penyunan alat evaluasi


Penyusunan alat evaluasi

Syarat menyusun alat evaluasi

Membuat alat evaluais tidak mudah, sebab pertanyaan merupakan alat untuk melihat perubahan kemampuan tingkah laku siswa setelah ia menerima pengajaran dari guru. Alat evaluais yang salah akan menggambarkan kemapuan atau tingkah laku yang salah.  Oleh karena itu teknik penyususnan alat evaluais penting dipertimbangkan agar memperoleh hasil yang obyektif. Bebrapa syarat dan petunjuk yang perlu diperhatikan dalam menyusun alat evaluasi, ialah:

  1. Harus menetapkan dulu segi-segi yang akan dinilai, sehingga betul-betul terbatas serta dapat memberi petunjuk bagaimana dan dengan alat apa segi tersebut dapat kita evaluasi.
  2. Harus menetapkan alat evaluasi yang betul-betul valid dan reliable, artinya tahap ketetapan dan ketepatan tes sesuai dengan aspek yang akan dites.
  3. Evaluasi harus obyektif, artinya menilai prestasi siswa sebagaimana mestinya.
  4. Hasil evaluasi tersebut harus betul-betul diolah dengan teliti sehingga dapat ditafsirkan berdasarkan kriteria yang berlaku,
  5.  Alat evaluais yang dibuat hendaknya mengandung unsur diagnosis, artinya dapat dijadikan bahan untuk mencari kelemahan siswa belajar dan guru mengajar.

Beberapa hal yang harus diperhatikan guru atau pengajar dalam melaksanakan evaluasi, antara lain:

  1. Penilaian harus dilakasnakan secra berlanjut, artinya setiap saat di adakan penilaian sehingga diperoleh suatu gambaran yang obyektif mengenai kemapuan siswa.
  2. Dalam proses mengajar  dan belajar peniali dapat melaksanakan dalam tiga tahap, yaitu:

–         Pre-test, artinya tes pada siswa sebelum pelajaran dimulai atau sebelum proses pengajaran dilaksanakan.

–         Mid-test, artinya tes yang diberikan pada pertengahan program pengajaran.

–         Post-tes, artinya tes yang diberikan setelah proses pengajaran berakhir.

  1. Penialiana dilakuakn bukan hanya di dalam kelas melainkan juga diluar kelas, lebih-lebih pada aspek tingkah laku.
  2. Untuk memperoleh gambarab obyektif, penilaian jangan hanya tes tetai perlu dipergunakan jenis non tes.

Penyusunan alat evaluasi dan pengolahanya.

Keahlian dan kecakapan membuat alat evaluais merupakna sutu pernyataan mutlak yang harus dimiliki oleh guru. Dengan soal yang baik dan tepat akan diperoleh gambaran prestasi seoarang siswa, demikian pula sebalikanya. Berikut ini merupakan petunjuk umum penyususnan alat evaluasi, yaitu:

  1. Tes esai

Siswa diminta menjawab pertanyaan dengan penjelasan dengan menggunakan kalimat sendiri. Oleh karena itu sifatnya sanagn subyektif. Namuan dalamtes ini dapat menilai proses mental yang tinggi, terutapa dalam kesanggupan meyusun jawaban, berekspesi, kesangguapan menggunakan bahasa dan lain-lain. Terdapat dua macam tes ini, yaitu:

1)    Uaraian bebas (free essay) dalam bentuk ini siwa akan menjawab secara bebas tentang suatu masalah yang ditanyakan. Kelemahan bentuk ini adalah sukar menentukan standar jawabanya, sebab jawaban siswa sifatnya beraneka ragam.

2)    Uraiana yang terbatas (limited essay)  dalam bentuk ini jawaban siswa dibatasi dan diarahkan kepada hal yang akan diminta dari pertanyan tersebut. Pertyanan jenis edua lebih mudah memeriksanya sebab sudah ditetapkan standarnya. Aspek yang perlu diungkapkan pada tes ini umunya meliputi:

–         Mengenal fakta

–         Membandingkan

–         Mencari sebab dan akibat

–         Mencari contoh

–         Membuat penggolongan

–         Diskusi, kritik dan saran

–         Mengemukakan pendapat baru dan lain-lain yang dianggap perlu.

Cara memeriksa dan menilai tes esai

1)    Tetapkan dulu kunci jawaban standar

2)    Periksa soal demi soal untuk setiap oaring. Artinya jangan periksa seoarang demi seoarang semua soal, tetapi satu nomer setiap nomer.

3)    Sediakan waktu yang cukup untuk memeriksanya, jangan dipaksa memeriksa sekaligus.

4)    Teknik memberikan angka, sebaikanya menggunakan weight system, artinya memberikan angka untuk setiap nomer tidak sama tergantung kepada tingkat kesukaran yang dimiliki soal tersebut.

  1. Jenis tes obyektif

1)    Bentuk benar/salah (true/false)

Bentuk test yang ditanyakan tinggal memilih jawaban di antara benar dan salah. Tidak ada pilihan lain. Bentuk benar/salah ada dua cara, yaitu:

–         Dengan koreksi: siswa harus membetulkan bila jawabanya salah

–         Tanpa koreksi; meskipun jawaban itu slah tidak perlu siswa membetulkanya.

Iten benar salah dimulai dengan petunjuk pengerjaan sebagai berikut:

–         Lingkarilah huruf B bila peranyataan itu betul dan lingkari huruf S bila pernyataan itu salah (untuk jenis tanpa koreksi)

–         Lingkarilah huruf B bila pertanyaan itu betul dan lingkarilah huruf S, bila pernyataan itu salah. Bila saudara melingkari huruf S, betulakanlah kata/kalimat yang diberi garis dibawah ini ( untuk jenis benar salah dengan koreksi)

Petunjuk membuat item bentuk benar-salah, yaitu:

a)     Pertanyaan hendaknya jangan meragukan siswa artinya siswa merasa ragu apakah pertanyaan itu benar atau salah.

b)    Dalam salah satu pertanyaan diusahakan hanya mengunakan  satunpengertian yang diminta, jangan memasukkan lebih dari satu pengertian yang berbeda.

c)     Hindari pengunaan kata-kata yang pasti dan ekstrim. Mislanya: tidak, pasti, sangat tepat, sama sekali, hanya satu-satunya dan sebagainya.

d)    Jawaban soal jangan diatur secra sistematik sehingga bisa ditebak.

 

S=R-W

 

Rumus untuk mencari score akhir bentuk benar salah ialah:

S =  Score yang diperoleh (Raw Score)

R = Right (jawaban yang benar)

W = Wrong (jawaban yang salah)

2)    Pilihan ganda (multiple choice)

Tes bentuk ini menyediakan kemungkian jawaban yang harus dipilih dari dua alternative, baiasanya 4 alternatif. Tugas siswa harus memilih satu alternatifyang dikehendaki. Oleh karena itu soal ini didahului oleh petunjuk.

“ Pilih salah satu jawaban yang paling tepat dengan cara melingkari salah satu huruf yang terdapat dimuka kemungkinan jawaban.”

Petunjuk membuat soal pilihan ganda, yaitu:

a)     Option atau kemungkian jawaban harus sejenis dan seolah-olah cocok sebagai jawaban.

b)    Hindari option panjang, tetapi tidak mempunyai arti.

c)     Harus ada option yang paling tepat di antara option-option lainya.

d)    Hindari penempatan option sistematik sehingga dapat ditebak siswa.

Tipe pertanyaan bentuk pilihan ganda minimal ada enam jenis, yaitu:

a)     Variasi negarif

Setiap pertanyaan mempunyai beberapa kemungkian jawaban, disediakan satu kemungkian jawaban yang salah.

b)     Variasi berganti

Pertanyaan memiliki beberapa kemungkinan jawaban yang paling betul, tapi ada satu jawaban yang paling betul.

c)     Variasi yang tidak lengkap

Pertanyaan memiliki beberpa kemungkinan jawaban yang semuanya belum lengkap, dan siswa mencarikemungkinan penyelesaiannya.

d)    Variasi berganda

Pertanyaan yang memiliki jawaban yang semuanya betul, dan memilih yang paling betul.

e)     Analisis hubungan

Pertanyaan memiliki sejumlah jawaban siswa diminta menganalisis hubungan yang ada dalam soal tersebut.

f)      Analisis kasus

 

S = R-(W/N-1)

Pertanyaan berupa deskripsi kasus dan siswa diminta menjawab soal yang diambil dari kasus tersebut. Menilai soalpikihan ganda menggunakan rumus, yaitu:

S    =       Skor yang diperoleh

R   =       Right (jawaban yang benar)

W  =       Wrong (jawaban yang salah)

N   =       Banyak Option

I     =      Bilangan tetap

3)    Bentuk pasangan menjodohkan (matching)

Tipe pertanyaan ini terdiri dari dua kolom, setiap pertanyaan di kolom pertama harus dijodohkan dengan uraian pada kolom dua.oleh karena itu cara mengerjakan sidahului dengan petunjuk sebagai berikut:

Pasangkanlah pertanyaan yang ada pada lajur kiri dengan yang ada pada lajur kanan, dengan menempatkan huruf yang terdapat dimuka peranyataan lajur kiri pada titik-titik yang disediakan lajur kanan,”

Syarat membuat soal menjodohkan adalah:

a)     Soal jangan terlalu banyak, misalnya 10 atau 15 pertanyaan sekaligus, kecuali bila dibagi-bagi dalam beberapa kolom.

b)    Jangan pertanyaan yang ada pada jalur kiri, minimal satu lebih banyak dari yang ada dalam lajur kanan.

c)     Item-item harus homogen.

 

S=R

Cara Scoring, yaitu:

S    =       Skor yang diperoleh

R   =       Right (jawaban yang benar)

4)    Tipe pertanyaan melengkapi (completion)

sering juga disebut short-answered (isian pendek). Tipe pertanyaan ini berupa serangkaian kalimat yang penting ditiadakan. Tugas siswa mengisi bagian yang tidak ada tersebut. Oleh karena itu petunjuk soalnya sebfai berikut:

“ Isilah atau lengkapi bagian yang diberi titik-titik dengan kata yang tepat.”

Petunjuk mebuatnya:

a)     Hilangkan kata yang penting saja  pada setiap soal.

b)    Hindari jangan sampai terlalu banyak bagian yang akan diisi sehingga membingngkan siswa.

c)     Jangan meminta isian yang apanjang (kalimat).

d)    Tempat yang akan di isi (titik-titik) harus sama panjangnya untuk setiap soal.

  1. Cara mengolah Skor

Yang dimaksud dengan pengolahan skor ialah merupakan nilai raw-score menjadi  drive-score. Untuk mengbahnya ada tiga hal yang perlu dilakukan:

1)    Mencari niali rata-rata (Mean)

Mean diperoh dengan cara membagi jumlah nilai dengan banyaknya siswa. Untk mencari niali rata-rata ada dua cara yaitu:

a)     Data yang tidak dikelompokkan

 

M =∑X/N

Rumus

 

X = nilai yang diperoleh individu

N      = jumlah individu

b)    Cara untuk data yang berkelompok

 

M = M + I (∑fd/N)

Rumus:

 

M = Mean                                ∑ fd = jumlah deviasi

M = Mean duga                                 N      = jumlah individu

I = interval

Langkah-langkah perhitungan:

–         Buatlah distribusi frekuensi nilai dengan menentukan kelas interval (jarak nilai)

–         Menghitung beberapa oaring siswa yang mempunyai nilai pada kelas interval tersebut.

