Pancasila

Pancasila Sebagai Sistem Falsafah

Pengetahuan, Ilmu Empiris dan Filsafat :  Ilmu empiris memfokuskan diri pada gejala-gejala alam dan social secara mendalam. Ilmu filsafat adalah pengetahuan yang bersifat radikal (mendasar) dan umum menyangkut masalah hakiki tentang manusia, alam dan Tuhan. Pancasila sebagai pengetahuan manusia merupakan pengetahuan yanh reflektif, bukan pengetahuan spontan. Pancasila sebagai pengetahuan ilmiah-filosofis dapat dipahami dari sisi verbalis, konotatif, denotative. Pemahaman pancasila dari aspek rangkaian kata-katanya.

Kebenaran ilmu dalam Pancasila : Dari kriteria-kriteria kebenaran dapat diperoleh 4 macam teori kebenaran: Teori kebenaran koherensi (ditandai dengan peranyaan yang beruntut, konsisten, dan runtut), Teori kebenaran korespondensi (ditandai dengan adanya kesesuaian antara pertanyaan dengan kenyataan), Teori kebenaran pragmatism (berdasarkan kriteria bahwa pertanyaan yang di buat harus membawa manfaat bagi manusia), Teori kebenran consensus (didasarkan pada kesepakatan bersama).

Ciri-ciri berpikir Ilmiah-Filsafati dan Pembahasan Pancasila. : Syarat-syarat agar pengetahuan dikatakan sebagai ilmu menurut Poedjawajatna: 1. Berobjek = Kajian proses kasualitas terjadinya pancasila meliputi: causa materialis, causa formalis, causa effiensi dan causa finalis. Causa materialistis Pancasila adalah sebab bahan yang menjadikan Pancasila itu ada, yaitu system nilai dan budaya masyarakat Indonesia. 2. Bermetode = separangkat cara atau system pendekatan dalam ranka pembahasan objek materialnya untuk mendapatkan kebenaran objektif. 3. Bersistem = pengetahuan ilmiah merupakan suatu kesatuan yang bulat dan utuh. Dan merupakan suatu bagian yang utuh dan saling bekaitan. 4. Universal = kebenarannya tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Pancasila bersifat universal: ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan.

Bentuk dan Susunan Pancasila   :   1. Bentuk Pancasila = sebagai rumusan Pancasila dalam alinea IV Pembukaan UUD’45. Pancasila sebagai sesuatu system nilai yang mempunyai ciri-ciri: a. Merupakan kesatuan yang utuh (saling berhubungan antara sila yang satu dengan yang lainnya) b. Setiap unsure pembentukan Pancasila merupakan unsure mutlak yang membentuk kesatuan, bukan unsure yang komplementer. c. sebagai satu kesatuan yang mutlak, tidak dapat di tambah atau dikurangi. 2. Susunan Pancasila = Pancasila sebagai suatu system nilai disusun berdasarkan urutan logis keberdaan unsure-unsurnya.

Refleksi Terhadap Kajian Ilmiah tentang Pancasila di Era Global :  Di era global dengan ciri dunia tanpa batas, dunia datar secara langsung maupun tidak langsung banyak ideologi asing yang masuk ke Indonesia. Dan kadang masyarakat justru beranggapan bahwa ideologi asing lebih baik.

2 thoughts on “Pancasila

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s