Aktivitas dan Produk Perbankan


A.    Pengertian aktivitas Bank

Sebagai lembaga keuangan yang berorientasi bisnis, bank juga melakukan berbagai kegiatan. Sebagai lembaga keuangan, kegiatan bank sehari-hari tidak akan terlepas dari bidang keuangan. Kegiatan perbankan yang paling pokok adalah membeli uang dengan cara menghimpun dana dari masyarakat luas. Kemudian menjual uang yang berhasil dihimpun dengan cara menyalurkan kembali kepada masyarakat melalui pemberian pin­jaman atau kredit.

Dari kegiatan jual beli uang inilah bank akan memperoleh ke­untungan yaitu dari selisih harga beli (bunga simpanan) dengan harga jual (bunga pinjaman). Disamping itu kegiatan bank lainnya dalam rangka mendukung kegiatan menghimpun dan menyalurkan dana adalah memberikan jasa-jasa lainnya. Kegiatan ini ditujukan untuk memperlancar kegiatan menghimpun dan menyalurkan dana.

Kegiatan bank umum lebih luas dari bank perkreditan rakyat. Artinya produk yang ditawarkan oleh bank umum lebih beragam, hal ini disebabkan bank umum mempunyai kebebasan untuk menentukan produk dan jasanya. Sedangkan Bank Perkreditan Rakyat mempunyai keterbatasan tertentu, sehingga kegiatannya lebih sempit. Untuk le­bih jelasnya berikut ini akan dijelaskan kegiatan masing-masing jenis bank dilihat dari segi fungsinya.

 

 

 

B.     Aktivitas Bank umum

Bank umum atau yang lebih dikenal dengan nama bank komersil merupakan bank yang paling banyak beredar di Indonesia. Bank umum juga memiliki berbagai keunggulan jika dibandingkan dengan BPR, baik dalam bidang ragam pelayanan maupun jangkauan wilayah ope­rasinya. Artinya bank umum memiliki kegiatan pemberian jasa yang paling lengkap dan dapat beroperasi diseluruh wilayah Indonesia.

 

Dalam praktiknya ragam produk tergantung dari status bank yang bersangkutan. Menurut status bank umum dibagi kedalam dua jenis, yaitu bank umum devisa dan bank umum non devisa. Masing-masing status memberikan pelayanan yang berbeda. Bank umum devisa misalnya memiliki jumlah layanan jasa yang paling lengkap seperti dapat melakukan kegiatan yang berhubungan dengan jasa luar negeri. Sedangkan bank umum non devisa sebaliknya tidak dapat melayani jasa yang berhubungan dengan luar negeri.

 

Kegiatan bank umum secara lengkap meliputi kegiatan sebagai berikut :

  1. Menghimpun Dana (Funding)

Kegiatan menghimpun dana merupakan kegiatan membeli dana dari masyarakat. Kegiatan ini dikenal juga dengan kegiatan funding. Kegiatan membeli dana dapat dilakukan dengan cara menawarkan berbagai jenis simpanan. Simpanan sering disebut dengan nama reke­ning atau account. Jenis-jenis simpanan yang ada dewasa ini adalah:

  1. Simpanan Giro (Demand Deposit),

Simpanan giro merupakan simpanan pada bank yang penarik­annya dapat dilakukan dengan menggunakan cek atau bilyet giro. Kepada setiap pemegang rekening giro akan diberikan bunga yang dikenal dengan nama jasa giro. Besarnya jasa giro tergantung dari bank yang bersangkutan. Rekening giro biasa digunakan oleh para usahawan, baik untuk perorangan maupun perusahaannya. Bagi bank jasa giro merupakan dana murah ka­rena bunga yang diberikan kepada nasabah relatif lebih rendah dari bunga simpanan lainnya.

 

  1. Simpanan Tabungan (Saving Deposit)

Merupakan simpanan pada bank yang penarikan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan oleh bank. Penarikan tabungan di­lakukan menggunakan buku tabungan, slip penarikan, kuitansi atau kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Kepada pemegang rekening tabungan akan diberikan bunga tabungan yang meru­pakan jasa atas tabungannya. Sama seperti halnya dengan re­kening giro, besarnya bunga tabungan tergantung dari bank yang bersangkutan. Dalam praktiknya bunga tabungan lebih besar dari jasa giro.