–         Menghitung deviasi (penyimpangan) dengan menetapkan angka nol pada kedudukan kelas interval  yang memiliki frekuensi siswa yang tinggi.

–         Menghitung fd dengan cara mengalikan f dengan d, lalu cari fd2 dengan mengalikan fd dengan d.

2)    Menghitung standar Deviasi

a)     Cara untuk yang tidak dikelompokan

 

SD = I √∑fd2/N – (∑fd2/N)

 

Rumus:

 

b)    Cara untuk yang dikelompokan

 

SD = I √∑x2/N-1

X   = (X – X )

 

 

Rumus:

 

 

3)    Mencari batas lulus (passing grade)

a)     Batas lulusan actual

Menentukan batas lulusan berdasarkan kepada Mean dan Standar Deviasi actual. Batas lulusan yang digubakan di Indonesia misalnya angka 6 dalam standar angka 0-10. Mka angka 6 dalam skala adalah 0.25 (skema sigma).

b)    Batas lulus ideal

Baas lulus ideal menggunkakan mean ideal yang besarnya setengah dari skor maksimal, dan menggunakan Standar deviasi ideal pula. Yang besarnya sepertiga dari Mean Ideal.

c)     Batas lulusan pursosif

Batas lulusan yang ditentukan pleh panitia (guru-guru) berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu.

  1. System penilaian

Dalam penilaian ahasil belajar siswa, guru perlu menetapkan suatu kriteria tertentu . penentuan kriteria dalam menilai hasil belajar siswa pada hakikatnya berhubungan dengan system penilaian. Terdapat dua system penilaian hasil belajar, yaitu:

  1. Penilaian Acuan Norma (PAN)

PAN digunakan apabilapenilaian hasil belajar siswa ditunjukan untuk mengetahui kedudukan siswa dalam kelompoknya. Tujuan dari penilaian acuan norma ialah untuk membedakan siswa atas kelompok-kelompok tingkat kemampuan mulai dari yang terendah sampai yang tertinggi. PAN cocok digunakan untuk keperluan seleksi, untuk penempatan siswa dan utuk tes sumatif.

  1. Penilaian acuan patokan (PAP)

Pada PAP penilaian lebih ditujukan kepada program  (penguasaana bahan pelajaran), bukan kepada kedudukan siswa  di dalam kelas. Oleh seab itu PAP berusaha mengukur tingkat pencapaian tujuan oleh para siswa. PAP lebih mengutamakan apa yang dapat dikuasai oleh siswa, kemampuan apa yang suadah adan belum dicapai, setelah mereka menyelesaikan satu bagian kecil dari keseluruhan program. PAP biasanya digunakan dalam tes formatif dan tes diagnostic.


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Membicarakan mengenai media berarti kita membicarakan proses pembelajaran. Media memiliki peranan yang penting dalam pembelajaran, seperti yang telah dibahas pada bab desain pembelajaran. Media pembelajaran berguna untuk mengkomunikasikan materi pelajaran kepada peserta didik.Teori yang dikembangkan dari berbagai penelitian tentang media komunikasi telah memberi arti tersendiri bagi pengembangan pembelajaran.Apalagi saat ini mulai berkembang teknologi yang dapat memudahkan guru menyampaikan bahan ajarnya.

Beberapa cara dilakukan untuk membuat klasifikasi media. Bretz misalnya membuat penggolongan media berdasarkan penyajian dan penyimpanan pesan. Mula-mula diidentifikasi tiga bentuk utama yaitu: ujud, suara dan gerak. Ujud dijabarkan lagi menjadi tiga yaitu: gambar, garis dan lambing. Berdasarkan klasifikasi itu Bretz membedakan delapan kategori media, dimuali yang mempunyai ciri banyak hingga media, dimulai yang mempunyai cirri banyak hingga media yang mengandung satu ciri.Bretz telah banyak member petunjuk tentang media dan pemilihanya untuk keperluan pembelajaran.

B. Rumusan Masalah

  1. Apa pengertian dari Media Pembelajaran?
  2. Apa manfaat Media dalam kegiatan pembelajaran?
  3. Apa macam-macam Media yang dipakai dalam kegiatan belajar-mengajar?
  4. Bagaimana proses pemilihan media pembelajaran?

C.Tujuan

  1. Mengetahui pengeritian media pembelajaran.
  2. Memahami manfaat media dalam kegiatan pembelajaran.
  3. Mengetahui macam-macam media yang dipakai dalam kegiatan belajar-mengajar.
  4. Memahami proses pemilihan media pembelajaran

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Media Pembelajaran

Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang berarti perantara atau pengantar. Gagne menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Media hendaknya dapat dimanipulasi, dapat dilihat, didengar, dan dibaca. Apa pun batasan yang diberikan, ada persamaan diantara batasan tersebut yaitu bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi.

Dalam konsep pendidikan sumber informasi yaitu: dosen, guru, mahasiswa, siswa atau orang lain. Maka, dalam hal ini media mendapat definisi lebih khusus, yakni “teknologi pembawa pesan (informasi) yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran”, atau sarana fisik untuk menyampaikan isi materi pembelajaran.

Manfaat Media dalam Kegiatan Pembelajaran.

Manfaat media dalam kegiatan pembelajaran adalah mempelancar proses interaksi antara guru dengan siswa, dalam hal ini membentu siswa belajar secar optimal. Kemp dan Dayton (1985), mengidentifikasi manfaat media dalam kegiaan pembelajaran, yaitu:

a. Penyampaian materi pelajaran dapat diseragamkan.

Guru mungkin mempunyai penafsiran yang beraneka ragam tentang materi pelajaran. Melalui media, keanekaragaman ini dapat direduksi dan disampaikan kepada siswa secara seragam.

b.Proses pembelajaran menjadi lebih menarik.

Media dapat menyampaikan informasi yang dapat didengar dan dapat dilihat, sehingga dapat mmedeskripsikan suatu masalah, suatu konsep, suatu proses atau prosedur yang bersifat abstrak dan tidak lengkap menjadi lebih luas dan lebih lengkap. Yang paling utama media dapat membantu guru menghidupkan suasana kelasnya dan menghindari suasana monoton dan membosankan.

c.Proses belajar siswa menjadi lebih interaktif.

Media harus dirancang agar dapat membantu guru dan siswa melakuakn komunikasi dua arah secara aktif.

d.Jumlah waktu belajar-mengajar dapat dikurangi.

Dengan media pandidikan yang baik guru tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk menyampaikan materi kepada para peserta didik.

e.Kualitas belajar siswa dapat ditingkatkan.

Penggunaan media tidak hanya membuat proses belajar-mengajar menjadi efisien, tetapi juga membantu siswa menyerap materi pembelajaran lebih mendalam dan utuh.

f.Proses belajar dapat terjadi dimana saja dan kapan saja.

Media pembelajaran dapat dirancang sehingga siswa dapat belajar dimana saja dan kapan saja, tanpa tergantung pada keberadaan seorang guru.

  1. Sikap positif siswa terhadap bahan pelajaran maupun terhadap proses belajar itu sendiri dapat ditingkatkan.
  2. Peran guru dapat berubah kea rah yang lebih positif dan produktif.

Yang di maksudkan yaitu: guru tidak perlu mengulang penjelasan mereka bila media digunakan dalam pembelajaran, guru dapat memberikan perhatian lebih banyak pada aspek-aspek lain dalam pembelajaran dan guru tidak hanya sekedar pengajar tetapi juga konsultan, penasehat atau manajer pembelajaran.

 

  1. Macam-macam Media yang Dipakai dalam Kegiatan Belajar-mengajar
  2. Media Grafis

Media grafis termasuk media visual. Media grafis berfungsi untuk menyalurkan pesan dari sumber ke penerima pesan. Saluran yang dipakai menyangkut indra penglihatan. Pesan yang akan disampaikan di tuangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi visual.

Banyak jenis media grafis, beberapa diantaranya akan kita bicarakan dalam bahasan di bawah ini.

Gambar/Foto

Di antara media pembelajaran, gambar /foto adalah media yang paling umum dipakai. Dia merupakan bahasa yang umum, yang dapat dimengerti dan dinikmati di mana-mana. Beberapa kelebihan media gambar foto yang lain dijelaskan di bawah ini:

1)      Sifatnya kongkrit.

2)      Gambar dapat mengatasi batasan ruang dan waktu.

3)      Media gambar/foto dapatmengatasi keterbatasan pengaamtan kita.

4)      Foto dapat memperjelas suatu masalah.

5)      Foto harganya murah dan gampang di dapat serta digunakan, tanpa memerlukan peralatan khusus.

Selain kelebihan-kelebihan tersebut, gambar atau foto mempunyai beberapa kelemahan yaitu :

1)      Gambar/foto hanya hanya menekankan persepsi indera mata

2)      Gambar/foto yang terlalu kompleks kurang efektif untuk kegiatan pembelajaran.

3)      Ukuran sangat terbatas untuk kelompok besar.

Selain itu, ada enam syarat yang perlu dipenuhi oleh gambar/foto yang baik sehingga dapat dijadikan sebagai media pendidikan.

1)      Autentik

2)      Sederhana

3)      Ukuran relatif

4)      Gambar/foto sebaiknya mengandung gerak atau perbuatan

5)      Gambar yang bagus belum tentu baik untuk mencapai tujuan pembelajaran

6)      Tidak setiap gambar yang bagus merupakan media yang bagus.

  1. Sketsa.Sketsa adalah gambar yang sederhana, atau draf kasar yang melukiskan bagian-bagian pokoknya tanpa detail. Sketsa selain dapat menarik perhatian murid, menghindari verbalisme dan dapat memperjelas penyampaian pesan, harganya pun tak perlu dipersoalkan sebab media ini dibuat langsung oleh guru. Sketsa dapat dibuat secara cepat sementara guru menerangkan dapat pula dipakai untuk tujuan tersebut.
  2. Diagram. Sebagai suatu gambarsederhana yang menggunakan garis-garis dan simbol-simbol, diagram atau skema menggambarkan struktur dari objek secara garis besar. Diagram menunjjukan hubungan yang ada antara komponennya atau sifat-sifat proses yang ada di situ. Diagram menyederhanakan hal yang kompleks sehingga dapat memperjelas penyajian pesan.

Beberapa ciri diagram yang perlu diketahui adalah :

1)      Diagram bersifat simbolis dan abstrak sehingga kadang-kadang sulit dimengerti;

2)      Untuk dapat membaca diagram seseorang harus mempunyai latar belakang tentang apa yang didiagramkan;

3)      Walaupun sulit dimengerti, karena sifatnya yang padat, diagram dapat memperjelas arti.

3. Bagan/chart

Seperti halnya media grafis yang lain, bagan atau chart termasuk meda visual. Fungsinya yang pokok adalah menyajikan ide-ide atau konsep-konsep yang sulit bila hanya disampaikan secara tertulis atau lisan secara visual.

Sebagai media yang baik, bagan harus :

1)      Dapat dimengerti anak

2)      Sederhana dan lugas, tidak rumit atau berbelit-belit

3)      Diganti pada waktu tertentu agar selain tetap termasa juga tak kehilangan daya tarik.

  1. Grafik

Sebagai suatu media visual, grafik adalah gambar sederhana yang menggunakan titik-titik, garis atau gambar. Fungsi grafik adalah untuk menggambarkan gambar kuantitatif secara teliti, menerangkan perkembangan atau perbandingan sesuatu objek atau peristiwa yang saling berhubungan secara singkat dan jelas. Ada beberapa macam grafik yang dapat kita gunakan diantaranya adalah grafik garis, grafik batang, grafik lingkarandan grafik gambar.

