multiguna bertabungan dan memiliki manfaat asuransi syariah yang dapat digunakan untuk penarikan tunai (bebas biaya) di semua ATM di Indonesia (ATM Muamalat, ATM Bersama, ATM BCA/PRIMA) dan ATM yang tergabung dalam jaringan Malaysian Electronic Payment System (MEPS), antara lain Maybank, Hong Leong Bank, Southern Bank dan Affin Bank. Selain itu dapat digunakan sebagai kartu debit di semua merchant Debit BCA/PRIMA dan sekaligus sangat memungkinkan sebagai kartu anggota dalam sebuah organisasi.

  Kartu Multiguna dengan berbagai macam manfaat.

  Mudah untuk dimiliki (diseluruh pelayanan Mega Life & Mega Insurance cabang Syariah).

 Harga terjangkau bagi lapisan masyarakat manapun, dengan berbagai pilihan manfaat asuransi.

  Diinvestasikan hanya untuk usaha halal dengan bagi hasil kompetitif.

  Tarik tunai bebas biaya di semua ATM di Indonesia ( ATM Muamalat, ATM Bersama, ATM BCA/PRIMA ) dan ATM yang tergabung dalam jaringan Malaysian Electronic Payment System (MEPS), antara lain Maybank, Hong Leong Bank, Affin Bank dan Southern Bank.

  Akses debit di semua merchant Debit BCA/PRIMA.

  Transfer antar bank melalui ATM bersama dan ATM BCA/PRIMA.

  Kemudahan pembayaran premi melalui automatic debit dan phonebanking.

 Saldo dapat ditambah setiap saat melalui kantor Bank Muamalat dan seluruh kantor pos online (SOPP) di Indonesia.

  Saldo investasi dapat diketahui setiap saat melalui :

  Phonebanking

  ATM

  SMS Banking

  Muamalat Mobile Banking

  Bagi hasil dari investasi.

  Perlindungan extra manfaat.

  Fasilitas asuransi lengkap meliputi :

  Santunan meninggal dunia.

  Santunan meninggal dunia sebab kecelakaan.

  Cacat tetap total atau sebagian sebab kecelakaan.

  Penggantian biaya rawat inap.

  Pengobatan karena kecelakaan.

  Tabungan Wadi’ah Multiplan + Bonus.

  Perlindungan asset rumah dan mobil.

  Simple Underwriting & Instant Cover.

  Bagi hasil dari surplus underwriting (jika ada).

  Proteksi berlaku seluruh dunia.

 

    1. Ta’awun Card

Kartu multi fungsi, berfungsi sebagai kartu ATM, kartu Debit, kartu tabungan serta dapat digunakan untuk semua transaksi perbankan, kartu Asuransi serta beberapa fungsi lain (dikemudian hari)

Fasilitas dan Kelebihan :

  Memiliki semua fasilitas Shar-E

  Jaringan ATM Muamalat

  Jaringan ATM Bersama

  Jaringan ATM BCA

  Debit BCA

  BANKCARD

  Memberikan pilihan lengkap untuk program Asuransi yang memberikan perlindungan untuk seluruh Keluarga termasuk Asset

  Dan beberapa kerjasama lebih lanjut dengan pihak ke-tiga untuk memberikan manfaat tolong menolong bagi Nasabah.

 

    1. Fitrah Card

Fitrah Card adalah sebuah inovasi baru dari Bank Muamalat Indonesia, bekerjasama dengan Asuransi Jiwa Sinarmas.

Sebuah Kartu dengan berbagai macam fungsi, yaitu Kartu ATM, Kartu Debit dan transaksi perbankan lainnya, selain itu memiliki fungsi sebagai kartu diskon, juga berfungsi sebagai kartu Asuransi yang memberikan manfaat Asuransi Jiwa Berjangka, Asuransi Kecelakaan Diri, Asuransi Penyakit Kritis, Santunan Harian Rawat Inap serta produk investasi & proteksi (Unit Link).

Fasilitas & Keunggulan

  Memiliki semua fasilitas Shar-e

  Memperoleh diskon di lebih dari 3000 merchant seperti hotel, restaurant atau toko yang bertanda “Simas Card”, hanya dengan menunjukkan kartu Fitrah Card.

  Memperoleh manfaat Asuransi yang dapat mengcover kebutuhan yang beragam, yaitu :

  Proteksi penghasilan akibat meninggal dunia.

  Perlindungan Kesehatan, Penyakit Kritis dan Kecelakaan Diri.

  Tabungan Haji / Umrah plus santunan jika meninggal dunia.