 

  1. Simpanan Deposito (Time Deposit),

Deposito merupakan simpanan yang memiliki jangka wak­tu tertentu (jatuh tempo). Penarikannyapun dilakukan sesuai jangka waktu tersebut. Namun saat ini sudah ada bank yang memberikan fasilitas deposito yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat. jenis depositopun beragam sesuai dengan keinginan nasabah. Dalam praktiknya jenis deposito terdiri dari deposito berjangka, sertifikat deposito dan deposit on call.

 

  1.  Menyalurkan Dana (Lending)

Menyalurkan dana merupakan kegiatan menjual dana yang ber­hasil dihimpun dari masyarakat. Kegiatan ini dikenal dengan nama kegiatan Lending. Penyaluran dana yang dilakukan oleh bank dila­kukan melalui pemberian pinjaman yang dalam masyarakat lebih dikenal dengan nama kredit. Kredit yang diberikan oleh bank terdiri dari beragam jenis, tergantung dari kemampuan bank yang menya­lurkannya. Demikian pula dengan jumlah serta tingkat suku bunga yang ditawarkan.

Sebelum kredit dikucurkan bank terlebih dulu menilai kelayakan kredit yang diajukan oleh nasabah. Kelayakan ini meliputi berbagai aspek penilaian. Penerima kredit akan dikenakan bunga kredit yang besarnya tergantung dari bank yang menyalurkannya. Besar kecilnya bunga kredit sangat mempengaruhi keuntungan bank, mengingat keuntungan utama bank adalah dari selisih bunga kredit dengan bunga simpanan. Secara umum jenis-jenis kredit yang ditawarkan meliputi :

 

  1. Kredit Investasi,

Yaitu merupakan kredit yang diberikan kepada pengusaha yang melakukan investasi atau penanaman modal. Biasanya kredit jenis ini memiliki jangka waktu yang relatif panjang yaitu di atas 1(satu) tahun. Contoh jenis kredit ini adalah kredit untuk mem­bangun pabrik atau membeh peralatan pabrik seperti mesin-mesin.

  1. Kedit Modal Kerja,

Merupakan kredit yang digunakan sebagai modal usaha. Biasanya kredit jenis ini berjangka waktu pendek yaitu tidak.lebih dari 1 (satu) tahun. Contoh kredit ini adalah untuk membeli bahan baku, membayar gaji karyawan dan modal kerja lainnya.

  1. Kredit Perdagangan,

Merupakan kredit yang diberikan kepada para pedagang dalam rangka memperlancar atau memperluas atau memperbesar kegiatan perdagangannya. Contoh jenis-kredit ini adalah kredit untuk membeli barang dagangan yang diberikan kepada para suplier atau agen.

  1. Kredit Produktif,

Merupakan kredit yang dapat berupa investasi, modal keda atau perdagangan. Dalam arti kredit ini diberikan untuk diusahakan kembali sehingga pengembalian kredit diharapkan dari hasil usaha yang dibiayai.

  1. Kredit Konsumtif,

Merupakan kredit yang digunakan untuk keperluan pribadi mi­sainya keperluan konsumsi, baik pangan, sandang maupun pa­pan. Contoh jenis kredit ini adalah kredit perumahan, kredit kendaraan bermotor yang kesemuanya untuk dipakai sendiri.

  1. Kredit Profesi,

Merupakan kredit yang diberikan kepada para kalangan profe­sional seperti dosen, dokter atau pengacara.

 

  1.  Memberikan jasa- jasa Bank Lainnya (Services)

Jasa-jasa bank lainnya merupakan kegiatan penunjang untuk mendukung kelancaran kegiatan menghimpun dan menyalurkan dana. Sekalipun sebagai kegiatan penunjang, kegiatan ini sangat banyak memberikan keuntungan bagi bank dan nasabah, bahkan dewasa ini kegiatan ini memberikan kontribusi keuntungan yang tidak sedikit bagi keuntungan bank, apalagi keuntungan dari spread based semakin mengecil, bahkan cenderung negatif spread (bunga sim­panan lebih besar dari bunga kredit).