  1. Kartun

Kartun sebagai salah satu bentuk komunikasi grafis adalah suatu gambar interpretatif yang menggunakan simbol-simbol untuk menyampaikan sesuatu pesan secara cepat dan ringkas atau sesuatu sikap terhadap orang, situasi, atau kejadian-kejadian tertentu.

  1. Poster

Poster tidak saja penting untuk menyampaikan kesan-kesan tertentu tetapi dia mampu pula untuk mempengaruhi dan memotivasi tingkah laku orang yang melihatnya. Poster berfungsi untuk mempengaruhi orang-orang membeli produk baru dari suatu perusahaan.

  1. Peta dan globe

Pada dasarnya peta dan globe berfungsi untuk menyajikan data-data lokasi. Secara khusus peta dan globe tersebut memberikan informasi tentang:

1)      Keadaan permukaan bumi, daartan, sungai-sungai, gunung-gunung daratan serta perairan lainnya;

2)      Tempat-tempt serta arah dan jarak dengan tempat yang lain;

3)      Data-data budaya dan kemasyarakatan seperti populasi atau pola bahasa /adat istiadat;dan

4)      Data-data ekonomi, seperti hasil pretania, industri atau perdagangan internasional.

  1. Media audio

Berbeda dengan media grafis, media audio berkaitan dengan indera pendengaran. Pesan yang akan disampaikan dituangkan ke dalam lambang-lambang auditif, baik verbal maupun non verbal. Ada beberapa media dapat kita kelompokkan dalam media audio antara lain:

  1. Radio

Sebagai suatu media, radio mempunyai beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan media yang lain, yaitu :

1)      Harganya relatif murah dan variasi programnya lebih banyak daripada TV;

2)      Sifatnya mudah dipindahkan. Radio dapat dipindah-pindahkan dari ruang satiu ke ruang lain dengan mudah;

3)      Jika digunakan bersama-sama dengan alat perekam radio bisa mengatasi problem jadwal karena program dapat direkam dan diputar lagi sesuak hati;

4)      Radio dapat mengembangkan daya imajinasi anak;

5)      Dapat merangsang partisipasi aktif pendengar;

6)      Radio dapat memusatkan perhatian siswa padaa-kata yang digunakan, pada bunyi dan artinya;

7)      Siaran lewat radio terbukti amat tepat/cocok untuk mengajarkan musik dan bahasa.

8)      Radio dapat mengerjakan hal-hal tertentu secara lebih baik bila dibandingkan dengan jika dikerjakan oleh guru;

9)      Radio dapat mengerjakan hal-hal tertentu yang dapat dikerjaka oleh guru ;

10)  Radio dapat mengatasi batasan ruang dan waktu , jangkauannya luas.

  1. Alat perekam pita magnetik

Alat perekam pita magnetik atau lazimya orang menyebut tape recorder adalah salah satu media pendidikan yang tak dapat diabaikan untuk menyampaikan informasi, karena mudah menggunakannya.

Beberapa kelebihan alat perekam sebagai media pendidikan diurakan di bawah ini:

1)      Alat perekam pita magnetik mempunyai fungsi ganda yang efektif sekali, untuk merekam, menampilkan rekaman dan menghapusnya.

2)      Pita rekaman dapat diputar berulang-ulang tanpa mempengaruhi volume.

3)      Rekaman dapat dihapus secara otomatis dan pitanay bisa dipakai lagi.

4)      Pita rekaman dapat digunakan sesuai jadwal yang ada.

5)      Program kaset dapat menyajikan kegiatan-kegiatan/hal-hal di lua sekolah.

6)      Program kaset bisa menimbulkan berbagai kegiatan.

7)      Program kaset memberikan efisiensi dalam pengajaran bahasa

Dibandingkan dengan program radio, program kaset mempunyai kelemahan sebagai berikut :

1)      Daya jangkaunya terbatas

2)      Dari segi pengadaannya bila untuk sasaran yang banyak jauh labih mahal.

  1. Laboratorium bahasa

Laboratorium bahasa adalah alat untuk melatih siswa mendengar dan berbicara dalam bahasa asing dengan cara menyajikan materi pelajaran yang disiapkan sebelumnya. Media yang dipakai adalah alat perekam.

  1. Media Proyeksi Diam

Media proyeksi diam memiliki kesamaan dengan media grafik dalam arti memyajikan rangsangan visual. Sedangkan perbedaan yang jelas adalah pada media grafis dapat secara langsung berinteraksi dengan pesan media yang bersangkuatanpada media proyeksi,pesan tersebut harus diproyeksikan dengan proyektor agar dapat dilihat oleh sasaran.

Beberapa jenis media proyeksi diam adalah:

  1. Film Bingkai

Film bingkai adalah suatu film yang berukuran 35 mm, yang biasnya dibungkus bingkai berukuran 2×2 inci terbuat dari karton atau plastik. Keuntungan penggunaan film bingkai, yaitu:

1)      Materi pembelajaran da[pat sama disebarkan ke seluruh siswa secara serentak.

2)      Perhatian anak-anak dapat dipusatkan pada satu butir tertentu, sehingga dapat menghasilkankeseragaman pengamatan.

3)      Fungsi berpikir penonton dirangsang dan dikembangkan secara bebas.

4)      Film bingaki berada di bawah control guru.

5)      Film bingkai baik untuk menyajikan berbagai bidang studi tertentu, baik kelompok maupun individu.

6)      Penyimpanan film bingkai sangant mudah.

7)      Film bingkai dapat mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan indera.

8)      Program film bingkai dapat menjadi media yang sangat efektif bila dibandingakn dengan media cetak yang berisi gambaryang sama.

9)      Program film bingkai bersuara mudah direvisi, baik visual maupun audionya.

Selain itu terdapat kelemahanya, yaitu:

1)      Seri program film bingkai yang terdiri dari gambar-gambar lepas, sehingga mudah untuk hilang.

2)      Hanya mampu menyediakan obyek-obyek secara diam.

3)      Bila tidak ada daylight screen, penggunaan program slide suara memerlukan ruangan yang gelap.

4)      Biayanya lebih ahal dibandingankan denga fott, bagan danpapan flannel.

  1. Film Rangkain

Ukuran filmnya sama dengan film bingaki yaitu 35 mm. kumlah gambar satu rol film rangkai antara 50 sampai dengan 75 gambar dengan panjang lebih kurang 100 sampai dengan 130 cm tergantung pada isi film tersebut berikut ini merupakan kelebihan dari film rangkaian:

1)      Kecepatan penyajian film rangkai bisa diatur, dapat ditambah narasi dengan control oleh guru,

2)      Semua kelemahan non projected still picture dimiliki oleh film rangkai,

3)      Film rangkai dapat mempersatukan berbagai media pendidikan yang berbeda dalam suatu rangkai,

4)      Cocok untuk mengajar ktrampilan,

5)      Ukuran gambar sudah pasti karena film rangkai merupakan satu kesatuan,

6)      Penyimpanan mudah cukup digulung dan di masukan kedalam tempat khusus,

7)      Memproduksi dengan jumlah besar relative lebih mudah penggambaranya dibandingkan film bingkai.

8)      Dapat untuk belajar kelompok maupun individual.

Kelemahan pokok film rangkai adalah sulit diedit atau direvisi karena sudah merupakan satu rangkai, sulit dibuat sendiri secara local dan memerlukan peralatan laboratorium yang dapat mengubah film bingkai menjadi film rangaki.

  1. Media transparasi

Media trasparasi (OHT) seing kali disebut perangkat kerasnya yaitu OHP.OHP adalah alat yang dirancang sedemikian rupa sehingga dapat memproyeksikan transparasi kea rah layar lewat atas atau samping dari yang menggunakan. Berikut ini kelebihan media transparasi, yaitu:

1)      Gambar yang diproyeksikan lebih jelas dibandingkan gambar di papan.

2)      Gambar sambil mengajra dapat berhadapan dengan siswa,

3)      Benda-benda kecil dapat diproyeksikan  hanya dengan meletakkannya di atas OHP, Walupun hasilnya berupa baying-bayang.

4)      Memungkinkan penyajian diskriminasi warna dan menarik minat-minat siswa,

5)      Tidak memerluakn tenaga bantan operator dalam menggunakan OHP karena mudah dioprasikan,

6)      Lebih sehat dari pada papan tulis,

7)      Praktis dapat dipergunakan untuk semua ukuran kelas ruangan,

8)      Mempunyai variasi teknik penyajian yang menarik dan tidak membosankan, terutama untuk proses yang kompleks dan bertahap.

9)      Menghemat tenaga dan waktu karana dapat dipakai berulang-ulang,

10)  Sepenuhnya dibawah kontrol guru,

11)  Dapat dipakai sebagai petunjuk sistematik penyajian guru dan apabila menggunakan bingkai, catatan tambahan untuk mengingatkan si guru dapat dibuat di atasnya,

12)  Dapat mestrasimulasikan efek gerak yang sederhana dan warna pada proyeksinya dengan menambah alat penyajian tertentu.

Berikut kelemahan media transprasi, yaitu:

1)      Memerlikan peralatan khusus untuk memproyeksikannya yaitu OHP yang sulit ditemui di tempat-tempat tertentu.

2)      Transparasi membutuhkan waktu ,

3)      Karana lebas, transparasi menuntut cara kerja yang sistematik, bila tidak maka akan kacau.

4)      Jika teknik pemanfaatan serta potensinya kurang dikuasai maka siswa akan bersikap pasif.

  1. Proyeksi tak tembus pandang

Proyeksi tak tembus pandang adalah alat ntuk memproyeksikan bahan bukan transparan, tetapi bahan-bahn tidak tembus pandang.Benda-benda tersebut adalah benda datar, tiga dimensiseperti mata uang, model, serta warna dan anyaman ynag di proyeksikan. Kelbihanya

1)      Dapat diguanakan untuk hampir semua bidang studi yang ada di kurikulum.

2)      Dapat memperbesar benda kecil menjadi sebesar papan, sehingga bahan yang semula hanya untuk individu jadi untuk seluruh kelas.

Kelemahanya ialah bahwa proyektor tembuspandang tidak seperti OHP harus digunkan diruangan yang gelap.

  1. Mikrofis

Mikrofis adalah lembaran film trasparasi terdiri dari lambing-lambang visual yang diperkecil sedemikian rupa sehingga tidak dapat dibaca dengan mata telanjang.Secara umum, mikrifis termasuk kelompok media bentuk kecil.Keuntungan yang paling jelas adalah menghemat ruangan. Dan keuntungan yang lain adalah:

1)      Mudah dikopi cetak, dan didupikasi dengan biaya yang relaif muarah,

2)      Bisa diproyeksikan ke layar lebar,

3)      Karena dalam bentuk lembaran ringkas, hemat tempat dan praktis untuk dikirim

4)      Informas kepustakaan yang terletak di bagian atas lembaran mudah untuk diidentifikasi,

Kelemahan mikrofis yang perlu diperhatikan adalah:

1)      Pembuatanya masternya mahal,

2)      Mudah hilang,

3)      Bila telah banyak, sulit memfilenya sehingga mudah salah masuk filing.

  1. Film

Film merupakan media yang amat besar kemampaunya dalam membantu proses belajar mengajar. Ada tiga macam ukuran film yaitu 8 mm, 16 mm dan 35 mm. keungulan dari penggunaan film, yaitu:

1)      Film merupakan denominator belajar yang umum.

