Akuntansi sektor publik


Pengertian akuntansi sektor public (buku mardiasmo)

Dari sudut pandang ekonomi, sektor publik dapat dipahami sehingga suatu entitas yang aktivitasnya berhubungan dengan usahauntuk menghasilkan barang dan pelayananan publik dalam rangka memenuhi kebutuhan dan hak publik.

Para pengambil keputuan membutuhkan informasi untuk menjalankan aktivitas dimasing-masing bidang. Laporan keungan merupakan hasil akhir dari proses akuntansi, adalah salah satu sumber informasi yang disusun oleh organisasi. Mengingat betapa pentingnya organisasi nirlaba, khususnya organisasi sektor publik yang benyak bergerak dalam aktivitas layanan umum, perlu dibentuk akuntansi tersendiri  sebagai service activity yang menyediakan informasi dalam rangka pengelolaan keuangan negara yang dikelola pemerintah. Berikut ini merupakan faktor-faktor yang menyebabkan perlunya prinsip-prinsip pemerintah:

  1. Karakteristik organisasi sektor publik berbeda dengan karakteristik organisasi sektor swasta.
  2. Lingkungan organisasi sektor publik berbeda dengan lingkungan sektor swasta.
  3. Kepatuhan terhadap undang-undang dan peraturan lainnya harus dapat ditunjukkan dalam laporan keuangan organisasi sektor publik, sedangkan dalam organiasi sektor swasta tidak demikian halnya.

Karakteristik organisasi sektor publik (dari buku bardric siregar)

Dibandingkan dengan organisasi lain, organisasi sektor publik memiliki karakteritik unik yaitu:

  1. Motif mencari laba bukan merupakan orientasi utama. Karena orientasi utama adalah peningkatan mutu layanan ,sehingga laba bukan merupakan  orientasi utama yang ingin dicapai sehingga tidak diadakan penghitungan dan pelaporan laba.
  2. Dimiliki secara kolektif oleh masyarakat, dan kepemilikan tidak dibuktikan dalam bentuk saham yang dapat diperjualbeliakan. Karena segala yang bersifat pribadi tidak ditemui dalam organisasi sektor publik.
  3. Sumber keuangan yang diberikan warga negara tidak secara langsung berhubungan dengan jasa yang diberikan oleh pemerintah. Misalnya warga negara membayar pajak  kepada pemerintah, warga negara tersebut tidak secara langsung memperoleh layanann dari pemerintah.

 

 

Sifat dan karakteristik akuntansi sektor publik (buku mardiasmo)

Organisasi sektor publik dibentuk umumnya untuk menjalankan aktivitas layanan terhadap masyarakat luas. Aktivitas yang dilaksanakan organisasi pemerintahan semata-mata untuk menyediakan layanan dan kemampuan untuk meningkatkan layanan dimasa yang akan datang.

Dalam beberapa hal akuntansi sektor publik berbeda dengan akuntansi pada sektor swasta. Perbedaan sifat dan karakteristik akuntansi tersebut disebabkan karena adanya perbedaan lingkungan yang mempengaruhi. Komponen lingkungan yang mempengaruhi organisasi sektor publik yang meliputi faktor-faktor berikut ini:

  1. Faktor ekonomi

Faktor ekonomi yang mempengruhi organisasi sektor publik antara lain:

1)      Pertumbuhan ekonomi

2)      Tingkat inflasi

3)      Pertumbuhan pendapatan per kapita (GNP/GDP)

4)      Stuktur produksi

5)      Tenaga kerja

6)      Arus modal dalam negeri

7)      Cadangan devisa

8)      Nilai tukar mata uang

9)      Utang dan bantuan luar negeri

10)  Infratuktur

11)  Teknologi

12)  Kemiskinan dan kesenjangan ekonomi

13)  Sektor informal.

  1. Faktor politik

Faktor politik yang mempengaruhi sektor publik antara lain:

1)      Hubungan negara dan masyarakat

2)      Legitimasi pemerintah

3)      Tipe rizet yang berkuasa

4)      Ideologi negara

5)      Elit politik dan massa

6)      Jaringan internasional

7)      Kelembagaan

  1. Faktor kultural

Faktor kultural yang mempengaruhi sektor publik antara lain:

1)      Keragaman suku, ras, agama, bahasa, dan budaya

2)      Sistem nilai dan masyarakat

3)      Historis

4)      Sosiologi masyarakat

5)      Karakteristik masyarakat

6)      Tingkat pendidikan

  1. Faktor demografi

Faktor demografi yang mempengaruhi sektor publik antara lain:

1)      Pertumbuhan penduduk

2)      Struktur usia penduduk

3)      Migrasi

4)      Tingkat kesehatan

Karakteristik akuntansi sektor publik (dari buku bardric siregar)

Terdapat dua jenis batasan hukum dan adminitrasi yang ditekankan dalam proses akuntansi dan pelaporan keungan organisasi sektor public, yaitu:

Penggunaan dana

Dana dalam akuntansi sektor publik bukan merupakan jumlah aktiva yang disisihkan untuk tujuan tertentu, melainkan merupakan kesatuan akuntansi dan fiskal yang seperangkat akun yang berimbang sendiri untuk mencatat kas dan sumber keuangan lain, bersama-sama dengan utang dan saldo ekuitas, serta perubahan-perubahan yang terjadi untuk mencapi tujuan tertentu sesuai dengan peraturan perundangan dan batas lainnya. Terdapat dua jenis kesatuan akuntansi dana (fund accounting entity) yang digunakan organisasi sektor publik yaitu:

Dana belanja (pemerintahan)

Dana belanja digunakan untuk mempertanggungjawabkan aktivitas belanja yaitu aktiva lancara, utang lancar, perubahan keduanya dan saldo dana. Dimaksudkan dana ini digunakan untuk akuntansi aktivitas nirlaba (nonkomersial)

  1. Dana nonbelanja (dana kepemilikan)

Dana non belanja digunakan untuk mempertanggungjawabkan aktivitas non belanja.

Dimaksudkan dana ini digunakan untuk akuntansi aktivitas bisnis (komersial)

  1. Peranana anggaran

Yang membedakan anggaran pada sektor public dengan sector swasta adalah terlatak pada pencatatan akuntansi. Dalam sektor publik, yang menggunakan akuntansi dana, anggaran merupakan bagian integral yang tidak dapat dipisahkan dari siklus akuntansi. Sehingga dilakukan pencataatn pembentukan dan realisasi anggaran yang lebih formal.

Persamaan dan perbedaan konsep antara akuntansi sektor publik dengan akuntansi sektor swasta:

No. Konsep Akuntansi Sektor Swasta

 

Akuntansi Sektor Publik
 1.  

Kesatuan akuntansi

Perusahaan merupakan satu kesatuan akuntansi, tanpa memendang besar kecilnya perusahaan Setiap dana merupakan satu kesatuan yang saling terpisah antara satu dana dengan lainn
2.  

Penandingan pendapatan dengan Biaya

Pendapatan suatu periode ditandingkan dengan biaya periode tersebut untuk menentukan laba periode. Pendapatan suatu periode anggaran tertentu ditandingkan dengan belanja periode anggaran terebut untuk menentukan perubahan saldo dana.
3.  

Periodisasi

Periode pelaporan keungan harus dipotong-potomg dengan menyusun laporan keungan setiap periode untuk mengetahui keberhasilan laba periode tersebut. Konsep periodisasi hanya relevan dengan dana yang bersifat nonbelanja (komersial), sedangakan untuk dana belanja konsep ini kurang relevan.
4.  

Kelangsungan hidup

Organissai dianggap hidup terus menerus dan tidak ada maksud untuk dibubarkan. Kelangsungan hidup hanya relevan untuk dana yang bersifat nonbelanja, sedangakan untuk dana belanja konsep ini kurang relevan.

Ruanglingkup akuntansi sektor public (dari buku bardric siregar)

Bidang yang dikelola pemerintah umumnya berkaitan dengan penyediaan barang atau jasa yang vital bagi masyarakat. Namun, selain layanan umum, pemerintah juga melaksnd acanakan aktivitas penyedian barang atau jasa seperti yang dilakukan sektor swasta. Disamping perbedaan bidang yang dikelola, dalam bebrepa hal sector public dan sektor swasta memiliki persamaan, yaitu:

  1. Merupakan bagian integral sitem ekonomi yang menggunakn sumber-sumber yang sama untuk menvapai tujuan.
  2. Sama-sama memperoleh dan mengguankan sumber-sumber yang langka untuk menghailkan barang atau jasa.
  3. Melakukan analisis biaya, pengendalian evaluasi aktivitas untuk menjamin sumber keungan dikelola secara ekonomis, efektif dan efisien.
  4. Dalam beberapa hal, dapat pula menghasilkan produk yang sama.

Value For Money (buku mardiasmo)

Value For Money merupakan konsep pengelolaan organisasi sector public yang mendasar pada tiga elemen utama, yaitu:

1.       Ekonomi: pemerolehan input dengan kualitas dan kuantitas tertentu pada hargayang terendah. Ekonomi merupakan perbandingan input dengan input value yang dinyatakan dalam satuan  moneter.

2.      Efisiensi: merupakan perbandingan output/input yang dikaitkan dengan standar kinerja atau target yang telah ditetapkan.

3.      Efektivitas: tingkat pencapaian program dengan target yang ditetapkan.

Manfaat implementasi konsep value for money pada organisai sector public antara lain:

  1. Meningkatkan efektivita public, dalam arti pelayanan yang diberikan tepat sasaran,
  2. Meningkatkan mutu pelayanan public,
  3. Menurunkan biaya pelayanan public karena hilangnya inefisiensi dan terjadi penghematan dalam pengguanaan input,
  4. Alokasi belanja yang lebih berorientasi pada kepentingan public,
  5. Meningkatkan kesadaran akan uang public sebagai akra pelaksanaan akuntabilitass public.

 

Daftar Pustaka

Siregar, Baldric, Siregar, Bonni. 1998. Akuntansi Pemerintahan. Yogyakarta: Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN

Mardiasmo. 2002. Akuntansi Sektor Publik.  Yogyakarta: Penerbit Andi