Semakin lengkap jasa-jasa bank yang dapat dilayani oleh suatu bank maka akan semakin baik. Kelengkapan ini  ditentukan dari permodalan bank serta kesiapan bank dalam menyediakan SDM yang handal. Disamping itu ,juga perlu didukung oleh kecanggihan teknologi yang dimilikinya. Dalam praktiknya jasa-jasa bank yang ditawarkan meliputi :

  1. Kiriman Uang (Transfer)

Merupakan jasa pengiriman uang lewat bank. Pengiriman uang dapat dilakukan pada bank yang sama atau bank yang berlainan. Pengiriman uang juga dapat dilakukan derigan tujuan dalam kota, luar kota atau luar negeri. Khusus untuk pengiriman uang keluar negeri harus melalui bank devisa. Kepada nasabah pengirim dikenakan biaya kirim yang besarnya tergantung dari bank yang bersangkutan. Pertimbangannya adalah nasabah bank yang bersangkutan (memiliki rekening di bank yang bersangkutan) atau bukan. Kemudian juga jarak pengiriman antar bank tersebut.

  1. Kliring (Clearing)

Merupakan penagihan warkat (surat-surat berharga seperti cek, bilyet giro) yang berasal dari dalam kota. Proses penagihan le­wat kliring hanya memakan waktu 1 (satu) hari. Besarnya biaya penagihan tergantung dari bank yang bersangkutan.

  1. Inkaso (Collection)

Merupakan penagihan warkat (surat-surat berharga seperti cek, bilyet giro) yang berasal dari luar kota atau luar negeri. Proses penagihan lewat inkaso tergantung dari jarak lokasi penagihan dan biasanya memakan waktu 1 (satu) minggu sampai 1 (satu) bulan. Besarnya biaya penagihan tergantung dari bank yang bersangkutan dengan pertimbangan jarak serta pertimbangan lainnya.

  1. Safe Deposit Box

Safe Deposit Box atau dikenal dengan istilah safe loket jasa pelayanan ini memberikan layanan penyewaan box atau kotak pengaman tempat menyimpan surat-surat berharga atau barang-­barang berharga milik nasabah. Biasanya surat-surat atau barang-­barang berharga yang disimpan di dalam box tersebut aman dari pencurian dan kebakaran. Kepada nasabah penyewa box di­kenakan biaya sewa yang besarnya tergantung dari ukuran box serta jangka waktu penyewaan.

  1. Bank Card (Kartu kredit)

Bank card atau lebih populer dengan sebutan kartu kredit atau juga uang plastik. Kartu ini dapat dibelanjakan di berbagaf tem­pat perbelanjaan atau tempat-tempat hiburan. Kartu ini juga dapat digunakan untuk mengambil uang tunai di ATM-ATM yang tersebar diberbagai, tempat yang strategis. Kepada pemegang kartu kredit dikenakan biaya iuran tahunan yang besarnya ter­gantung dari bank yang mengeluarkan. Setiap pembelanjaan memiliki tenggang waktu pembayaran dan akan dikenakan bunga dari jumlah uang yang telah dibelanjakan jika melewati tenggang waktu yang telah ditetapkan.

  1. Bank Notes

Merupakan jasa penukaran valuta asing. Dalam jual beli bank notes bank menggunakan kurs (nilai tukar rupiah dengan mata uang asing).

  1. Bank Garansi

Merupakan jaminan bank yang diberikan kepada nasabah dalam rangka membiayai suatu usaha. Dengan jaminan bank ini si peng­usaha memperoleh fasilitas untuk melaksanakan kegiatannya dengan pihak lain. Tentu sebelum jaminan bank dikeluarkan bank terlebih dulu mempelajari kredibilitas nasabahnya.

  1. Bank Draft

Merupakan wesel yang dikeluarkan oleh bank kepada para nasabahnya. Wesel ini dapat diperjualbelikan apabila nasabah membutuhkannya.

  1. Letter of Credit (L/C)

Merupakan surat kredit yang diberikan kepada para eksportir dan importir yang digunakan untuk melakukan pembayaran atas transaksi ekspor-impor yang mereka lakukan. Dalam tran­saksi ini terdapat berbagai macam jenis L/C, sehingga nasabah dapat meminta sesuai dengan kondisi yang diinginkannya.