2)      Film sanat bagus untuk menerangkan suatu proses,

3)      Film dapat menampilkan kembali masa lalu yng menyajikan kejadian serjarah masa lampau,

4)      Horizon sangat luas.

5)      Dapat menyajikan baik teori maupun praktek,

6)      Dapat mendatangkan seorang ahli dan medengarkan suaranya dukelas,

7)      Menggunakan teknik warna, gambar, lambat, animasi dan sebagainya,

8)      Dapat memikat perhatian anak,

9)      Film lebih realistis,

10)  Film dapat mengatasi keterbatasan pengindraan,

11)  Film dapat merangsang motivasi anak

Sedangkan kelemahanya adalah biaya produksi mahal, film tidak dapat mencapai semua tujuan pembelajaran, penggunaan perlu ruang lingkup.

  1. Film gelang

Film gelang adalah jenis media yang terdiri dari film 8 mm atau 16 mm yang ujung-ujungnya saling berkaitan. Kelebihanya adalah:

1)      Ruang tak perlu digelapkan

2)      Dapat berputar terus sehingga pengertian yang belum dipahami dapat dipahami.

3)      Menunjukan suatu periode yang pendek,

4)      Mudah diintegrasikan ke pelajaran dan dipakai bersama dengan medium yang lain

5)      Murid dapat memakainya sendiri, film dapat dihentikan kapan saja untuk diselingi dengan penjelasan.

 

 

 

  1. Pemilihan Media Pembelajaran

Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan prioritas pengadaan media pendidikan adalah sebagai berikut:

  1. Relevansi pengadaan media pendidikan edukatif.
  2. Kelayakan pengadaan media pendidikan edukatif.
  3. Kemudahan pengadaan media pendidikan edukatif.

Pemilihan dan pemanfaatan media perlu memperbaiki kriteria berikut ini:

  1. Tujuan yaitu media hendaknya menunjang tujuan pengajaran yang telah dirumuskan
  2. Keterpaduan (validitas) yaitu tepat dan berguna bagi pemahaman bahan yang dipelajari.
  3. Keadaan peserta didik yaitu kemampuan daya pikir dan daya tangkap peserta didik dan besar kecilnya kelemahan peserta didik.
  4. Ketersediaan yaitu perlu mempertimbangkan mudah sulitnya media diperoleh baik di perpustakaan maupun di sekolah.
  5. Mutu teknis yaitu media harus memiliki kejelasan dan kualitas yang baik.
  6. Kesesuaian biaya yang dikeluarkan.

Hal yang perlu diperhatikanguru dalam menggunakan media pendidikan untuk mempertinggi kualitas pembelajaran:

  1. Guru perlu memiliki pemahaman media pendidikan antara lain jenis dan manfaat media pendidikan, kriteria memilih dan menggunakan media pendidikan, menggunakan media pendidikan sebagai alat bantu mengajar dan tindak lanjut penggunaan media dalam proses mengajar.
  2. Guru terampil dalam membuat media pendidikan sederhana untuk kepentingan pembelajaran terutama media dimensi dan dimensi.
  3. Pengetahuan dan keterampilandalam menilai keefektifan penggunaan media dalam proses pembelajaran agar ia bisa menentukan apakah penggunaan media mutlak digunakan atau tidak.

Penggunaan media pembelajaran setidak-tidaknya digunakan guru pada situasi sebagai berikut:

  1. Bahan pelajaran yang dijelaskan oleh guru kurang dipahami siswa, sehingga guru menampilkan media untuk memperjelas pemahaman siswa mengenai bahan pelajaran.
  2. Terbatasnya sumber pengajaran sehingga guru harus menyediakan sumber tersebut dalam bentuk media.
  3. Guru kurang bisa menjelaskan bahan pengajaran dalam bahasa sehingga guru bisa menyajikan suatu bahan untuk dianalisis siswa.
  4. Perhatian siswa terhadap  mata pelajaran berkurang karena kebosanan mendengar uraian guru sehingga penggunaan media akan menumbuhkan kembali perhatian siswa terhadap pelajaran.

Menurut Prof.Drs. Hartono Kasmadi M.Sc,bahwa dalam memilih media pembelajaranperlu mempertimbangkan empat hal yaitu: Produksi, peserta didik, isi dn guru.

  1. Pertimbangan produksi
    1. Availability yaitu ketersediaan bahan
    2. Cost (biaya) yang tinggi tidak menjamin penyusunan media menjadi tepat, akan tetapi tanpa biaya biasanya juga akan kurang berhasil.
    3. Physical Condition (kondisi fisik)
    4. Accesibility to student (mudah dicapai) artinya pembelian bahan hendaknya yang dwi fungsi dimana guru dapat menggunakan dan siswa dapat menggunakannya.
    5. Emotional impact artinya penggunaan media harus mampu bernilai estetika sebab akan lebih menarik untuk mnumbuhkan motivasi.
    6. Pertimbangan peserta didik
      1. Student characteristics (watak peserta didik) yaitu latar belakang dan tingkat kemampuan peserta didik.
      2. Student relevance (sesuai dengan peserta didik) artinya bahan yang relevan akan memberi nilai positif dalam mencapai tujuan pembelajaran. Pengaruhnya akan meningkatkan pengalama siswa, pengembangan pola pikir, analisis pelajaran hingga dapat menceritakan kembali pelajaran dengan baik.
      3. Student involvement (ketertiban peserta didik) artinya bahan digunakan akan memberikan kemampuanpeserta didik dan keterlibatan peserta didik secara fisik dan mental untuk meningkatkan potensi belajar.
      4. Pertimbangan isi
        1. Currilcullum relevance artinya penggunaan media harus sesuai dengan isi kurikulum, tujuannya harus jelas dan baik.
        2. Content soundness yaitu kejelian dalam memilih media agar media up to date:

1)      Pembelian yang efektif sesuai kebutuhan

2)      Pembelian hanya untuk reverensi bukan untuk demonstrasi

3)      Jika memungkinkan guru harus mampu untuk membuat sendiri media yang sesuai kebutuhan

  1. Presentation artinya bila isi sudah tepat dan sudah sesuai kebutuhan man cara menyajikannya juga harus benar.
  2. Pertimbangan guru
    1. Teacher utilization

Guru harus mampu mempertimbangkan dari segi pemanfaatan media yang bakan digunakan sebagai bahan pertimbangan adalah:

1)      Apakah digunakan untuk kepentingan individu atau kelompok.

2)      Apakah yang digunakan media tunggal atau multimedia.

3)      Lebih penting berorientasi pada tujuan pendidikan

  1. Teacher peace of mind artinya media yang digunakan mampu memecahkan masalah bukan malah menimbulkan masalah sehingga perlu observasi dan review bahan-bahan tersebut sebelum disajikan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

Kesimpulan

Media mendapat definisi lebih khusus, yakni “teknologi pembawa pesan (informasi) yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran”, atau sarana fisik untuk menyampaikan isi materi pembelajaran.Manfaat media dalam kegiatan pembelajaran adalah mempelancar proses interaksi antara guru dengan siswa, dalam hal ini membentu siswa belajar secar optimal.Jenis media antara lain media grafis, media audio dan media proyeksi diam. Media grafis termasuk media visual, contohnya yaitu gambar/foto, sketsa, diagram, bagan/chart, grafik, kartun, poster, peta dan globe.Media audio berkaitan dengan indera pendengaran, contohnya yaitu radio, alat perekam pita magnetik dan laboratorium bahasa.Media proyeksi diam memiliki kesamaan dengan media grafik dalam arti memyajikan rangsangan visual, contohnya yaitu film bingkai, film rangkain, media transparasi, proyeksi tak tembus pandang, mikrofis, film dan film gelang.Dalam pemilihan media pembelajaran ada hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan prioritas pengadaan media sehingga guru dalam menggunakan media pendidikan untuk mempertinggi kualitas pembelajaran.Selain itu menurut Prof.Drs. Hartono Kasmadi M.Sc,bahwa dalam memilih media pembelajaran perlu mempertimbangkan empat hal yaitu: Produksi, peserta didik, isi dn guru.

 

 

 

 

 

 

Metode pembelajaran


Beberapa pertimbangan yang mesti dilakukan oleh pengajar dalam memilih metode pengjaran secara tepat dan akurat, pertimbangan tersebut mesti berdasarkan pada penetapan:

1. Tujuan pembelajaran

Penetapan tujuan pembelajaran merupakan syarat mutlak bagi guru dalam memilih metode yang akan digunakan di dalam menyajikan materi pengajaran. Tujuan pembelajaran merupakan sasaran yang hendak dicapai pada akhir pengajaran, serta kemampuan yang harus dimiliki siswa. Sasarab tersebut dapat terwujud dengan menggunakan metode-metode pembelajaran. Misalnya, seorang guru akuntansi menetapkan tujuan pembelajaran, agar siswa dapat menyusun sebuah laporan keuangan dengan baik dan benar. Dalam hal ini metode yang dapat membantu siswa mencapai tujuan adalah metode ceramah, guru menjelaskan, memberikan contoh, memberi latihan untuk dapat menyusun laporan keuangan yang baik dan benar.

2. Pengetahuan awal siswa

Pada awal sebelum masuk ke kelas memberi materi pengajaran kepada siswa, ada tugas guru yang tidak boleh dilupakan adalah untuk mengetahui pengetahuan awal siswa. Dengan mengetahui pengetahuan awal siswa, guru dapat menyusun strategi memilih metode pembelajaran yang tepat pada siswa-siswa. Metode yang dipergunakan , sangat tergantung juga pada pengetahuan awal siswa. Pengetahuan awal dapat berasal dari pokok bahasan yang akan kita ajarkan, jika siswa tidak memiliki prinsip, konsep, dan fakta atau memiliki pengalaman , maka kemungkinan besar belum dapat digunakna metode pembelajaran mandiri.

3. Bidang studi/pokok bahasan/aspek

Pada sekolah lanjutan tingkat pertama dan sekolah menengah, program studi diatur dalam tiga kelompok, yaitu:

  1. Program pendidikan umum. Yang dikelompokan dalam program pendidikan umum adalah Bidang Studi Pendidikan Agama, PKn, Penjaskes, dan Kesenian
  2. Program pendidikan akademik. Yang dikelompokan dalam program pendidikan akademik adalah  Bidang Studi Bahasa, Ilmu Pengetahuan Sosial, Ilmu Pengetahuan Alam dan Matemetika
  3. Program pendidikan ketrampilan. Program pendidikan akademik bidang studinya berkaitan dengan ketrampilan.

4. Alokasi waktu dan sarana penunjang

Waktu yang tersedia dalam pemberian materi pelajaran satu jam pelajaran 45 menit, maka metode yang dipergunakan telah dirancang sebelumnya , termasuk di dalamnya perangkat penunjang pembelajaran, perangkat pembelajaran dapat dipergunakan oleh guru secara berulang-ulang.

5. Jumlah siswa

Idealnya metode yang kita terapkan di dalam  kelas melalui pertimbangan jumlah siswa yang hadir, memang ada ratio guru dan siswa agar proses belajar mengajr berhasil terutama penbgelolaan kelas dan penyampaian materi. Untuk ukuran besar dan jumlah siswa yang banyak metode ceramah yang lebih efektif akan tetapi yang perlu kita ingat metode ceramah banyak kelemahan dibandingkan dengan metode yang lain. Sedangkan kelas yang kecil dapat diterapkan metode tutorial karena pemberian umpan balik dengan cepat dilakukan  dan perhatian kebutuhan individual lebih dapat dipenuhi

6. Pengalaman dan kewibawaan pengajar

Guru  yang baik adalah guru yang berpengalaman, kriteria guru berpengalaman dia telah mengajar selama lebih kurang 10 tahun, maka berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 38 kriteria untuk dapat diangkat menduduki9 jabatan menjadi kepala sekolah, bila telah mengajar minimal 3 tahun untuk kepala Taman Kanak-kanak dan Raudatul Anfal, 5 tahun untuk kepala SD, SMP, MTs, SMA, SMK dan MA. Demikian guru harus mengatahui seluk beluk persekolahan , starata pendidikan bukan menjadi jaminan utama dalam keberhasilan mengajar akan tetapi pengalam yang menentukan , misalnya guru peka dengan masalah, memecahkan masalah, memilih metode yang tepat, merumuskan tujuan intruksional, memotivasi siswa, mengelola siswa, mendapat umpan balik dalam proses belajar mengajar.

Disamping guru berpengalaman dia harus berwibawa, kewibawaan merupakan kelangkapan mutlak yang bersifat abstrak bagi guru karena dia berhadapan dan mengelola siswa yang berbeda latar belakang akademik dan social, ia sosok tokh yang disegani bukan ditakuti oleh anak-anak didiknya. Kewibawaan ada pada orang dewasa, ia perlu dijaga dan berkembang mengikuti kedewasaan, ia perlu dijaga dan dirawat, kewibawaan mudah luntur oeleh perbuatan-perbuatan yang tercela pada diri masing-masing kita. Kewibawan yang dimiliki guru terbagi dua, yaitu:

  1. Kewibawaan kasih sayang. Seperti yang dimiliki ayah dan ibu, ia menyayangi anak-anaknya tanpa pilih kasih dan berharap anak-anaknya tumbuh berkembang berguna bagi agaman, masyarakat, nusa dan bangsa.
  2. Kewibawaan jabatan. Seperti pemimpin yang dapat memmerintah, mengatur, menasehati siswa yang berguna bagi manajemen pembelajaran.

Metode-metode pembelajaran

Metode pembelajaran merupakan cara melakukan atau menyajikan, menguraikan,memberikan contoh dan memberi latihan isi pelajaran kepada siswa buntuk mencapi tujuan tertentu. Berikut ini akan diutarakan berbagai metode pembelajaran yang dimungkinkan diterapkan di dalam kelas, yaitu:

a. Metode ceramah (lecture)

Metode ceramah ini berbentuk penjelasan konsep, prinsip, fakta, pada akhir perkuliahan ditutup dengan tanya jawab antara dosen dan mahasisawa, namun demikian pada sekolah tingkat lanjutan metode ceramah dapat dipergunakan oleh guru, dan metode ini divariasi dengan metode lain.

Metode ceramah dapat dilakukan oleh guru, yaitu:

  1. Untuk memberikan pengarahan, petujuk di awal pembelajaran
  2. Waktu terbatas, sedangkan materi/informasi bayak yang akan disampaikan
  3. Lembaga pendidikan sedikit memiliki staf pengajar sedangkan jumlah siswa banyak.

Keterbatasan metode ceramah yaitu sebagai berkut:

  1. Keberhasilan siswa tidak terukur
  2. Perhatian dan motivasi siswa sulit diukur
  3. Peran serta siswa dalam pembelajaran rendah
  4. Materi kurang terfokus
  5. Pembicaraan sering melantur

b. Metode Demonstrasi dan Eksperimen

Pengguanaan metode demontrsi dapat diterapkan dengan syarat memiliki keahlian untuk mendemontasikan pengguanaan alat atau melaksanaan kegiatan tertentu seperti kegiatan yang sesungguhnya. Keahlian mendemontrasikan tersebut harus dimiliki oleh guru, setelah didemontrasikan, siswa diberi kesempatan melakuakn latihan ketrampilan seperti yang telah diperagakan oleh guru.

Metode demonstrasi dapat dilaksanakan dengan:

  1. Pada kegiatan pembelajarn bersifat formal, magang atau latihan kerja.
  2. Bila materi pelajaran berbentuk ketrampilan gerak, petunjuk sederhana untuk melakukan keterampilan dengan mengguankan bahasa asing dan prosedur melaksanakan suatu kegiatan.
  3. Manakala guru bermaksud menyederhanakan penyelesaian kegiatan yang panjang, baik yang menyangkut pelaksanaan suatu prosedur maupun dasar teorinya.
  4. Pengajar bermaksud menunjukan standar penampilan.
  5. Untuk menumbuhkan motivasi siswa twntang praktek yang kita laksanakan.
  6. Untuk mengurangi kesalahan, karena siswa memperoleh gambaran yang jelas dari hasil penganatannya.
  7. Beberpa masalah menimbulkan pertanyaan pada siswa dapat dijawab lebih teliti waktu proses demontrasi.
  8. Bila siswa turut aktif berekperimen, maka ia akan memperoleh penglaman praktek untuk mengembangkan kecapakan dan memperoleh pengakuan dan pengharapan dari lingkungan sosial.

Batas-batas metode demontasi sebagai berikut:

  1. Merupakan metode yang tidak wajar bila alat yang didemontrasikan tidak dapat diamati dengan seksama oleh siswa.
  2. Akan menjadi kurang efektif bila tidak diikuti dengan sebuah aktivitas dimana para siswa sendiri dapat ikut bereksperimen dan menjadikan aktivitas itu pengalaman pribadi.
  3. Tidak semua hal dapat didemontrasikan di dalam kelompok.
  4. Terkadang bila suatu alat dibawa kedalam kelas kemudian dodemontrasikan, terjadi proses yang berlainan dengan proses dalam situasi nyata.
  5. Bila setipa orang diminta mendemontrasikan dapat menyita waktu yang lama dan membosnkan bagi peserta yang lain

c. Metode tanya jawab

Metode tanya jawab dapat dinilai sebagi metode yang tepat, apabila pelakswanaanya ditujukan untuk:

  1. Meninjau ulang pelajaran atau ceramah yang lalu. Agar siswa memusatkan lagi perhatian  pada jenis dan jumlah kemajuan yang telah dicapi sehingga mereka dapat melanjutkan pelajaranya.
  2. Menyelingi pembicaraan agar tetap mendapatkan perhatian siswa, atau dengan perkataan lain untuk mengikut sertakan mereka.
  3. Mengarahkan pengamatan dan pemikiran mereka.

Metode tanya jawab tidak wajar digunakan untuk:

  1. Menilai kemajuan peserta didik
  2. Mencari jawaban dari siwa, tetapi membatasi jawaban yang diterima
  3. Memberi giliran pada siswa tertentu.

Kebaiakan metode tanya jawab,yaitu:

  1. Tanya jawab dapat memperoleh sambutan yang lebih aktif bila dibandingkan dengan metode ceramah yang bersifat menolong
  2. Memberi kesempatan kepada siswa untuk mengemukakan pendapat sehingga nampak mana yang belum jelas atau belum dimengerti.
  3. Mengetahui perbedaan pendapat yang ada, yang dapat dibawa kea rah diskusi.

Sedangkan kelemahanya adalah tanya jawab bisa menimbulkan penyimpangan dari pokok persoalan.

d. Metode penampilan

Metode penampilan adalah berbentuk pelaksanaan praktik oleh siswa di bawah bimbingan dari dekat oleh pengajar.

Metode ini digunakan pengajar harus:

  1. Memberikan penjelasan yang cukup kepada siswa selama siswa berpraktek.
  2. Melakuakn tindakan pengamatan sebelum kegiatan praktik dimulai untuk keselamatan siswa yang digunakan

Metode penampilan ini tepat digunakan manakala:

  1. Pelajaran telah mencapi tigkat lanjuatan
  2. Kegiatan pembelajaran bersifat formal, latihan kerja,atau magang
  3. Siswa mendapat kemungkian untuk menerapkan apa yang dipelajarinya ke dalam situasi sesungguhnya
  4. Kondisi praktek sama dengan kondisi kerja
  5. Dapat disediakan bimbingan kepada siswa secara dekat selama praktik
  6. Kegiatan ini menjadi remedial bagi siswa

Keterbatasn penggunaan metode penampilan adalah:

  1. Membutuhkan waktu yang panjang, karena siswa harus mendapatkan kesempatan berpraktek sampai baik
  2. Membutuhkan fasilitas dan alat khusus yang mungkin mahal, sulit diperoleh dan dipelihara secara terus menerus.
  3. Membutuhkan pengajaran yang lebih banyak, karena setiap pengajaran hanya dapat membantu sejumlah kecil siswa.

e. Metode diskusi

Metode diskusi merupakan interaksi antara siswa dan siswa atau siswa dengan guru untuk menganalisis, memecahkan masalah, mengali atau memperdebatkan topic atau permasalah tertentu.

Metode diskusi ini digunakan oleh guru, pelatih dan instruksi bila:

  1. Menyediakan bahan, topik, atau masalah yang akan didiskusikan
  2. Menyebutkan pokok-pokok masalah yang akan dibahas atau memberikan studi khusus kepada siswa sebelum menyelenggarakan diskusi.
  3. Menugaskan siswa untuk menjelaskan, menganalisis dan meringakas
  4. Membimbing diskusi, tidak meberi ceramah
  5.  Sabar terhadap kelompok yang lamban dalam mendiskusikannya
  6. Wasapada terhadap kelompok yang tampak kebingan atau berjalan dengan tidak menentu
  7. Melatih siswa dalam menghargai pendapat orang lain

Metode diskusi dapat digunakan bila

  1. Siswa berada ditahap menengah atau thap akhir proses belajar
  2. Pelajaran formal atau magang
  3. Perluasana pengetahuan yang telah dikuasai siswa
  4. Belajar mengidentifikasi dan memecahkan masalah serta mengambil keputusan
  5.  Membiasakan siswa berhadapan dengan berbagi pendekatan, interpretasi da kepribadian
  6. Menghadapi masalah secara  berkelompok
  7. Membiasakan siswa untuk beragumentasi dan berfikir rasional.

Keterbatasan metode diskusi:

  1. Menyita waktu lama dan jumlah siswa harus sedikit
  2. Mempersyaratkan siswa memiliki latar belakangan yang cukup tentang topic atau masalah yang didiskusikan
  3. Metode ini tidak tepat digunakan pada tahap awal proses belajar bila siswa baru diperkenalkan kepada bahan pembelajaran baru
  4. Apatis bagi siswa yang tidak terbiasa berbicara dalam forum

f. Metode  studi mandiri

Metode studi mandiri bebrbentuk pelaksanan tugan membaca atau penelitian oleh siswa tanpa bimbingan atau pengajaran khusus. Metode ini dilakuakan dengan cara:

  1. Memberikan daftar bacaan kepada siswa yang sesuai dengan kebutuhanya
  2. Menjelaskan hasil yang diharapkan dicapai oleh siswa pada akhir kegiatan studi mandiri
  3.  Mempersiapakan tes untuk menilai keberhasilan siswa

Metode ini tepat digunakan manakala:

  1. Pada tahap akhir proses belajar
  2. Dapat digunakan pada semua mata pelajaran
  3. Menunjang metode pembelajaran yang lain
  4. Meningkatkan kemampuan kerja siswa
  5. Mempersiapkan siswa untuk kenaikan tingkat atau jabatan
  6. Memberi kesempatan kepada siswa untuk memperdalam minatnya tanpa dicampuri siswa lain.

g. Metode pembelajaran terprogram

Metode pembelajaran terprogram menggunakn bahan pengajaran yang disiapkan secara khusus. Siswa mendapat kebebasan untuk belajar menurut kecepetan masing-masing.