  1. Cek Wisata (Travellers Cheque)

Merupakan cek perjalanan yang biasa digunakan oleh turis atau wisatawan. Cek Wisata dapat dipergunakan sebagai alat pem­bayaran diberbagai tempat pembelanjaan atau hiburan seperti hotel, supermarket. Cek Wisata juga bisa digunakan sebagai hadiah kepada para relasinya.

  1. Menerima setoran-setoran.

Dalam hal ini bank membantu nasabahnya dalam rangka me­nampung setoran dari berbagai tempat antara lain :

  1. Pembayaran pajak
  2. Pembayaran telepon
  3. Pembayaran air
  4. Pembayaran listrik
  5. Pembayaran uang kuliah

 

  1. Melayani pembayaran-pembayaran.

Sama halnya seperti dalam hal menerima setoran, bank juga melakukan pembayaran seperti yang diperintahkan oleh nasa­bahnya antara lain :

  1. Membayar Gaji/Pensiun/honorarium
  2. Pembayaran deviden Pembayaran kupon
  3. Pembayaran bonus/hadiah
  4. Bermain di dalam pasar modal.

Kegiatan bank dapat memberikan atau bermain surat-surat berharga di pasar modal. Bank dapat berperan dalam berbagai kegiatan seperti menjadi :

  1. Penjamin emisi (underwriter)
  2. Penjamin (guarantor)
  3. Wali amanat (trustee)
  4. Perantara perdagangan efek (pialang/broker)
  5. Pedagang efek (dealer)
  6. Perusahaan pengelola dana (invesment company)

 

 

  1. Produk Bank Negara Indonesia

Banyak produk bank umum yang telah kita ketahui, baik produk simpanan, ATM, kartu kredit,dan sebagainya. Produk yang ditawarkan pun tidak selalu sama di tiap bank. Berikut ini adalah daftar produk perbankan dari BNI antara lain:

 

  1. BNI Wirausaha

BNI-KREDIT USAHA RAKYAT (BNI-KUR)

BNI-Kredit Usaha Rakyat adalah fasilitas kredit s/d Rp.500 juta yang diberikan untuk usaha produktif dalam bentuk kredit modal kerja dan kredit investasi dengan jangka waktu kredit maksimal s/d 5 tahun.

Keunggulan :

  1. Proses lebih cepat dengan persyaratan mudah
  2. Suku bunga bersaing dengan jangka waktu hingga 5 tahun
  3. Plafond hingga maksimal Rp.500 juta

Persyaratan umum :

  1. Warga Negara Indonesia (WNI)
  2. Usaha telah berjalan minimal 1 tahun
  3. Mengisi formulir aplikasi dengan melampirkan fotokopi :
  4. Kartu keluarga (KK) dan KTP suami isteri
  5. Surat Nikah (bagi yang telah menikah)
  6. Surat ijin usaha (SIUP, TDP, HO dan SITU) atau surat keterangan kelurahan/ kecamatan
  7. NPWP untuk kredit di atas Rp.50 Juta.

 

  1. BNI Taplus

Keunggulan

  1. Bunga BNI TAPLUS dihitung atas dasar saldo harian. Penarikan tunai melalui teller tidak dibatasi jumlahnya, sedangkan melalui ATM BNI sebesar Rp. 5 juta per hari.
  2. Penyetoran dan pengambilan dapat dilakukan di semua cabang/capem BNI.
  3. Dapat dipakai sebagai agunan kredit (Cash Collateral Credit).
  4. TAPLUS dapat digunakan untuk pembayaran listrik, telepon, pajak dan KPR melalui BNI. Dapat dipakai sebagai alat pembayaran di toko-toko (merchant) yang memasang logo Master Card.
  5. Dapat diikutkan dalam program hadiah, apabila BNI akan memberikan hadiah kepada penabung TAPLUS.