Metode ini tatkala dipergunakan perlu memperhatikan:

  1. Siswa harus benar-benar memiliki seluruh bahan, alat-alat dan perlengkapan lain yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pelajaran tersebut.
  2. Siswa harus benar-benar tahu bahwa bahan itu bukan tes.
  3. Tersedia sumber yang dapat membantu siswa bila ia mengalami kesulitan.
  4. Secara periodic, siswa harus dicek kemapuanya untuk membuatnya benar-benar belajar

Metode ini tepat diterpkan bila:

  1. Kurang mendapat interaksi social
  2. Semua tahap belajar, dari permulaan sampai dengan proses akhir belajar siswa
  3. Pelajaran formal, belajar jarak jauh dan magang
  4. Mengatasi kesulitan perbedaan individual

Metode ini memiliki keterbatasan sebagai berikut:

  1. Bahan pelajaran yang telah dikumpulak dengan baik membuat setiap siswa melalui urutan kegiatan belajar
  2. Biaya pengembangan tinggi
  3. Siswa kurang dapat interaksi social

h. Metode latihan Bersama Teman

Metode latihan bersama teman memanfaatkan siwa yang telah lulus atau berhasil untuk melatih temanya dan ia bertindak sebagai pelatih, dan pembimbing seorang siswa yang lain.

Dalam melaksanaan metode ini perlu diperhatikan hal-hal sebagi berikut:

  1. Siswa memperhatikan seorang siswa yang telah mencapai tingkat lanjut dalam melaksanakan semua tugas dibawah bimbingan pelatih.
  2. Setelah mengenal tugas tersebut, siswa dilatih dalam ketrampilan melakuaknya
  3. Setelah lulus tes, ia menjadi pelatih untuk siswa berikutnya.

Metode ini dapat dilaksanakan bila:

  1. Semua tahap yang membutuhkan latihan satu per satu
  2. Latihan kerja, latihan formal dan magang

Metode ini memiliki kelemahan sebahi berikut:

  1. Terbatasnya siswa yang dapat dilatih dalam satu periode tertentu
  2. Kegiatan latihan harus senantiasa dikontrol secara langsung untuk memelihara kualitas

i. Metode simulasi

Metode simulasi ini menampilkan simbol-simbol atau peralatan yang menggantikan proses, kejadian, atau benda yang sebenarnya.

Penggunaan metode simulasi ini perlu memperhatikan beberapa hal sebagai berikut:

  1. Pada tahap permulaan proses belajar, diperlukan tingkat di bawah realitas.
  2. Pada tahap pertengahan proses belajar, diperlukan tingkat realitas yang memadai.
  3. Pada tahap akhir, diperlukan tingkat realitas yang tinggi.
  4. Siswa diharapkan dapat melakukan pekerjaan seperti seharusnya.

Metode ini dapat dilakuakn bila:

  1. Semua tahap belajar
  2. Pendidikan formal atau magang
  3. Memberikan kegiatan-kegiatan yang analogis
  4. Memungkinkan praktek dan umpan balik dengan resiko kecil
  5. Diprogramkan sebagai alat pelajaran mandiri

Metode ini memilih kelemahan sebagi berikut:

  1. Biaya pengembangannya tinggi dan perlu waktu lama
  2. Fasilitas dan alat-alat khusus yang dibutuhkan mungkin sulit diperoleh serta mahal harga dan pemeliharaanya
  3. Resiko siswa atau pengajar tinggi

j. Metode pemecahan masalah

Metode pemecahan masalah juga dikenal Metode Brainstorming, ia merupakan metode yang merangsang berfikir dan menggunakan wawasan tanpa melihat kualitas pendapat yang disampaikan oleh siswa.

Metode ini dapat dilaksanakan apabila ssiwa telah berada pada tingkat yang lebih tinggi dengan prestasi yang tinggi pula, tetapi metode ini perlu diwaspadai karena akan menimbulkan prustasi di kalangan siswa lantaran masing-masing mereka belum dapat menemui solusinya dari proses yang kita lakukan. Akan tetepi guru dapat mengambarkan bahwa yang diminta adalah buah berfikir dengan alasan-alasan rasional.

k. Metode studi kasus

Metode ini berbentuk penjelasan tentang masalah, kejadian atau situasi tertentu, kemudian siswa ditugasi mencari alternatif pemecahannya. Kemudian metode ini dapat juga digunakan untuk mengembangkan berfikir kritis dan menentukan solusi baru dari suatu topic yang dipecahkan.

Metode ini memiliki keterbatasan sebagi berikut:

  1. Mendapatkan kasus yang telah ditulis dengan baik sebagai hasil penelitian lapangan dan sesuai dengan lingkungan kehidupan siswa.
  2. Mengembangkan kasus sangat mahal.

l. Metode Insiden

Metode ini hampir sama dengan metode studi kasus, akan tetapi siswa dibekali dengan data dasar yang tidak lengkap tentang sutau kejadian atau peristiwa. Mereka harus mencari data tambahan untuk menyelesaikan tugas yang diberikan kepada mereka. Data tersebut sudah tersedia di sekolah da nada pada guru.

Metode ini memiliki keungguluan dibandingkan metode studi kasus, siswa belajar mnyelami permasalahan,  kemudian mereka berusaha untuk memecahkan masalah yaitu menumbuh kembangkan cara berfikir siswa sebagimana yang dikehendaki pada studi mandiri, siswa berfikir kritis, kreatif.

m. Metode praktikum

Metode praktikum diberikan kepada siswa setelah guru memberikan arahan, aba-aba, petunjuk untuk melaksanakanya. Kegiatan ini berbentuk praktik dengan mempergunakan alat, guru melatih siswa dalam pengunaan alat-alat yang telah diberikan kepadanya serta hasil yang dicapainya.

n. Metode Proyek

Metode proyek merupakan pemberian tugas kepada semua siswa untuk dikerjakan secara individual. Siswa dituntut untuk mengamati, membaca, mneliti. Kemudian siswa diminta membuat laporan dari tugas yang berbentuk makalah. Metode ini bertujuan membentuk analisis masing-masing siswa.

o. Metode bermain peran

Metode bermain peran adalah metode yang melibatkan interaksi antara dua siswa atu lebih tentang suatu topik atau situasi. Sisawa melakuakn peran masing-masing sesuai dengan tokoh yang dilakoni, mereka berinteraksi sesame untuk melakuakn peren terbuka. Metode ini menuntut guru untuk mencermati kekurangan dari peran yang diperagakan siswa.

p. Metode seminar

Metode ini merupakan kegiatan belajar sekelompok siswa untuk membahas topic, maslah tertentu. Setiap anggita kelompok seminar dituntut berperan aktif dan mereka dibebankan tanggung jawab untuk mendapat solusi dari topik. Guru berperan sebagai narasumber. Seminar merupakan pembahasan yang bersifat ilmiah, topic pembicaraan adalah hal-hal yang bertalian dengan kehidupan sehari-hari. Sebuah seminar adalah sebuah kegiatan pembahasan yang mencari pedoman masalah tertentu. Tidak jarang seminar melahirkan rekomendari dan resolusi.

q. Metode simposium

Metode simposium adalah metode yang memaparkan suatu seri pembicaraan dalam berbagai kelompok topik dalam bidang materi tertentu.materi tersebut disampaikan oleh ahli dalam bidangnya, setelah itu peserta dapat menyampaikan pertanyaan dan sebaginya kepada pembicara. Simposium hampir menyerupai panel. Tetapi simposium berbeda dengan panel di dalam cara pembahasan persoalan. Sifatnya lebih formal.

Bentuk lain pola symposium dapat dikelompokan pada sejumlah aspek disoroti tersendiri dan khusus tidak perlu dari berbagai sudut pandang.

l. Metode tutorial

Metode tutorial merupakan cara menyampaikan bahan pelajaran yang telah dikembangkan dalam bentuk modul untuk dipelajari siswa secara mandiri. Siswa  dapat berkonsultasi tentang maslah-masalah yang ditemuinya secara periodic

m. Metode deduktif

Metode deduktif merupakan pemberian penjelasan tentang prinsip-prinsip isi pelajaran, kemusdian dijelaskan dalam bentuk penerapan pada situasi tertentu. Metode ini menjelaskan hal-hal yang bersifat umum ke yang bersifat khusus. Guru menjelaskan teori yang ditemukan para ahli kemudian menjabarkan dalam kenyataan yang terjadi.

Metode ini tepat digunakan apabila:

  1. Siswa belum mengenal pengetahuan yang sedang dipelajari.
  2. Isi pelaraan meliputi terminologi, teknis dan bidang yang kurang membutuhkan proses berpikir kritis.
  3. Pengajaran mengenai pelajaran tersebut mempunyai persiapan yang baik dan pembicaraan yang baik.
  4. Waktu yang tersedia sedikit.

n. Metode induktif

Metode indutif dimulai denagn pemberian berbagi kasus, fakta, contoh atau sebab yang mencerminkan suatu konsep atau prinsip. Kemudian siswa dibimbing untuk berusaha eras mensitensiskan, menemukan atau menyimpulakn prinsip dasar dari pelajaran tersebut.

Metode ini dapat digunalan manakala:

  1. Siswa telah mengenal atau telah memiliki pengalaman yang berhubungan denagn mata pelajarn tersebut.
  2. Yang diajarkan berupa ketetampilan komunikasi antar pribadi, sikap, pemecahan dan penganbilan keputusan.
  3. Pengajar mempunyai ketrampilan fleksibel, termpil mengajukan pertanyaan dan sabar.
  4. Waktu yang tersedia cukup panjang.

o. Metode computer assisted learning

Metode ini digunakn untuk kegiatan belajar yang berstruktur, di mana computer deprogram dengan permaslahan-permaslahan. Siswa dimina untuk memecahkan maslah tersebut dengn mempergunakn computer dan seketika itu juga jawaban siswa diproses secara elektronik. CAL memberikan siswa untuk maju sesuai dengan kecepatan masing-masing. Metode ini dapt dipergunakn pada setiap tingkat pengetahuan dari yang sederhana sampai pada tingakt yang paling kompleks.

Kesulitan pengguanan metode ini:

  1. Pengembangan program CAL membuat biaya tinggi dan waktu yang lama.
  2. Pengadaan dan pemeliharaan alat yang mahal.

 

Jadwal Pertandingan SEA-Game..


Jadwal tayangan langsung cabang bulu tangkis SEA Games 2011 di MNC TV:

Senin, 14 November 2011
14.50 – 17.00 WIB – Final Ganda (wanita)
Rabu, 16 November 2011
08.50 – 11.30 – Kualifikasi Tunggal (wanita)
Kamis, 17 November 2011
08.50 – 11.30 – Perempat final tunggal (wanita)
Jumat, 18 November 2011
08.50 – 11.30 – Semifinal tunggal dan ganda (wanita)
Sabtu, 19 November 2011
13.50 – 15.45 – Final tunggal dan ganda (wanita)
Sabtu, 19 November 2011
18.00 – 19.00 (tunda) – Final ganda campuran

Jadwal tayangan langsung cabang futsal SEA Games 2011 di MNC TV:

Senin, 21 November 2011
12.30 – 13.30 WIB – Semifinal (Wanita)
15.45 – 16.45 WIB – Semifinal (Pria)
18.30 – 19.30 WIB – Semifinal (Pria)

Selasa, 22 November 2011
12.15 – 13.15 WIB – Tempat Ketiga (Pria)
15.15 – 16.15 WIB – Final (Wanita)
18.15 – 19.15 WIB – Final (Pria)

Sistem informasi akuntansi


                                                                       BAB I
                                                                PROFIL USAHA

Bakpia sebenarnya berasal dari negeri Cina, aslinya bernama Tou Luk Pia, yang artinya adalah kue pia (kue) kacang hijau.Selain itu pula bakpia mulai diproduksi di kampung Pathuk Yogyakarta, sejak sekitar tahun 1948. Waktu itu masih diperdagangkan secara eceran dikemas dalam besek tanpa label, peminatnya pun masih sangat terbatas. Proses itu berlanjut hingga mengalami perubahan dengan kemasan kertas karton disertai label tempelan.
Pada tahun 1980 mulai tampil kemasan baru dengan merek dagang sesuai nomor rumah, diikuti munculnya bakpia-bakpia lain dengan merek dagang nomer berlainan.Demikian pesatnya perkembangan “kue oleh-oleh” itu hingga mencapai booming sejak sekitar tahun 1992.
Produksi bakpia yang dilakukan oleh bapak Arlen Sanjaya (Bp Arlen Sanjaya adalah generasi penerus pembuat Bakpia Pathok 25 yang dahulu berasal dari bisnis keluarga) setiap harinya tidak tetap karena produk yang kami buat “Selalu Baru dan Hangat”,untuk hari-hari biasa bakpia yang dibuat mencapai 5-7 adonan. Bahkan jika pasaran sedang ramai atau hari-hari libur produksinya mencapan 10-15 adonan, setiap satu adonan menghabiskan 15 kg tepung terigu.
Perusahaan Bakpia Pathuk “25” mempunyai 5 toko cabang yaitu 2 toko cabang di jalan AIP KS. Tubun dan 1 toko cabang di jalan Bhayangkara,serta 2 toko dijalan Laksada Adisucipto (jalan ke arah kota Solo). Toko-toko cabang ini biasanya mengambil bakpia dari pusat produksi dengan merek dagang 25.
Pada tahun-tahun pertama, perusahaan menggunakan oven dengan bahan bakar arang.Setelah usaha beliau semakin sukses menambah lagi jumlah oven dengan bahan bakar gas.
Dalam usahanya bapak Arlen Sanjaya dibantu oleh + 68 karyawan pria dan wanita.Pegawai wanita yang biasanya bertugas sebagai pencetak bakpia dan pengemas, sedangkan pegawai pria biasanya bertugas sebagai pembuat adonan, pembuat isi/kumbu, pengoven serta pemasar ataupun mengirim bakpia ke sejumlah tempat.
 
 
                                                                           BAB II
                                   FASILITAS E-BUSINESS YANG DITERAPKAN PERUSAHAAN

Perusahaan Bakpia 25 yang ada di Yogyakarta ini, menggunakan fasilitas electronic business atau yang sering disebut e-business, untuk memudahkan proses bisnisnya. Fasilitas yang digunakan adalah proses pemasaran dan penjualan, yaitu secara on-line.
Fasilitas tersebut adalah sebagai berikut :
Home
Terdapat berbagai tampilan yang memudahkan konsumen mengetahui mengenai Perusahaan Bakpia 25.
Dalam menu Home, ditampilkan menu-menu seperti :
Tentang Bakpia 25
Kujungi Toko Kami
Seputar Djogja
Bakpia

  1. Pilihan Bakpia

Pada menu “Bakpia” ditampilkan berbagai macam menu pilihan rasa seperti: Kacang Ijo, Nanas, Colekat.
1)      Bakpia Kacang Ijo
Bakpia dengan cita rasa Khas Original Kacang Ijo dari Bakpia Pathok 25
2)      Bakpia Nanas
Bakpia dengan cita rasa Khas Nanas dari Bakpia Pathok 25
3)      Bakpia Cokelat
Bakpia dengan rasa Cokelat Khas Bakpia Pathok 25
4)      Bakpia Keju
Bakpia dengan cita rasa Khas Keju dari Bakpia Pathok 25
5)      Bakpia Durian
Bakpia dengan cita rasa Khas Durian dari Bakpia Pathok 25
6)      Bakpia Kumbu
Bakpia dengan cita rasa Khas Kacang Hitam dari Bakpia Pathok 25
7)      Bakpia Aneka
Rasa Bakpia dengan cita rasa Aneka Rasa dari Bakpia Pathok 25
Kue Oleh-oleh
Kue Oleh-oleh Pilihan Bakpia Pathok 25 sangat cocok untuk digunakan sebagai Oleh-oleh KHAS Yogyakarta, selain rasanya enak, jenisnya pun beragam. Anda dapat memilih dari berbagai jenis kue oleh-oleh kami, yaitu:
1)      Angleng
Kue oleh-oleh angleng terbuat dari gula pasir dan kelapa (kelapa diserut,lalu dicampurkan dengan bahan yang lain)
2)      Getuk Trio
Kue oleh-oleh getuk trio dibuat dari ketela,gula,coklat,garam dan panili.
3)      Ampyang
Kue oleh-oleh ampyang terbuat dari kacang tanah dan gula merah
4)      Dodol Garut
Kue oleh-oleh dodol garut
5)      Kue Moachi
Kue oleh-oleh moachi terbuat dari tepung ketan,gula pasir dan kacang tanah
6)      Madu Mongso
Kue oleh-oleh madu mongso terbuat dari beras ketan,gula dan ragi
7)      Wajik Kletik
Kue oleh-oleh wajik kletik beras ketan,kelapa dan gula pasir
8)      Yangko Aneka Rasa
Kue oleh-oleh yangko aneka rasa terbuat dari tepung ketan,gula,perasa durian,perasa strawberi,perasa pandan,perasa coklat dan perasa nangka
9)      Yangko Kacang
Kue oleh-oleh yangko kacang terbuat dari tepung ketan, gula pasir dan kacang tanah
10)   Dodol Buah
Kue oleh-oleh dodol buah terbuat dari gula,sirsak,strawberi,pepaya,nanas,melon,mangga,dan perasa yang lain
11)   Geplak
Kue oleh-oleh geplak terbuat dari gula pasir dan kelapa (kelapa diparut/dihaluskan)
12)   Moachi Wijen
Kue oleh-oleh moachi wijen dari tepung ketan,gula pasir ,kacang tanah dan wijen
13)   Wingko Babat
Kue oleh-oleh wingko babat terbuat dari tepung ketan,kelapa dan gula pasir
Kemasan Bakpia
Kemasan Bakpia membantu menambah citra KHAS Yogya di produk kami, setiap kemasan dibuat dengan rapi dan baik sehingga mempermudah anda untuk bepergian kemana-mana dengan produk kami, yaitu:
1)      Kemasan Produk Pertama
Box / Kemasan pertama kali bakpia pathok 25 pertama kali menggunakan tempat yang terbuat dari bambu (orang daerah sekitar menyebut dengan besek)
2)      Kemasan Produk Kedua
Box / Kemasan pertama kali Produk bakpia pathok 25 yang menggunakan kotak
3)      Kemasan Produk Pertama Bermerk Dagang
Box / Kemasan Dos bakpia pathok 25 setelah melalui proses perkembangan akhirnya menjadi seperti Kemasan Produk yang sekarang dipakai
4)      Kemasan Produk Dos
Box / Kemasan Dos bakpia pathok 25 ini digunakan untuk membawa bakpia dan oleh-oleh lainnya yang telah dibeli dari toko kami
5)      Box / Kemasan Dos Medium
Box / Kemasan Dos Medium bakpia pathok 25 ini digunakan untuk membawa bakpia yang telah dibeli dari toko kam
Tentang Kami

  1. Sejarah Bakpia Pathok

Bakpia Pathok “25” official website! Yaitu website utama kami yang akan membantu kami untuk mendongkrak penjualan dan trafik pembelian bakpia baik dari dalam ataupun luar. Dengan website ini, kami berharap samuanya dapat melihat siapa kami dan datang! Kami, menjual berbagai oleh-oleh terutama produk BAKPIA yang sangat terkenal, yaitu BAKPIA PATHOK “25”.
Lokasi Pembuatan
Perusahaan Bakpia Pathuk “25” terletak di Jl. AIP II KS Tubun NG I/504, desa Pathuk Yogyakarta. Lokasinya terletak di belakang Malioboro, sehingga memudahkan dalam pemasaran dan pengadaan bahan baku.
Struktur Organisasi
Struktur organisasi merupakan kerangka yang berhubungan antara orang-orang dengan tugasnya (jabatannya) dalam suatu organisasi sehingga sifatnya dinamis. Perusahaan Bakpia Pathuk “25” dipimpin langsung oleh bapak Arlen Sanjaya yang dalam hal ini dibagi antara bagian administrasi, bagian pemasaran dan bagian proses produksi.
Ketenagakerjaan
Perusahaan Bakpia Pathuk “25” memiliki beberapa karyawan. Sistem kerja yang diterapkan adalah system serabutan dan pada system ini persaingan kerja yang sehat tidak ada ikatan kontrak kerja dalam jangka waktu tertentu.Dalam pelaksanaan kerja, biasanya penanganan proses yang berat ditangani oleh tenaga kerja pria, seperti pembuatan adonan, pembuatan kumbu dan pengovenan serta tenaga pemasar, sedangkan untuk pencetak ada yang pekerja wanita maupun pria. Khusus untuk pengemasan dilakukan oleh pekerja wanita.Untuk kesejahteraan karyawan.pihak perusahaan memberikan tunjangan yaitu tunjangan untuk makan 3 kali, tunjangan kesehatan, penginapan serta uang bonus lembur, hari raya dan lain-lain.
Letak Toko
1)      Toko Kembang Jaya
Toko Kembang Jaya berlokasi di Jl. Laksda Adisucipto KM.9 Telp. (0274) 484458 Yogyakarta (jalan ke arah kota Solo).Toko kami berada dijalan menuju luar kota yang merupakan tempat strategis karena mudah diakes/dikunjungi.Jika anda sedang menuju ke kota Solo atau kota yang lainnya didaerah timur silakan mengunjungi Toko Kembang Jaya.