 

Persyaratan

  1. KTP (domisili se-kab/kodya dengan cabang BNI tempat membuka rekening), atau dibuktikan dengan surat keterangan domisili/kerja jika tidak sama.
  2. Setoran awal Rp 500.000 (jabodetabek) atau Rp 250.000 (luar jabodetabek)
  3. Untuk mendapatkan BNI Card, biaya Rp 10.000,-
  4. Saldo minimal Rp 150.000,-
  5. Biaya Pengelolaan Rekening  Rp. 10.000 / rekening per bulan
  6. Biaya administrasi untuk saldo di bawah minimal Rp 15.000,- / rekening per bulan

 

Peserta

  1. Perorangan (kalangan profesi, karyawan, ibu rumah tangga, mahasiswa/pelajar dan warga masyarakat lainnya).
  2. Perusahaan kecil (toko, rumah makan, bengkel, PD, UD dsb), PT Bank Perkreditan Rakyat “Swadharma” (BPR Swadharma)
  3. Koperasi Pegawai Negeri (KPN) berdasarkan kerjasama BNI dengan Bank Kesejahteraan Ekonomi.
  4. Badan usaha lainnya yang disetujui direksi BNI.

 

 

  1. BNI TAPPA (TAPLUS PEGAWAI/ANGGOTA)

Pengertian

  1. BNI Taplus Pegawai/Anggota (BNI TAPPA) adalah tabungan yang diberikan kepada pegawai/anggota
  2. Perusahaan/Lembaga/Assosiasi/Organisasi Profesi yang bekerjasama dengan BNI yang berfungsi sebagai sarana tabungan.
  3. Kartu Pegawai/Kartu Anggota (KP/KA) adalah Kartu ATM yang dapat

berfungsi sebagai kartu identitas anggota/pegawai Perusahaan/Lembaga/Asosiasi/Organisasi Profesi.

  1. Nasabah adalah pegawai/anggota Perusahaan/Lembaga/Asosiasi/Organisasi yang telah menjalin

kerjasama dengan BNI.

 

Persyaratan yang harus dipenuhi bagi kepemilikan BNI TAPPA sebagai berikut :

  1. Tabungan Pegawai/Anggota diberikan kepada pegawai/anggota Perusahaan, Lembaga, Asosiasi, Organisasi yang mengadakan kerjasama dengan BNI yang telah didudukkan dalam Perjanjian Kerjasama (PKS) antara BNI dengan Perusahaan, Lembaga, Asosiasi, Organisasi tersebut.
  2. Pegawai/Anggota dari Perusahaan/Lembaga/Assosiasi/Organisasi Profesi yang telah menandatangani Perjanjian Kerjasama (PKS) antara pihak Perguruan Tinggi/Perusahaan/Lembaga/Assosiasi/Organisasi Profesi dan cabang BNI yang bersangkutan.
  3. Melakukan setoran pertama untuk pembukaan rekening yang besarnya sesuai dengan Perjanjian Kerjasama (PKS).
  4. Setoran selanjutnya minimal Rp. 5.000,-
  5. Harus memelihara saldo minimum yang besarnya sama dengan yang ditetapkan dalam Perjanjian Kerjasama (PKS).

 

Manfaat

  1. Sebagai Kartu Identitas yang dapat digunakan untuk keperluan berbagai aktivitas sehari-hari di lingkungan Institusi.
    1. BNI TAPMA (TAPLUS MAHASISWA)
  1. Meningkatkan “rasa memiliki/kebanggaan” terhadap institusi dengan memiliki Kartu Identitas yang prestise.
  2. Meningkatkan Image, karena Kartu dapat digunakan untuk berbagai macam kebutuhan dan dapat bertransaksi di ribuan jaringan ATM BNI, ATM bersama dan Link serta fasilitas BNI Internet banking, BNI Phone Banking dan BNI SMS banking

Pengertian

  1. BNI Taplus Mahasiswa (BNI TAPMA) adalah tabungan yang diberikan kepada para mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri/Swasta (PTN/PTS) yang bekerjasama dengan BNI yang berfungsi untuk menampung keperluan pembayaran SPP dan atau lainnya.
  1. Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) adalah Kartu ATM yang dapat berfungsi sebagai kartu identitas mahasiswa.
  2. Nasabah adalah mahasiswa dari Perguruan Tinggi Negeri/Swasta (PTN/PTS) yang telah menjalin kerjasama dengan BNI.