2)      Toko OngkoJoyo
Toko OngkoJoyo Berada di Jl.AIP II KS Tubun 65 Telp.(0274) 512219, 583237 Yogyakarta. Jika anda berada dikawasan malioboro silakan mengunjungi Toko OngkoJoyo,jika anda belum mengetahui lokasi toko kami silakan anda bertanya dengan para tukang becak dan andong dikawasan Malioboro, dimana Lokasi Bakpia Pathok 25, maka mereka akan dengan senang hati mengantarkan anda ke toko kami.
3)      Toko Pasar Pathok
Toko Pasar Pathok berlokasi di Kios Pasar Pathok 14-18 Telp.(0274) 561551 Yogyakarta.Tempat yang sangat strategis berada dibelakang kawasan Malioboro dan tepat dibelakang Ramai Family Mall.Jika anda berkesempatan mengunjungi kawasan Malioboro dan Ramai Mall Silakan mengunjungi toko kami.Jika anda belum mengetahui lokasi toko kami silahkan bertanya kepada para tukang becak dan andong dikawasan Malioboro maka mereka dengan senang hati akan mengantarkan anda ke toko kami.
4)      Toko Bandara Jaya
Bandara Jaya terletak di Jn.Laksda Adisucipto Telp (0274) 489059. Lokasi dari Bandara Jaya sangat startegis di depan Bandara Adi Sucipto Yogyakarta, yang akan memudah anda yang sedang dan akan melakukan rencana menuju luar kota Jogja.
Produksi
Proses Produk Bakpia Pathok “25” terdiri dari beberapa tahap.Semuanya memberikan rasa yang lebih untuk para pelanggan. Sekarang saatnya kami, Bakpia Pathok “25” membeberkan proses produksi kami!Adapun langkah-langkahnya dibagi menjadi 7 langkah utama yaitu:
1)      Menjemur kacang hijau untuk menghilangkan kutu dan seleksi kacang. Memisahkan kacang dengan kulit kacang hijau.
2)      Dipecah menjadi 2 bagian dan dicuci bersih.
3)      Pengukusan.
4)      Digiling sampai lembut. Dimasak dalam mixer, dicampur dengan gula pasir secukupnya.
5)      Pembuatan kulit. Bahan yang digunakan adalah, tepung terigu, gula pasir, air, minyak goreng. Diaduk dalam mixer. Proses ini dinamakan proses rolling,  sampai kalis.
6)      Proses pemanggangan.
7)      Terakhir proses packing / pengemasan.
Promo dan Artikel
Dama menu ini belum digunkan darisegi penawaran produk dan hanya terdapat artikel yang berkaitan dengan bakpia maupun Yogya.
Kontak
Hubungi kami baik via Telp, Email, apapun! Kami siap untuk mendengarkan kritik, saran dan pesan-pesan dari Anda semua. Adapun Anda dapat menemui Toko kami pada Alamat berikut:
PABRIK / PUSAT,
Jl. AIP II KS Tubun NG I/504
Telp. (0274) 513904, 566122 Yogyakarta
ONGKO JOYO,
Jl. AIP II KS Tubun 65
Telp. (0274) 512219, 583237 Yogyakarta
PASAR PATHOK,
Kois Pasar Pathok 14-18
Telp. (0274) 561551 Yogyakarta
KEMBANG JAYA,
Jl. Laksda Adisucipto KM.9
Telp. (0274) 484458 Yogyakarta
BANDARA JAYA,
Jl. Laksda Adisucipto KM.9
Telp. (0274) 484458 Yogyakarta

Order Penjualan

  1. Secara On-line

Media Pemasaran yang dilakukan perusahaan ini melalui alamat web :http://www.bakpia25.blogspot.com/. Untuk melakukan pemesanan, konsumen diharuskan untuk mengisi sebuah form guna memudahkan pihak perusahaan untuk memberikan pelayanan yang maksimal.
Ada beberapa rasa bakpia yang ditawarkan. Masing-masing rasa diberi sebuah kode tertentu, yaitu :
1)      Bakpia dengan cita rasa Khas Keju [kode bp2]2)      Bakpia dengan cita rasa Aneka Rasa [kode bp1]3)      Bakpia dengan rasa Cokelat [kode bp3]4)      Bakpia dengan cita rasa Khas Original Kacang Ijo [kode bp4]Contoh Form Order Pemesanan

Melalui SMS
Selain melalui on-line, perusahaan ini juga menyediakan pelayanan pesanan melalui via sms.
Contoh pemesanan via sms

Layanan Kritik dan Saran
Layanan ini diberikan untuk menerima semua kritik dan saran pelanggan/konsumen guna perbaikkan pelayanan dan pemasaran.

                                                                       BAB III
                                              ANALISIS KELEBIHAN DAN KEKURANGAN

A.    Kelebihan E-Business yang Digunakan Perusahaan Bakpia 25
Dengan menggunakan e-business, perusahaan yang bergerak dibidang kuliner memetik beberapa keuntungan sebagai berikut :
Memperluas daerah pemasaran produk dan melebarkan jangkauan (global reach).
Memudahkan konsumen untuk melakukan pemesanan, apabila konsumen berada di daerah yang jauh dari toko pusat dan cabangnya.
Prosedur pemesanan secara on line sudah jelas dan mudah dipahami calon konsumen.
Kelengkapan informasi tentang jenis rasa bakpia yang ditawarkan, produk lain yang dijual, dan jenis kemasan yang dapat dipilih konsumen.
Revenue Stream (aliran pendapatan) baru yang mungkin lebih menjanjikan dan tidak bisa ditemui di sistem transaksi tradisional.
Dapat meningkatkan market exposure (pangsa pasar) yaitu para konsumen yang tidak hanya berada di wilayah DIY saja, namun sampai diberbagai daerah dan para wisatawan.
Menurunkan biaya operasional (operating cost) berupa meminimalkan biaya promosi karena juga memanfaatkan situs jejaring social.
Meningkatkan customer loyality. Perusahaan membangun hubungan baik dengan memanfaatkan kontak dalam web dan akun jejaring social sehingga konsumen dapat memberikan tanggapan terhadap produk yang ditawarkan.
Meningkatkan value chain (mata rantai pendapatan).

B.     Kekurangan E-Business yang digunakan Perusahaan Bakpia 25
Selain keuntungan yang diperoleh tersebut di atas, juga terdapat beberapa kekurangannya, yaitu :
Dalam web di menu promosi dan artikel, hanya didominasi dengan artikel-artikel, dan belum ada promosi yang dapat menarik minat konsumen untuk membeli.
Perusahaan memiliki dua alamat blog yaituhttp://www.bakpia25.com dan http://www.bakpia25.blogspot.com/ sehingga dapat membingungkan para konsumen terhadap keaslian blog tersebut.
Blog dirasa kurang up-date dalam memperbaharui tampilan webnya.
Kehilangan kepercayaan dari para konsumen. Ini karena berbagai macam faktor seperti usaha yang dilakukan dengan sengaja oleh pihak lain yang berusaha menjatuhkan reputasi perusahaan tersebut.
Penggunaan akses ke sumber oleh pihak yang tidak berhak. Misalkan pembobolan sebuah sistem perbankan oleh hacker, kemudian memindahkan sejumlah rekening orang lain ke rekeningnya sendiri.
Kerugian yang tidak terduga. Disebabkan oleh gangguan yang dilakukan dengan sengaja, ketidakjujuran, praktek bisnis yang tidak benar, dan kesalahan faktor manusia atau kesalahan sistem elektronik.

                                                                 BAB IV
                                             KESIMPULAN DAN SARAN
A.    Kesimpulan
Perusahaan Bakpia 25 yang ada di Yogyakarta ini, menggunakan fasilitas electronic business atau yang sering disebut e-business, untuk memudahkan proses bisnisnya. Fasilitas yang digunakan adalah proses pemasaran dan penjualan, yaitu secara on-line.
Fasilitas tersebut adalah sebagai berikut : menu, bakpia, tentang kami, promo dan artikel, kontak.
Berbisnis dengan memanfaatkan fasilitas e-buiness memiliki kelebihan antara lain memperluas daerah pemasaran produk dan  melebarkan jangkauan (global reach), memudahkan konsumen untuk melakukan pemesanan, apabila konsumen berada di daerah yang jauh dari toko pusat dan cabangnya.  Kelemahan antara lain dalam web di menu promosi dan artikel, hanya didominasi dengan artikel-artikel, dan belum ada promosi yang dapat menarik minat konsumen untuk membeli.Perusahaan memiliki dua alamat blog yaitu http://www.bakpia25.com dan http://www.bakpia25.blogspot.com/ sehingga dapat membingungkan para konsumen terhadap keaslian blog tersebut.

B.     Saran

  1. Perusahaan diharapkan dapat menampilkan halaman web yang lebih menarik lagi agar dapat menarik para calon konsumen dan memanfaatkannya untuk media promosi.
  2. Lebih baik perusahaan hanya memiliki satu alamat web saja untuk pemesannya agar para konsumen tidak merasa kebingungan jika akan memesan.

Laporan Survei

Penentuan Materi Pelajaran


Untuk dapat menentukan materi pelajaran dengan tepat, pernyataan-pernyataan berikut perlu dijawab, yaitu:

ü  Apa yang dimaksud dengan materi pelajaran dan syarat-syarat apakah yang perlu dimiliknya?

ü  Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memilih dan menetapkan materi pelajaran?

1.  Pengertian dan Persyaratan Materi

Dalam perencanaan pengajaran, materi yang perlu ditetapkan dalam langkah ketiga, yaitu berupa:

  1. Pokok-pokok bahan
  2. Rincian setiap pokok bahan

Contoh:

Tujuan Intruksional Materi Pelajaran
Murid dapat menyusun laporan keuangan perusahaan jasa
  1. Pengertian Laporan Keuangan
  2. Jenis Laporan Keuangan

2.1.Laporan Laba-Rugi

2.2.Laporan Perubahan Ekuitas

2.3.Penyusunan Neraca

2.4.Laporan Arus Kas

  1. Dan seterusnya

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menetapkan materi pelajaran, antara lain:

  1. Materi pelajaran hendaknya sesuai dengan tercapainya tujuan intruksional.Pendidikan yang mengembangkan kepribadian peserta didik, yaitu aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Pemenuhan fungsi tersebut dibagi dalam bidang studi mata pelajaran. Sehingga mata pelajaran yang diberikan hendaknya mendukung pencapaian tujuan intruksional mata pelajaran, dalam rangka mewujudkan fungsi pendidikan yang diemban oleh sekolah.
  2. Materi pelajaran hendaknya sesuai dengan perkembangan siswa pada umumnya.Mata pelajaran yang diberikan berbeda tingkat kedalamannya antara kelas IIi, kelas IV,  kelas V, kelas  VI apalagi antar SD, SMP dan SMA.
  3. Materi pelajaran hendaknya terorganisasi secara sistematik dan berkesinambungan.Dimaksudkan bahwa antara bahan yang satu dan bahan berikutnya ada hubungan fungsional, di mana bahan yang satu menjadi dasar bahan berikutnya. Contoh sebelum sampai pada cara menyusun laporan keuangan, perlu dibahas terlebih dahulu pengertian dari laporan keuangan.
  4. Materi pelajaran hendaknya mencakup hal-hal yang bersifat factual maupun konseptual.Bahan yang factual sifatnya konkrit dan mudah diingat, sedangkan bahan yang sifatnya konseptual berisikan konsep-konsep abstrak, dan memerlukan pemahaman yang lebih dalam

2.      Cara Pemilihan

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menetapkan materi pelajaran:

  1. Tujuan pengajaran. Materi pelajaran hendaknya ditetapkan dengan mengacu pada tujuan-tujuan intruksioanal yang akan dicapai.
  2. Pentingnya bahan. Materi yang diberikan hendaknya merupakan bahn yang betul-betul penting, baik dilihat dari tujuan yang ingin dicapai maupun fungsinya untuk mempelajari bahan berikutnya.
  3. Nilai praksis. Materi yang dipilih hendaknya bermakna bagi siswa, dalam arti mengandung nilai praktis bagi kehidupan sehari-hari.
  4. Tingkat perkembangan peserta didik. Kedalaman materi yang dipilih hendaknya ditetapkan dengan memperhitungkan tingkat perkembangan berpikir siswa yang bersangkuatan, dalam hal ini biasanya telah dipertimbangkan dalam kurikulum sekolah yang bersangkutan.
  5. Tata urutan. Materi yang diberikan hendaknya ditata dalam urutan yang memudahkan dipelajari keseluruhan materi oleh peserta didik.

 

Daftar Pustaka

 

Ibrahim, Nana Syaodik. 2003. “Perncanaan Pengajaran”. Bandung: Rosda Karya