Persyaratan yang harus dipenuhi bagi kepemilikan BNI TAPMA sebagai berikut :

  1. Tabungan Mahasiswa diberikan kepada mahasiswa PTN/PTS yang mengadakan kerjasama dengan BNI yang telah didudukkan dalam Perjanjian Kerjasama (PKS) antara BNI dengan PTN/PTS tersebut.
  1. Mahasiswa dari Perguruan Tinggi yang telah menandatangani Perjanjian Kerjasama (PKS) antara pihak Perguruan Tinggi dan cabang BNI yang bersangkutan.
  2. Melakukan setoran pertama untuk pembukaan rekening yang besarnya sesuai dengan Perjanjian Kerjasama (PKS).
  3. Setoran selanjutnya minimal Rp. 5.000,-
  4. Harus memelihara saldo minimum yang besarnya sama dengan yang ditetapkan dalam Perjanjian Kerjasama (PKS).

Manfaat

  1. Sebagai Kartu Identitas yang dapat digunakan untuk keperluan berbagai aktivitas sehari-hari di lingkungan Universitas seperti: Absensi, Akses Door dll
    1. BNI Griya
  1. Meningkatkan “rasa memiliki/kebanggaan” terhadap institusi dengan memiliki Kartu Identitas yang prestise
  2. Meningkatkan Image, karena Kartu dapat digunakan untuk berbagai macam kebutuhan dan dapat bertransaksi di ribuan jaringan ATM BNI, ATM bersama dan Link serta fasilitas BNI Internet Banking, BNI Phone Banking dan BNI SMS banking.

Adalah fasilitas kredit untuk pembelian/pembangunan/renovasi rumah tinggal, rumah susun, ruko, rukan, apartemen dan rumah peristirahatan (villa) atau untuk pembelian kavling/tanah matang di real estate, kavling pemerintah atau swasta.

Fasilitas

Minimal kredit Rp 10 juta dan maksimal Rp 5 miliar

Manfaat:

  1. Bebas milih lokasi rumah / kavling idaman.
  1. Fleksibel, jangka waktu pembayaran maksimal 20 tahun atau disesuaikan dengan kemampuan pembayaran.

Persyaratan

  1. Warga Negara Indonesia.
    1. BNI iB Trade Finance
  1. Berpenghasilan tetap, masa kerja minimal 2 tahun.
  2. Usia minimal 21 tahun dan pada usia 55 tahun kredit sudah lunas, khusus pensiunan usia 65 tahun kredit sudah lunas.
  3. Self financing minimal 10% dari harga tanah berikut rumah yang akan dibiayai dan self financing dapat berupa tanah yang telah dimiliki.
  4. Mengisi formulir dan melengkapi dokumen penunjang.

BNI memiliki jaringan korespondensi yang luas sehingga memudahkan nasabah untuk bertransaksi dengan mitra usaha di seluruh dunia. BNI Trade Finance Syariah meliputi L/C, SKBDN dan Bank Garansi. Dengan reputasi BNI yang telah dikenal baik di dunia usaha, BNI Garansi Bank Syariah dapat meningkatkan kepercayaan mitra usaha nasabah institusi. Bagi perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi umumnya membutuhkan adanya Surat Keterangan Bank yang diperlukan sebagai syarat dalam tender BNI Syariah menerbitkan Surat Keterangan Bank yang dapat mendukung kredibilitas perusahaan karena BNI Syariah sebagai Bank dengan mayoritas saham dimiliki oleh pemerintah akan memberi kesan/ image positif bagi pemilik proyek.

Keunggulan:

  1. Rasa tenteram dan tenang karena pembiayaan syariah terhindar dari transaksi ribawi. Bagi pengusaha yang sangat memperhatikan aspek syariah dapat menggunakan pembiayaan ini, karena setiap produk yang diluncurkan akan melalui prosedur persetujuan Dewan Pengawas Syariah dan dalam aplikasinya akan secara periodik dipantau nilai syar’i nya.
    1. BNI Simponi
  1. Akad murabahah akan memudahkan dalam mengelola keuangan karena jumlah yang diangsur tetap selama masa pembiayaan.
  2. Dengan akad mudharabah/musyarakah akan memberikan rasa keadilan.
  3. Setoran dapat dilakukan di seluruh kantor Cabang BNI
  4. Variasi produk keuangan Syariah yang lengkap untuk mendukung kegiatan usaha.
  5. Pembiayaan dapat diberikan dalam mata uang Rupiah dan USD.
  6. Mampu membiayai permohonan dengan nominal sama dengan Bank korporasi lainnya.

BNI SIMPONI (Simpanan Pensiun BNI)

Adalah layanan program pensiun yang diselenggarakan oleh Dana Pensiun Lembaga Keuangan BNI dan bisa diikuti oleh semua lapisan masyarakat apapun profesinya, baik sebagai pegawai negeri, karyawan BUMN / BUMD, perusahaan swasta ataupun Anda yang berprofesi sebagai notaris, akuntan, dolkter, pedagang konsultan, petani maupun mahasiswa dan sebagainya.

Cara Mudah Menjadi Peserta

Anda dapat menghubungi Kantor Cabang BNI terdekat dengan membawa fotocopy KTP serta membayae iuran minimal sebesar Rp.50.000,- Anda langsung menjadi peserta BNI Simponi.

Manfaat BNI SIMPONI

  1. Pensiun Normal

Manfaat Pensiun diberikan kepada peserta pada saat mencapai usia pensiun yang ditetapkan peserta pada awal masa kepesertaan.

  1. Pensiun Dipercepat

Manfaat Pensiun diberikan kepada peserta yang minimal berusia 10 (sepuluh) tahun sebelum usia pensiun normal dan berhenti dari kepesertaan.

  1. Pensiun Cacat

Manfaat Pensiun cacat dibayarkan kepada peserta yang mengalami cacat tetap dan tidak dapat melanjutkan iurannya.

  1. Pensiun Meninggal Dunia.

Apabila peserta meninggal dunia sebelum Usia Pensiun Normal, manfaat Pensiun dibayarkan kepada janda/duda atau ahli waris peserta.

 

Keuntungan Bagi Peserta

  1. Dapat membayar iuran secara fleksibel, baik jumlah maupun frekuensinya.
  1. Iuran yang disetorkan berikut hasil pengembangannya mendapat fasilitas pajak ( pajak ditunda ) selama dalam masa kepesertaan.
  2. Dapat menentukan arahan investasi dananya, serta memperoleh ” return yang optimal “
  3. Dengan penghasilan yang terbatas berpeluang memperoleh pembayaran Manfaat Pensiun secara berkala bulanan seumur hidup.
  4. Dana peserta akan dikembangkan dan hasil pengembangannya diperhitungkan secara harian.

Usia Pensiun

Usia pensiun normal yang ditawarkan BNI SIMPONI minimal 45 tahun.
Mudahnya Melakukan Setoran

  1. Setoran iuran pensiun dapat dilakukan secara tunai atau cash di seluruh Kantor Cabang BNI terdekat.
  1. Transfer dari Bank lain.
  2. Setoran iuran pensiun dapat juga dilakukan melalui fasilitas Auto Debet dari rekening tabungan atau giro di BNI.
  3. Setoran iuran dapat dilakukan melalui layanan fasilitas Phone Banking BNI.

Tanda Bukti Kepesertaan

Setiap peserta baik peserta mandiri / perorangan maupun peserta kelompok / kolektif setiap saat dapat mengetahui jumlah saldo dana peserta melalui Buku Tabungan BNI SIMPONI.\

Computerize & Online

Seluruh aktivitas BNI Simponi dari pembukaan rekening, pembayaran iuran, penarikan dana dan informasi saldo dana sampai proses pensiun dapat dilakukan di semua Kantor Cabang BNI di seluruh Indonesia dengan fasilitas On Line System.

Mudahnya Memperoleh Manfaat Pensiun

Proses pencairan manfaat pensiun dapat dilakukan memalui seluruh Kantor Cabang BNI terdekat dengan menyampaikan :

  • Buku BNI Simponi (Asli).
  • Fotocopy KTP.
  • Fotocopy Kartu Keluarga
  • Mengisi Surat Kuasa Bermeterai